Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengguanan Tingkat Tutur Bahasa Jawa Pada Komunitas Pasar Krempyeng Pon-Kliwon di Desa Ngilo-ilo Kabupaten Ponorogo (Kajian Sosiolinguistik) Mega Nur Azila; Ika Febriani
Metahumaniora Vol 11, No 2 (2021): METAHUMANIORA, SEPTEMBER 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v11i2.34998

Abstract

ABSTRAKBahasa Jawa merupakan bahasa daerah masyarakat suku Jawa. Bahasa Jawa terdiri atas dua tingkat tutur yaitu ngoko dan krama. Penggunaan bahasa Jawa dilakukan dalam proses transaksi jual beli pada komunitas pasar Krempyeng Pon-Kliwon di Desa Ngilo-Ilo, Kabupaten Ponorogo. Penggunaan dua tingkat tutur bahasa Jawa tersebut karena masyarakat setempat masih banyak yang tidak mampu berbahasa Indonesia. Demi mencapai kesepemahaman maksud, penjual maupun pembeli menggunakan bahasa Jawa sesuai dengan tingkat tutur yang diperlukan. Berdasarkan hal tersebut, dilakukan penelitian mengenai penggunaan tingkat tutur bahasa Jawa pada komunitas pasar Krempyeng Pon-Kliwon beserta fungsinya menggunakan kajian sosiolinguistik dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Adapun datanya berupa percakapan penjual maupun pembeli yang ada pada komunitas pasar Krempyeng Pon-Kliwon dan sumber data diperoleh dari  pasar Krempyeng Pon-Kliwon di desa Ngilo-Ilo, Kabupaten Ponorogo. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik simak, libat cakap, teknik pancing, dan teknik transkripsi yang didokumentasikan dengan teknik rekam dan catat. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Setelah melalui tahap pra penelitian, penelitian, dan pasca penelitian, maka uji keabsahan data yang dilakukan adalah dengan menggunakan triangulasi waktu yaitu dengan membandingkan hasil penelitian dari waktu yang berbeda. Simpulan dari penelitian yang dilakukan yaitu, pada saat transaksi jual beli komunitas pasar Krempyeng Pon-Kliwon di Desa Ngilo-Ilo, Kabupaten Ponorogo menggunakan bahasa Jawa ngoko dan krama. Bahasa Jawa ngoko berfungsi sebagai alat komunikasi dengan keakraban yang tidak berjarak, sedangkan bahasa Jawa krama berfungsi untuk berkomunikasi dengan memberikan penghormatan terhadap mitra tutur.Kata kunci: Bahasa Jawa, Pasar, Pon-Kliwon dan Sosiolinguistik.
FILM WEDDING AGREEMENT KARYA ARCHIE HEKAGERY (KAJIAN SEMIOTIKA ROLAND BARTHES) Siti Fatimaturrohmah; Ika Febriani
Bahterasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2021): Agustus
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.431 KB) | DOI: 10.30596/bahterasia.v2i2.8008

Abstract

Film merupakan suatu potret kehidupan nyata seseorang yang dilukiskan dalambentuk audio visual. Pada tayangan film tersimpan pesan yang diwujudkan dengan tandanonverbal yang mengandung sebuah makna. Penelitian ini menggunakan objek filmberjudul Wedding Agreement karya Archie Hekagery sebagai sumber data denganmenggunakan teori semiotika Roland Barthes untuk mengkaji makna denotasi, maknakonotasi, dan makna mitos. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan maknadenotasi, makna konotasi, dan makna mitos pada film Wedding Agreement karya ArchieHekagery. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Datayang dikumpulkan menggunakan teknik simak, teknik dokumentasi, dan teknik pustaka.Analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, serta penarikan simpulandan verifikasi. Teknik keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber yangdilakukan dengan cara mencari data dari satu sumber untuk dibandingkan dengan data darisumber lain. Hasil penelitian menunjukkan (1) makna denotasi pada film WeddingAgreement digambarkan secara apa adanya kehidupan pasangan suami istri yang menjalanipernikahan atas dasar perjodohan, (2) makna konotasi pada film Wedding Agreementdiperoleh dengan mencari makna tanda nonverbal berupa bahasa tubuh, ekspresi wajah,latar tempat dan objek, (3) makna mitos pada film Wedding Agreement diperoleh denganmenganalisis tanda-tanda nonverbal berupa adegan-adegan, ketika acara pernikahanberlangsung, sampai pada keadaan rumah tangga pasangan pengantin kemudian dikaitkandengan kebudayaan atau ideologi yang berlaku di kalangan masyarakat.
NILAI RELIGIOSITAS DALAM NOVEL HOMOSEKS KETEMU TUHAN KARYA RINI KRISTINA Ika Febriani
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua Vol 6, No 2 (2021): Metalingua, Edisi Oktober 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/metalingua.v6i2.12243

