Hafshah Nurul Afifah
PT. Cendo Pharmaceutical Industries, Bandung, Jawa Barat

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Antibiotik Pemicu Fotosensitivitas Obat yang Harus Diketahui Apoteker Hafshah Nurul Afifah
Majalah Farmasetika Vol 1, No 2 (2016): Vol. 1, No. 2, Tahun 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.331 KB) | DOI: 10.24198/farmasetika.v1i2.9710

Abstract

Reaksi fotosensitivitas merupakan efek samping yang umum terjadi dari banyak obat, meliputi agen-agen antimikroba, obat-obat anti-inflamasi non-steroid, diuretik, dan kemoterapetik. Obat yang dapat menimbulkan reaksi fotosensitivitas dapat berupa obat bersifat sistemik ataupun topikal. Area tubuh yang paling sering mengalami reaksi fotosensitivitas adalah area yang sering terpapar cahaya, seperti wajah, area tengkuk, kaki bagian depan, dan lengan bagian belakang. Obat antibiotik yang menimbulkan fotosensitivitas diantaranya fluorokuinolon, turunan tetrasiklin, turunan sulfonamid. Apoteker harus mampu memberikan konseling yang benar pada pasien mengenai penggunaan antibiotik-antibiotik tersebut.
Otulipenia, Penyakit Inflamasi Baru yang Mematikan dan Menyerang Anak-Anak Hafshah Nurul Afifah
Majalah Farmasetika Vol 1, No 3 (2016): Vol. 1, No. 3, Tahun 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.823 KB) | DOI: 10.24198/farmasetika.v1i3.9723

Abstract

Sekelompok peneliti menemukan suatu kondisi inflamasi baru yang disebut otulipenia yang umumnya menyerang anak-anak dibawah 12 tahun. Penyakit langka dan sering kali mematikan ini menyebabkan kegagalan fungsi otulin, suatu gen tunggal pada kromosom 5. Kelompok peneliti ini menemukan keabnormalan gen otulin pada 4 anak dari keluarga Pakistan dan Turki yang mengalami ruam kulit dan peradangan sendi yang tidak dapat dijelaskan. Selain menemukan kategori baru penyakit inflamasi pada manusia yang disebabkan oleh kegagalan ubiquitinasi, peneliti juga merekomendasikan hasil penelitian yang dapat mendorong pengembangan terapi baru untuk pasien penderita penyakit inflamasi dalam rentang yang luas.