Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN Bacillus aryabhattai TERHADAP PENINGKATAN POPULASI BAKTERI PENAMBAT N SIMBIOTIK DAN PENINGKATAN PRODUKSI TANAMAN BAWANG DAUN Sri Wahyuni; Paradifan; Asep Kurnia; Indratin
JURNAL LITBANG PROVINSI JAWA TENGAH Vol 16 No 2 (2018): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang daun merupakan salah satu komoditas sayuran yang mempunyai nilai ekonomi tinggi dan sangat disukai oleh masyarakat. Pemasaran daun bawang ini sudah sampai mancanegara. Untuk meningkatkan produksi maka perlu sentuhan teknologi, sehingga permintaan pasar dapat terpenuhi. Teknologi yang digunakan salah satunya adalah menambahkan bakteri dalam budidaya tanamannya. Bacillus aryabhattai adalah bakteri yang cepat berkoloni pada akar tanaman inang, meningkatkan pertumbuhan tanaman, meningkatkan ketersediaan nutrisi yang cukup baik, dan mempunyai efek antagonis pada patogen tanaman. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh Bacillus aryabhattai dalam meningkatkan populasi bakteri penambat N simbiotik dan meningkatkan produksi tanaman. Penelitian ini dilaksanakan dirumah kasa dan laboratorium terpadu Balai Penelitian Lingkungan Pertanian. Tanah yang digunakan adalah tanah andosol dari Kecamatan Kaliangkrik Kabupaten Magelang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2016 s/d Maret 2017. Rancangan penelitiannya adalah rancangan acak kelompok dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuannya meliputi kontrol (D1), Bacillus aryabhattai (D2), POC (D3), Trichoderma (D4). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan D2 memiliki populasi bakteri yang tinggi dan berpengaruh positif terhadap tinggi tanaman, panjang akar, berat akar dan produksi bawang daun. Kesimpulan pemberian Bacillus aryabhattai memberikan pengaruh besar dalam memperbanyak populasi bakteri penambat N simbiotik, sehingga meningkatkan produksi tanaman daun bawang
IDENTIFIKASI CEMARAN INSEKTISIDA PROFENOFOS DARI LAHAN BAWANG MERAH DI KABUPATEN BREBES Sri Wahyuni; Indratin; Poniman; Asep Nugraha Ardiwinata
JURNAL LITBANG PROVINSI JAWA TENGAH Vol 17 No 2 (2019): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36762/jurnaljateng.v17i2.800

Abstract

Penggunaan pestisida cukup tinggi dan berlebihan, disinyalir telah mencemari lahan bawang merah di Kabupaten Brebes. Dampak negatif penggunaan pestisida sudah dirasakan oleh petani, namun perilaku dan tata cara penggunaan pestisida belum banyak berubah. Sekolah lapang pengendalian hama terpadu telah dilaksanakan dan subsidi pestisida juga sudah dicabut, namun kenyataan di lapangan penggunaan pestisida terus meningkat. Residu pestisida yang terakumulasi di lahan pertanian diyakini sebagai penyebab menurunnya tingkat kesuburan tanah. Akibat dari penggunaan pestisida yang berlebih perlu dilakukan pengendalian pencemaran lingkungan sebagai wujud program keamanan pangan nasional. Sebelum dilakukan pengendalian perlu dilakukan identifikasi cemaran. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi cemaran profenofos yang yang ada di lahan bawang merah Kabupaten Brebes. Penelitian dilaksanakan di lapang dan laboratorium. Penelitian lapang dilaksanakan di Kabupaten Brebes Jawa Tengah dan analisa residu pestisida dilakukan di laboratorium terpadu Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan). Kegiatan ini berlangsung dari bulan Februari hingga April 2018. Metode yang dilakukan adalah metode survey dan wawancara petani dalam pengambilan sampel di lapang. Sampel tanah diambil dari 18 titik sampling yang berlokasi di 8 Kecamatan di Kabupaten Brebes. Dalam 1 titik sampel diambil secara komposit dari 5 titik sampling. Sampel tanah dilahan bawang merah yang diperoleh dari lapangan masing-masing diuji residu insektisida profenofos menggunakan metode Quecher. Hasil penelitian menunjukkan dari 18 titik sampel tanah yang diambil, terdeteksi cemaran insektisida profenofos sebanyak 17 sampel (94,44%) dengan konsentrasi <LOD – 0,510 ppm dengan BMR 0,30 ppm.
PUPUK ORGANIK CAIR DARI LIMBAH PERTANIAN DAPAT MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KEDELAI EDAMAME Sri Wahyuni; Indratin
JURNAL LITBANG PROVINSI JAWA TENGAH Vol 18 No 2 (2020): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36762/jurnaljateng.v18i2.833

Abstract

Edamame soybean is highly nutritious and good for health. People started consuming soy a long time ago and it has high economic value. In crop cultivation, fertilizers are surely needed as plant nutrition. The difficulty in getting fertilizers can be solved by using agricultural wastes that are around us to be used as fertilizer solutions for plants. One way to increase soybean production is by utilizing liquid organic fertilizer (LOF). LOF can be used to increase soybean production. This organic fertilizer is a solution to replace the function of legumes in nutrient intake. The study used a completely randomized design (CRD) with 3 treatments; 1) LOF A (cow urine, sludge, husk ash, water, banana bunch, microbes); 2) LOF B (cow urine, sludge, husk ash, water); 3) LOF market and repeated 6 times. This study aims to obtain detailed information on the growth and increased in soybeans production by utilizing liquid organic fertilizer. Plants are sprayed evenly on the surface of the leaves every 1 week. The research was carried out in the Jakenan Experimental Garden Greenhouse from July - September 2020. The plant is used as edamame beans. The basic fertilizer used organic cow manure as much as 5 tons ha-1 which its application is used to cover soybean seeds when planting. The results showed that the use of liquid organic fertilizer enriched with microbes increased plant height, pod number, stover weight, and pod weight. Liquid organic fertilizer is one of the fertilization solutions for soybeans/beans.
Nitrous Oxide (N2O) Emission And Agronomic Character On Different Green Bean Varieties (Vigna radiata L.) In Upland Eni Yulianingsih; Rina Kartikawati; Sri Wahyuni
Agric Vol. 31 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/agric.2019.v31.i2.p103-111

Abstract

Cultivation activities on mug bean lands have the potential to cause N2O emissions. Efforts to reduce N2O emissions through the selection of low-emission mug bean varieties. The study was conducted at the Experimental Garden of the Agricultural Environment Research Institute, Jaken, Pati, Central Java, in July 2018 until October 2018. The experimental design used was a randomized block design with six replications and four mug bean varieties: (1), Gronong (2), Menthik (3), PB and (4), Vima 3. Parameters measured were flux and N2O emissions, plant height, number of leaves, number of branches, leaf greenery, weight of 100 seeds, yield of dry beans per tile, and yields. The results of the analysis showes that PB varieties produced N2O emission values for the lowest 1 (one) growing season of 0.17 kg ha-1season-1. Meanwhile, from the results of productivity, the Menthik variety has the highest average yield of dried seeds, which is 1.38 tons ha-1. PB varieties have a higher average weight of 100 seeds (6.28 grams 100 seeds-1). So, in mung bean varieties that produce low emissions, not necessarily have high productivity as well. Greenhouse gas mitigation strategies, especially to reduce N2O emissions can be done by selecting varieties, balanced by good soil treatment, and effective and efficient fertilization.