Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Edu Geography

IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI SMA NEGERI SE-KABUPATEN SRAGEN TAHUN 2017 Arinta Yuni Astanti; Eva Banowati; Hariyanto Hariyanto
Edu Geography Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edugeo.v8i1.38497

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui implementasi pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi hasil belajar oleh guru geografi, (2) Mengetahui kesesuaian perangkat pembelajaran (silabus dan RPP) guru geografi, (3) Mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan pembelajaran menggunakan kurikulum 2013 oleh guru geografi di SMA Negeri se-Kabupaten Sragen. Populasi penelitian adalah semua guru geografi dan siswa kelas X IPS. Sampel penelitian sebanyak 15 orang guru geografi yang diambil menggunakan teknik total sampling dan 117 siswa kelas X IPS yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan metode angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan implementasi kurikulum 2013 oleh guru geografi di SMA Negeri se-Kabupaten Sragen berada pada kategori baik. Hal ini dapat dilihat dengan penyusunan RPP dan Silabus yang dilakukan oleh guru sudah sesuai dengan tuntutan yang ada dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 103 Tahun 2014. Pada proses pembelajaran guru geografi sudah menerapkan pembelajaran dengan pendekatan saintifik yang terdiri dari mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengomunikasikan. Pendekatan ini bertujuan untuk menuntun siswa secara aktif mengikuti proses pembelajaran.
PENGARUH KONDISI SOSIAL EKONOMI DAN GEOGRAFIS RUMAH TANGGA PETANI TERHADAP PENDIDIKAN ANAK DI DESA BANYUKUNING KECAMATAN BANDUNGAN KABUPATEN SEMARANG Mila Wardani; Puji Hardati; Hariyanto Hariyanto
Edu Geography Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edugeo.v8i1.38500

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kondisi sosial ekonomi dan geografis rumah tangga petani terhadap pendidikan anak di Desa Banyukuning. Populasinya adalah seluruh rumah tangga petani yang mempunyai anak usia sekolah di Dusun Krajan dan Dusun Tlogosari berjumlah 567 KK dengan sampel 15% yaitu 88 KK. Pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, teknik angket, dan teknik wawancara. Teknik analisis data menggunakan deskriptif persentase dan regresi ganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi sosial ekonomi dan geografis menunjukan adanya pengaruh terhadap pendidikan anak di desa tersebut. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan statistik regresi ganda, diperoleh nilai signifikan Fhitung =40,487 dengan nilai signifikan 0,000 sedangkan nilai probabilitasnya 0,05 maka artinya variabel kondisi sosial ekonomi dan geografis berpengaruh secara signifikan terhadap variabel pendidikan anak. Hasil output diperoleh nilai R squere sebesar 0,99, maka Ha diterima ada pengaruh kondisi sosial ekonomi dan geografis berpengaruh terhadap pendidikan anak.
Implikasi Alih Guna Lahan Pertanian Menjadi Guna Lahan Wisata terhadap Perubahan Mata Pencaharian Petani di Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang Dini Waras Wati; Hariyanto Hariyanto
Edu Geography Vol 9 No 3 (2021): Vol 9 No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Having a strategic location and the existence of an international tourist attratction, namely Borobudur Temple has caused Borobudur District to experience signifanct change in land use especialy in areas designated as SP-I including Borobudur Village and Wanurejo Village. The purpose of this researh was to determine the factors driving the conversion of agricultural land into tourism developed land and changes in famers’ livelihoods. The population in this research were farmers who used their agricultural land in Borobudur and Wanurejo villages with a sample taken by saturated sampling of 64 people. The methode of collecting data uses questionnaire instruments, interview, documentation, and observation. The technique of data analysis uses descriptive percentages. The result of this research shows that from 2008-2018 agricultural land converted into tourism developed land increased by 28,26 ha. Factors of agricultural land use change are caused by encouragement from outsiders with the lure of high prices, increasingly urgent economic need, profit capital as startup capital and unproductive land. The change of land use has implications for changes in farmers’ livelihoods, amounting to 81,26% switching livelihood in the non agricultural sector by utilizing the potential in the area so that the income earned tend to increase. Memiliki lokasi yang strategis dan keberadaan obyek wisata dikancah internasional yaitu Candi Borobudur menyebabkan Kecamatan Borobudur mengalami perubahan pemanfaatan lahan yang cukup signifikan terutama di wilayah yang telah ditetapkan sebagai SP-I meliputi Desa Borobudur dan Desa Wanurejo. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor pendorong alih guna lahan pertanian menjadi lahan terbangun wisata dan perubahan mata pencaharian petani. Populasi dalam penelitian ini yaitu petani yang mengalihgunakan lahan pertaniannya di Desa Borobudur dan Desa Wanurejo dengan sampel yang diambil secara sampling jenuh sebanyak 64 orang. Metode pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner, wawancara, dokumentasi, dan observasi. Teknik analisis data menggunakan deskriptif presentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tercatat dari tahun 2008-2018 lahan pertanian yang teralihguna menjadi lahan terbangun wisata bertambah seluas 28,26 ha. Faktor terjadinya alih guna lahan pertanian disebabkan oleh dorongan dari pihak luar dengan iming-iming harga tinggi, kebutuhan ekonomi yang kian mendesak, modal keuntungan sebagai modal usaha dan lahan yang sudah tidak produktif. Alih guna lahan berimplikasi terhadap perubahan mata pencaharian petani, sebesar 81,26% beralih mata pencaharian di sektor non pertanian dengan memanfaatkan potensi yang ada di daerah tersebut sehingga pendapatan yang diperoleh cenderung meningkat.