Baharuddin Baharuddin
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI SEGIEMPAT BERBASIS MODEL KOOPERATIF TIPE STAD DENGAN METODE PENEMUAN TERBIMBING KELAS VII MTs NEGERI MODEL MAKASSAR Baharuddin Baharuddin
MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Vol 2 No 1 (2014): June
Publisher : Department of Mathematics Education Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.906 KB) | DOI: 10.24252/mapan.2014v2n1a3

Abstract

>prelimenary investigation), fase desain (design), fase realisasi/konstruksi (realization/construction), fase tes, evaluasi dan revisi (test, evaluation and revision), dan fase implementasi (implementationi). Hasil pengembangan perangkat pembelajaran matematika materi segiempat berbasis kooperatif tipe STAD dengan metode penemuan terbimbing menunjukkan bahwa secara umum keseluruhan komponen perangkat pembelajaran matematika prototipe I dinyatakan valid. Hasil analisis validasi RPP mean = 4,12 (Valid), buku siswa mean = 4,16 (Valid), dan LKS mean = 4,18 (Valid), secara umum hasil uji coba terbatas prototipe II telah memenuhi kriteria kepraktisan. Hasil pengamatan terhadap keterlaksanaan perangkat pembelajaran berbasis kooperatif tipe STAD dengan metode penemuan terbimbing selama uji coba adalah mean = 4,19 (sangat baik) dengan R = 83,6 atau reliabel, secara umum hasil uji coba terbatas prototip II telah memenuhi kriteria kepraktisan. Hasil pengamatan selama pembelajaran matematika berbasis kooperatif tipe STAD dengan metode penemuan terbimbing adalah kemampuan guru mengelola pembelajaran matematika berbasis kooperatif tipe STAD dengan metode penemuan terbimbing  = 3,62 (tinggi) dengan R = 78,5 (reliabel), hasil belajar siswa dengan persentase ketuntasan total 90,91%, artinya hasil belajar siswa memenuhi syarat ketuntasan individual yaitu minimal 70 dan ketuntasan secara klasikal minimal 75% dari nilai KKM.