Maidar Darwis
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : FITRA

KOMPETENSI LULUSAN (OUT-PUT) PERGURUAN TINGGI AGAMA ISLAM (PTAI) DALAM MENGHADAPI ERA GLOBALISASI Maidar Darwis, M.Ag
FITRA Vol 1, No 2 (2015): Vol. 1 No. 2 Juli - Desember 2015
Publisher : STAI Tapaktuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan lulusan suatu perguruan tinggi di tengah-tengah masyarakat merupakan kebutuhan yang tidak dapat ditawar lagi, terutama dalam mensikapi arus perubahan sosial yang selalu berkembang seiring dengan dinamika masyarakat. Dalam konteks itulah, setiap lulusan PTAI dituntut untuk memiliki kemampuan responsif  terhadap fenomena sosial yang berkembang di sekitarnya. Karena itu, untuk menghadapi perkembangan era globalisasi, diperlukan kekuatan daya saing yang tangguh bagi PTAI untuk mempersiapkan kompetensi lulusannya. Kompetensi ini menyangkut penguasaan bahasa asing (Inggris, ‘Arab ataupun bahasa asing lainnya), penguasaan teknologi dan informasi, mempersiapkan jiwa kewirausahaan, penanaman nilai etos kerja yang benar, menjalin kerjasama yang baik dalam bekerja dan mampu mengekspresikan dirinya dengan baik. Untuk mempersiapkan lulusan tersebut, perlu adanya standarisasi kualitas, penerapan prinsip efisiensi, mempertahankan relevansi kurikulum, mengadakan reformasi dalam pembelajaran dan mampu menciptakan lingkungan akademis yang mendukung untuk peningkatan kualitas lulusan. Kata Kunci : Kompetensi Lulusan, PTAI, Era Globalisasi 
PARADIGMA BARU PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF PEMIKIRAN PAULO FREIRE Maidar Darwis, M.Ag
FITRA Vol 2, No 2 (2016): Vol. 2 No. 2 Juli - Desember 2016
Publisher : STAI Tapaktuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini dilatarbelakangi oleh sistem pendidikan kita saat ini, yang masih menganggap siswa bagaikan konsep sebuah “bank” (banking concept of educational), di mana anak didik diberikan ilmu pengetahuan agar daripadanya kelak diharapkan suatu hasil lipat ganda. Jadi, anak didik adalah obyek investasi dan sumber deposito potensial. Investornya adalah para guru, sementara depositnya adalah ilmu pengetahuan yang diajarkan kepada anak didik. Anak didik pun lantas diperlakukan sebagai “bejana kosong” yang akan diisi, sebagai sarana tabungan atau penanaman “modal ilmu pengetahuan” yang akan dipetik hasilnya kelak. Jadi, guru adalah subyek aktif, sedang anak didik  adalah obyek pasif yang penurut, dan diperlakukan tidak berbeda atau menjadi bagian dari realitas dunai yang diajarkan kepada mereka, sebagai obyek ilmu pengetahuan teoritis yang tidak berkesadaran. Bagi Freire, pola pendidikan semacam itu justru hanya dapat mengubah “penafsiran” seseorang terhadap situasi yang dihadapinya, tetapi tidak akan mampu mengubah “realitas” dirinya sendiri. Karena itu, fitrah manusia sejati adalah menjadi pelaku atau subyek, bukan penderita atau obyek. Manusia adalah penguasa atas dirinya, dan karena itu fitrah manusia adalah menjadi merdeka, menjadi bebas. Ini adalah tujuan akhir dari upaya humanisasi pendidikan. Kata Kunci : Konsep, Pendidikan dan Paulo Freire
MOTIVASI DOSEN DALAM MELAKUKAN KEGIATAN PENELITIAN DI SEKOLAH TINGI AGAMA ISLAM TAPAKTUAN ACEH SELATAN Maidar Darwis, M.Ag
FITRA Vol 3, No 2 (2017): Vol. 3 No. 2 Juli - Desember 2017
Publisher : STAI Tapaktuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas penelitian merupakan salah satu nafas perguruan tinggi yang membedakan dengan sekolah. Budaya meneliti ini merupakan upaya yang tak kalah pentingnya dalam upaya peningkatan kualitas dosen. Karena itu, dosen dituntut untuk memperdalam dan memperluas wawasan keilmuan, khususnya tentang metodologi penelitian, agar mereka dapat menghadapi segala perubahan di era  globalisasi ini. Dalam realitasnya, masih ditemukan adanya dosen STAI Tapaktuan, Aceh Selatan, yang mengalami kesulitan dalam melakukan kegiatan penelitian, bahkan sebagian dosen menganggap penelitian bagaikan “kartu mati,” padahal meneliti merupakan tugas pokok dosen di perguruan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosen melakukan penelitian, dipengaruhi oleh peningkatan prestasi akademik yang ingin dicapai, seperti untuk kenaikan pangkat akademik dan juga pemenuhan kebutuhan hidup (ekonomi) untuk kesejahteraan dosen yang bersangkutan, di samping faktor lain yang ikut mempengaruhinya. Kata Kunci : Motivasi, Penelitian dan Dosen STAI Tapaktuan
