Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI BAHAN TAMBAH TERHADAP AGREGAT KASAR DALAM CAMPURAN BETON NORMAL Nawati Nawati; Tumingan Tumingan; Rafian Tistro
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3, No 1 (2019): JTS Teknologi Sipil
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v3i1.2760

Abstract

Beton merupakan salah satu bahan kontruksi struktur jalan, jembatan dan bangunan lainnya. Penelitian ini menggunakan tempurung kelapa dipecah secara manual sebagai pengganti agregat kasar batu pecah ½ . Pemilihan tempurung kelapa sebagai bahan campuran beton karena strukturnya yang keras, tahan air, tidak fleksibel dan tidak mudah dibentuk sehingga mampu mempertahankan kekuatannya sendiri. Kekuatan yang dimiliki tempurung kelapa diharapkan dapat mempertahankan atau bahkan meningkatkan nilai kuat tekan dan kuat tarik belah beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tempurung kelapa terhadap nilai kuat tekan dan kuat tarik belah dalam campuran beton normal. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa penambahan tempurung kelapa sebesar 2,5% dapat meningkatkan nilai kuat tekan beton sebesar 7,7% dari beton normal. Sedangkan pada kuat tarik belah beton penambahan tempurung kelapa belum mempengaruhi kuat tarik hingga umur pengujian 28 hari, setelah umur beton 56 hari penambahan tempurung kelapa dengan kadar 2,5% dapat meningkatkan nilai kuat Tarik belah sebesar 0,08 MPa atau 1,7 % dari beton normal.Kata kunci : Tempurung Kelapa, Kuat Tekan Beton, Kuat Tarik Belah Beton.
OPTIMALISASI PEMANFAATAN AIR HUJAN MELALUI PEMBUATAN ALAT PEMANEN AIR HUJAN DI MUSOLLA AL-MAHMUDI GANG WARNA WARNI Dwi Yuliasari; Dinar Yoga Hanggung Legowo; SSN. Banjarsanti; Rafian Tistro; Daru Purbaningtyas; Kukuh Prihatin; Freddy Barus
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.42216

Abstract

Air merupakan elemen penting yang sangat dibutuhkan oleh semua makhluk hidup. Dibutuhkan ketersediaan air dalam jumlah dan kualitas yang memadai untuk menjaga keberlangsungan ekosistem dan kesejahteraan manusia. Namun, tantangan besar muncul karena ketersediaan air yang semakin menipis akibat pencemaran dan perubahan iklim yang merusak siklus alamiah air. Musolla Al-Mahmudi Gang Warna Warni berada di dataran tinggi yang mengakibatkan air PDAM sulit untuk naik, yang menyebabkan musolla tersebut kesulitan mendapatkan air bersih untuk kegiatan sehari-hari Salah satu cara untuk menanggulangi kekurangan air bersih adalah memanfaatkan air hujan dengan cara membuat sistem pemanen air hujan (PAH). Konsep ini mengedepankan pelestarian air tanah melalui pengumpulan dan pemanfaatan air hujan, terutama untuk sanitasi. Cara ini merupakan salah satu solusi kekurangan air bersih di Kota Samarinda yang belum terjangkau oleh PDAM ataupun daerah yang kesulitan mendapat air bersih karena kurangnya distribusi PDAM.
INSTALASI PIPA AIR BERSIH: PENINGKATAN SANITASI SDN 018 KUTAI LAMA, KALIMANTAN TIMUR Dwi Yuliasari; Rafian Tistro; Daru Purbaningtyas; Freddy Barus; Ayu Kahira Zakiyah; Shandy Nafis Hidayat
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.52585

Abstract

Akses terhadap air bersih merupakan prasyarat fundamental bagi kesehatan dan kualitas lingkungan belajar. SDN 018 Desa Kutai Lama, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, masih menghadapi kendala signifikan dalam pemenuhan kebutuhan air bersih yang stabil dan higienis, yang berdampak langsung pada sanitasi dan kesehatan warga sekolah. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk merancang, menginstalasi, dan mengoperasikan sistem jaringan perpipaan air bersih yang efisien dan berkelanjutan di SDN 018 Desa Kutai Lama. Tujuan utamanya adalah memastikan ketersediaan air bersih yang memadai untuk mendukung kegiatan sanitasi sekolah dan meningkatkan derajat kesehatan lingkungan. Metode pelaksanaan PkM ini meliputi tiga tahapan utama: (1) Survei dan Desain Teknis, mencakup pengukuran sumber air, penentuan titik distribusi, dan perancangan skema jaringan pipa; (2) Instalasi Fisik, yaitu pemasangan pipa utama dan pipa distribusi ke toilet dan fasilitas cuci tangan; serta (3) Edukasi dan Pelatihan kepada guru dan komite sekolah mengenai perawatan dan pemeliharaan sistem perpipaan. Hasil dari kegiatan ini adalah terwujudnya instalasi sistem perpipaan air bersih yang mampu menyalurkan air bersih ke seluruh fasilitas sekolah. Implementasi ini berhasil meningkatkan kapasitas dan kualitas sanitasi sekolah, terlihat dari peningkatan frekuensi mencuci tangan. Secara umum, PkM ini memberikan dampak positif langsung dalam mendukung lingkungan belajar yang sehat dan berkelanjutan bagi siswa dan guru SDN 018 Kutai Lama