Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Metahumaniora

Pemberitaan Aksi Massa Pasca Kematian George Floyd oleh Media Daring New York Post dan CNN: Analisis Wacana Framing I Gede Agus Sastrawan
Metahumaniora Vol 12, No 1 (2022): METAHUMANIORA, APRIL 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v12i1.37836

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis berita yang dimuat oleh New York Post dan CNN terkait aksi massa pasca kematian George Floyd (46). Peristiwa ini menarik perhatian berbagai kalangan di seluruh belahan dunia karena dua hal: (1) pembunuhan yang dilakukan oleh pihak kepolisian masif terjadi di Amerika. Tercatat 5000 lebih korban meninggal oleh polisi Amerika, menurut The Washington Post pada statistik yang berjudul Fatal Force. Oleh karena topik ini menarik perhatian massa, banyak media mulai memberitakannya. Namun bahasa tidak digunakan secara transparan dan objektif oleh media. Hal ini menyebabkan media dikatakan memiliki ideologi dalam penyampaian informasi. Untuk menguak fenomena kebahasaan dalam media, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif serta aplikasi Lexico untuk melihat frekuensi kata yang digunakan. Data penelitian ini bersumber pada NY Post & CNN dan dianalisis menggunakan model framing Pan dan Kosicki: struktur sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Hasilnya menunjukan bahwa NY Post cenderung berpihak kepada instasi negara, sedangkan CNN berfokus pada paham kemanusian dan solidaritas