Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KAJIAN KEBERHASILAN PERTUMBUHAN TANAMAN NYAWAI (Ficus variegata Blume) DI KHDTK CIKAMPEK, JAWA BARAT Effendi, Riskan
Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 9, No 2 (2012): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Peningkatan Produktivitas Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.526 KB)

Abstract

ABSTRAKHutan tanaman menjadi sumber bahan baku utama untuk industri perkayuan dan untuk memenuhikebutuhan kayu masyarakat. Salah satu jenis pohon alternatif untuk dikembangkan adalah nyawai ( FicusvariegataBlume). Kajian penanaman nyawai telah dilakukan di KHDTK Cikampek akhir tahun 2009.Penanaman nyawai dikombinasikan dengan tumpangsari (agroforestry ) mentimun dan kacang panjang.Pupuk yang diberikan pada tanaman mentimun adalah pupuk kandang kotoran domba dan pupukanorganik. Banyaknya pupuk Urea, Phonska,TSP dan Za sebanyak 700 kg untuk seluas 0,25 ha dan pupukkotoran domba sebanyak tiga ton untuk luasan 0,25 ha. Pada waktu penanaman kacang panjang diberipupuk NPK sebanyak 300 kg dan pupuk kandang kotoran domba sebanyak satu ton untuk 0,25 ha. Jaraktanam pohon nyawai adalah 6 m x 3 m dengan jumlah tanaman sebanyak 120 pohon dengan luas 0,25 ha.Berdasarkan pengukuran diperoleh hasil persentase tumbuh nyawai umur dua tahun yang tinggi yaiturata-rata 95 %, rata-rata diameter adalah 7, 22 cm, rata-rata tinggi 6,90 m dan rata-rata luas tajuk 12,90m2. Ratarata riap diameter umur dua tahun adalah 3,61 cm per tahun dan rata-rata riap tinggi adalah 3,45m per tahun. Selain jenis tumbuh cepat (fast growing species ) , pohon nyawai mempunyai kemampuantrubusan yang baik dimana pohon yang patah dapat tumbuh kembali dan jenis ini juga mulai berbuah padaumur dua tahun.
NATURAL REGENERATION OF Eusideroxylon Zwageri T. et B. AT GUNUNG MERATUS PROTECTION FOREST EAST KALIMANTAN - INDONESIA Effendi, Riskan
Indonesian Journal of Forestry Research Vol 1, No 1 (2004): Journal of Forestry Research
Publisher : Secretariat of Forestry Research and Development Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/ijfr.2004.1.1.75-81

Abstract

A study on the natural regeneration  of Eusideroxylon Zwageri T et B, a native and multi purpose iron  wood  tree  species,  was  conducted   at the  Protection   Forest  of  Gunung   Meratus,  East Kalimantan, Indonesia.   As many as lS  mature  trees with  diameter  more  than 20 cm at breast height (1.30   m) were chosen for this study.  The amount of natural regeneration  found under  tree crown projection, were classified into  four height  classes:  less  than  SO cm, SO  -  100 cm, 100 - lSO cm and more  than  1SO   cm.   The  result showed that most of  the natural  regeneration  were in the SO  -100 cm height class, as many as   S8.7  %. Average number  of  natural  regenerations was 69.2    wildings  per tree ranging between 17  to 161. Such amount of natural regeneration  will compete  for their life and many of them will die in the competition  for food and light. Therefore some  of  those natural regenerations  especially the trees with more than 20 wildings may be used for planting stock  procurement  in the form of wildings without soil, wildings with soil, and stump
KAYU ULIN DI KALIMANTAN : POTENSI, MANFAAT, PERMASALAHAN DAN KEBIJAKAN YANG DIPERLUKAN UNTUK KELESTARIANNYA Riskan Effendi
Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan Vol 6, No 3 (2009): JURNAL ANALISIS KEBIJAKAN
Publisher : Centre for Research and Development on Social, Economy, Policy and Climate Change

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.881 KB) | DOI: 10.20886/jakk.2009.6.3.161-168

Abstract

Eusideroxylon zwageri T et B yang dikenal dengan ulin termasuk salah satu jenis pohon asli pulau Kalimantan. Kayu besi Borneo ini telah digunakan oleh suku asli Kalimantan sejak ratusan tahun yang lalu terutama pada rumah tradisional seperti Betang di Kalimantan Tengah dan Lamin di Kalimantan Timur. Sampai sekarang pemanfaatan ulin mencakup atap, lantai, kerangka jendela, jembatan, patung, ornament di depan bangunan tradisional dan kantor, turus tanaman merica dan lain-lain. Sayangnya penyebaran dan potensi di hutan alam menurun secara signifikan terutama pada tiga dekade belakangan ini dikarenakan pembalakan yang berlebihan dan kurang efektifnya penegakan hukum. Kepedulian dunia terkait dengan kelestarian jenis ini ditunjukkan melalui masuknya jenis ini dalam CITES. Berbagai pertauran juga diterapan oleh pemerintah pusat dan daerah untuk menjaga kelestariannya. Makalah ini mencoba menyajikan beberapa aspek terkait dengan Eusideroxylon zwageri I yaitu penyebaran di alam, potensi, pemanfaatan kayu ulin, pengadaan bibit dan penanaman, masalah dan kebijakan yang diperlukan. Kebijakan tersebut meliputi penanaman ulin di hutan adat, hutan lindung, taman nasional dan areal bekas tempat tumbuh aslinya.  Kewajiban menanam jenis pohon asli termasuk Eusideroxylon zwageri pada sebagian areal hutan tanaman industri (HTI) dan hutan tanaman lainnya untuk meningkatkan biodiversitas perlu didorong oleh pemerintah.