Rusydina Sabila
Program Studi Sarjana, Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Keringat Berlebih? Atasi dengan Terapi Iontophoresis Alyanada Nurafifah; Danaparamita Bashirah; Rusydina Sabila; Sri Indrayani
Majalah Farmasetika Vol 3, No 2 (2018): Vol. 3, No. 2, Tahun 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmasetika.v3i2.21619

Abstract

Berkeringat merupakan salah satu cara tubuh untuk menyesuaikan suhu. Apabila suhu lingkungan di sekitarnya lebih rendah dari suhu kulit, maka pengeluaran panas akan meningkat, sedangkan jika suhu lingkungan di sekitarnya lebih panas, maka kelenjar keringat akan diaktifkan dan keringat yang keluar dapat menyebabkan suhu kulit menurun. Kini telah ditemukan sebuah metode terapi yang mudah, tanpa menggunakan suntikan, laser, maupun operasi yaitu hanya dengan mengalirkan arus listrik ke kulit. Terapi ini disebut dengan iontophoresis atau terapi stimulasi listrik. Terapi ini dapat mengurangi keringat berlebih dengan cara memberi rangsangan berupa listrik pada kulit sehingga mengganggu kerja kelenjar keringat dan mengurangi sekresi keringat.  Selain untuk mengurangi produksi keringat, Iontophoresis juga dapat bermanfaat untuk mengatasi masalah lain seperti inflamasi, kejang otot, luka yang terbuka, dan lain sebagainya. Hal tersebut berdasarkan pada larutan atau obat yang digunakan. Namun, perlu diperhatikan penggunaannya pada wanita hamil, seseorang dengan implan logam (penggantian sendi), seseorang dengan epilepsi dan seseorang dengan kondisi jantung, atau epilepsi tidak disarankan untuk menggunakan alat iontophoresis.Kata kunci : Iontophoresis, keringat, kulit