MODEL PENDIDIKAN BERBASIS KOMUNITAS (Sebuah Konsep Pendidikan Alternatif) Maidar Darwis, M.Ag
FITRA Vol 2, No 1 (2016): Vol. 2 No. 1 Januari - Juni 2016
Publisher : STAI Tapaktuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena mahalnya biaya pendidikan misalnya, merupakan fakta yang tak terbantahkan. Pendidikan saat ini tak lebih dari “barang mewah” yang hanya diperuntukkan bagi kaum borjuis alias berduit, sedangkan kaum miskin hanya menunggu keberuntungan untuk dapat merasakan nikmatnya pendidikan. Selama ini stigma yang terbangun di masyarakat, bahwa pendidikan yang berkualitas selalu identik dengan tingginya biaya, semakin berkualitas semakin biaya yang harus dibayar. Untuk dapat menerapkan konsep pendidikan berbasis masyarakat di sebuah kampus, tentu saja, perlu diketahui prinsip-prinsipnya, di antaranya: pembebasan, keberpihakan, partisipasi, kurikulum berbasis kebutuhan, evaluasi berpusat pada subyek didik dan percaya diri.  Pandangan inilah yang dicoba dihilangkan bahwa untuk membangun konsep pendidikan semacam ini tidaklah mesti meninggalkan kearifan lokal. Sudah saatnya kaidah-kaidah lokal diberdayakan, diolah dan dimanfaatkan melalui dunia pendidikan. Paling tidak, pendidikan semacam ini bisa dijadikan sebagai alternatif pendidikan dalam memberdayakan masyarakat lokal, khususnya di STAI Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh. Kata Kunci : Pendidikan, Komunitas dan Alternatif
KONSEP INTEGRASI KEILMUAN DALAM PERSPEKTIF PEMIKIRAN IMAM SUPRAYOGO Maidar Darwis, M.Ag; Mena Rantika, S.Pd
FITRA Vol 4, No 1 (2018): Vol. 4 No. 1 Januari - Juni 2018
Publisher : STAI Tapaktuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya dualisme dalam dunia pendidikan, yaitu pendidikan umum dan agama. Hal tersebut, jika ditelusuri melalui perspektif historis merupakan dampak dari politik etis warisan imperialis Belanda.  Hasil dari keadaan tersebut telah memunculkan kurikulum pendidikan yang memperlihatkan pemisahan antara pendidikan agama dan pendidikan umum. Karena itu, perlu adanya konsep integrasi keilmuan untuk menciptakan pribadi yang tangguh. Konsep ini, sudah ditelaah oleh beberapa pakar, di antaranya Imam Suprayogo dengan konsepnya “tarbīyah ūlūl al-bāb.” Tulisan ini, difokuskan pada konsep integrasi keilmuan dalam perspektif pemikiran Imam Suprayogo. Studi ini menggunakan pendekatan kajian pustaka dengan teknik analisis data menggunakan analisis isi (content analisis). Teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder yang relevan dengan pemikiran Imam Suprayogo tentang integrasi keilmuan. Sedangkan pemeriksaan keabsahan data dilakukan melalui cross-cheek dengan teknik triangulasi metode dan triangulasi sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep integrasi ilmu merupakan salah satu upaya Imam Suprayogo untuk mengintegrasikan dan mengkontekstualisasikan sistem pendidikan yang selama ini dikotomik yang menyebabkan lembaga pendidikan Islam berada pada posisi pinggiran. Dengan menjadikan al-Qur’ān dan Sunnah sebagai sumber konsultasi bagi cabang ilmu lainnya (grand theory), sehingga ayat-ayat qauliyah dan kauniyah dapat dipakai. Melalui program integrasi tersebut Imam Suprayogo telah berhasil membawa UIN Maliki Malang mencapai posisi puncak yang dalam proses implementasinya. Sehingga, becermin dari pengalaman tersebut di atas, agar konsep integrasi keilmuan sebagaimana yang digagas dan diterapkan oleh Imam Suprayogo tersebut dapat diimplementasikan secara nyata dalam dunia pendidikan khususnya di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Tapaktuan Aceh selatan. Kata Kunci : Konsep Integrasi, Keilmuan, Imam Suproyogo