Abstract

Novel Homoseks Ketemu Tuhan menceritakan tentang seorang sang tokoh utama terdampar di desa tersebut. Ia menjalani detik-detik hidup di dukuh larangan. Ia terjebak, masuk dalam arus hidup yang tak pernah diduga sebelumnya. Perjalanan hidupnya yang berliku memiliki banyak kisah untuk diceritakan. Tokoh utama itu menjalani aktivitas sehari-hari sebagai guru mengaji bagi anak-anak dan orangtua di desa tersebut. Ia seolah menjadi cahaya dalam kegelapan dusun itu. Akhirnya waktu berjalan terus hingga ia terbebas lepas dari kebiasaan buruknya sebagai seorang homoseks. Hal itulah kemenarikan novel Homoseks Ketemu Tuhan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan nilai religiositas dalam novel Homoseks Ketemu Tuhan karya Rini Kristina berdasarkan fungsinya untuk memengaruhi pembaca dalam segi religi. Digunakan nilai religiositas dalam menganalisis novel ini. Dalam metode penelitian digunakan pendekatan kualitatif dengan teknik deskriptif. Hasil penelitian ini adalah nilai religiositas yang mencolok dalam novel Homoseks Ketemu Tuhan karya Rini Kristina ini adalah panggilan agar pembaca menyadari hidupnya sebagai makhluk yang lemah, yang mau berserah diri kepada Allah, Sang Pencipta. Khususnya kepada orang yang termasuk kaum homoseks atau lesbian agar sadar untuk kembali kepada fitrahnya. 
GANGGUAN FONOLOGI PADA ANAK TUNARUNGU DI SLB AB KEMALA BHAYANGKARI 2 GRESIK Maylina Alvi Rosidah; Ika Febriani
Artikulasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakNeurolinguistik merupakan bidang kajian ilmu linguistik yang membahas mengenai struktur otak yang dimiliki seseorang untuk merespons bahasa. Fonologi adalah ilmu yang mempelajari bunyi bahasa. Bahasa memiliki fungsi yang sangat erat kaitannya dalam kehidupan. Proses pembelajaran bahasa di sekolah merupakan sumber utama seseorang agar berbahasa dengan baik bagi anak yang memiliki kekurangan ataupun tidak. Anak tunarungu memiliki tingkat kesulitan dalam pembelajaran bahasa. Anak tunarungu memiliki gangguan pendengaran dan mekanisme berbicara yang menyebabkan ia sulit menggunakan bahasa dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan berbahasa anak tunarungu serta mendeskripsikan bentuk gangguan fonologi yang terjadi pada anak tunarungu di SLB AB Kemala Bhayangkari 2 Gresik. Penelitian ini menggunakan teori neurolinguistik yang di dalamnya mengkaji tentang hubungan fungsi otak manusia dengan proses mengolah bahasa. Apabila seseorang tidak dapat berbahasa dengan baik dapat dikatakan ia memiliki gangguan yang mencakup gangguan pendengaran serta mekanisme berbicara. Metode Penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi, teknik rekam, dan teknik simak catat. Setelah data terkumpul kemudian data dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan  simpulan. Teknik keabsahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi  sumber dan triangulasi teknik guna menguji kreadibilitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:  (1) 10 peserta didik tunarungu di SLB AB Kemala Bhayangkari 2 memiliki kemampuan berbahasa yang rendah, (2) terdapat gangguan fonologi yang terjadi pada 10 peserta didik tunarungu yang mencakup omisi, adisi, dan substitusi pada kontoid dan vokoid. Kata Kunci : gangguan fonologi, neurolinguistic, tunarungu AbstractNeurolinguistics is a branch of linguistics discussing the structure of one’s brain to respond to language. Meanwhile, phonology is the study of the sounds of language. Language has functions very closely related to life. Language learning process at school is the main education for normal or disabled children to learn to speak well. Deaf children have difficulty in language learning. Deaf children have hearing problems and speech mechanisms that make it difficult for them to use language well. The purpose of this study is to describe the language skills of deaf children and to describe the forms of phonological disorders among deaf children at SLB AB Kemala Bhayangkari 2 Gresik. This research was based on neurolinguistic theory examining the relationship between human brain function and language processing. If a person cannot speak well, it can be said that he has a disorder that includes hearing loss and speech mechanisms. The research method used was descriptive qualitative. Data was collected by using documentation, recording, and note-taking techniques. After collected, data were analyzed through data reduction, data presentation, and drawing conclusion phases. Data validity technique was ensured due to source triangulation and technical triangulation to test the credibility of the data. The results showed that: (1) 10 deaf students at SLB AB Kemala Bhayangkari 2 had low language skills, (2) there were phonological disorders among 10 deaf students, including omission, addition, and substitution in contoid and vocoid.Keywords: phonology, neurolinguistic, deaf