Kesenian Arja Negak di Radio Republik Indonesia Denpasar pertama kali muncul pada tahun 1958 yang dihimpun dalam wadah Keluarga Kesenian Bali (KKB). Arja Negak adalah arja yang ketika pentas para pemainnya tidak melakukan aktivitas menari, tetapi duduk bersama memerankan tokoh yang diperankan dalam lakon. Dalam memerankan tokoh yang diperankan itu tidak terlepas dari pakem pengarjaan seperti struktur pemain yang terdiri dari 12 tokoh atau lebih dan lakon-lakon yang ditampilkan berasal dari cerita Panji (Malat). Lakon Rareangon merupakan salah satu bagian dari cerita Panji. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini ada tiga yaitu; 1) bagaimanakah struktur lakon Rareangon dalam Arja Negak pada Programa 4 Budaya di Radio Republik Indonesia Denpasar?, 2) apakah fungsi lakon Rareangon dalam Arja Negak pada Programa 4 Budaya di Radio Republik Indonesia Denpasar?, 3) nilai-nilai pendidikan agama Hindu apa saja yang terkandung pada lakon Rareangon dalam Arja Negak Programa 4 Budaya Radio Republik Indonesia Denpasar?. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui Lakon Rarengon dalam Arja Negak pada Programa 4 Budaya RRI Denpasar karena mengandung nilai-nilai pendidikan agama Hindu serta menumbuh kembangkan pelestarian budaya Bali. Manfaat penelitian sebagai salah satu sumber informasi tentang kajian analisis Lakon Rareangon dalam Arja Negak pada Programa 4 Budaya RRI Denpasar serta diharapkan dapat meningkatkan wawasan dan pemahaman tentang pendidikan agama Hindu, seni, dan budaya. Teori yang dipergunakan dalam menganalisis permasalahan tersebut adalah; teori wacana, teori fungsionalisme struktural, dan teori nilai. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu : observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Penentuan informan dilakukan secara purposive sampling dan teknik analisis data dilakukan dengan analisis deksriptif kualitatif dengan tahap yang digunakan berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis dari lakon Rareangon dalam Arja Negak pada Programa 4 Radio Republik Indonesia Denpasar dalam penelitian ini membahas mengenai struktur Lakon Rareangon meliputi; sinopsis Lakon Rareangon, babak Lakon Rareangon yang terdiri dari tujuh babak, adegan lakon Rareangon meliputi; adegan ngugal, adegan pangipuk, adegan tetangisan, adegan pasiat, dan adegan pangkat. Analisis struktur formal Lakon Rareangon meliputi; tema, tokoh dan penokohan, plot/alur, dan latar/setting. Ditinjau dari segi fungsi, lakon Rareangon dalam Arja Negak pada Programa 4 Radio Republik Indonesia Denpasar memiliki fungsi pendidikan sraddha, fungsi ajakan berbuat baik, fungsi estetis, fungsi pelestarian budaya dan fungsi hiburan yang merujuk pada teori fungsional struktural. Hasil terakhir dalam penelian ini membahas nilai-nilai pendidikan agama Hindu pada lakon Rareangon dalam Arja Negak Programa 4 Budaya yaitu meliputi; nilai Estetika, nilai Tri Hita Karana, nilai Putra Sesana, nilai Etika/Susila, dan nilai Kepemimpinan dengan konsep Asta Brata. Melalui fungsi dari nilai-nilai pendidikan agama Hindu yang terdapat dalam Lakon Rareangon dalam Arja Negak diharapkan dapat menjadi tuntunan kepada umat manusia dalam menjalankan kehidupan berdasarkan swadharma masing-masing. Kata Kunci : Lakon Rareangon, Arja Negak