This Author published in this journals
All Journal Metahumaniora
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kosmopolitanisme dalam Majalah Penghiboer di Awal Abad Ke-20 Ari J. Adipurwawijdana
Metahumaniora Vol 8, No 1 (2018): METAHUMANIORA, APRIL 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v8i1.18881

Abstract

AbstrakSejarah kesusastraan Indonesia lazim dipandang memiliki awalnya denganterbitnya karya-karya yang diterbitkan dan dipromosikan Balai Pustaka sebagai bagiandari program otoritas kolonial Belanda dalam konteks Politik Etis. Namun, pandanganyang Balai Pustaka-sentris semacam ini mengabaikan aktivitas penulisan dan penerbitanyang dilakukan pihak swasta di berbagai kota selain Batavia. Tulisan ini bertujuanmenunjukkan betapa wawasan kelas menengah terdidik di Hindia Belanda pada awal abadkedua puluh melampaui yang direfleksikan dalam karya-karya terbitan Balai Pustaka.Untuk mencapai tujuan ini, diterapkan kajian materialis kultural yang memandangteks sastra maupun non-sastra sebagai bagian dari ekonomi dan kebudayaan material.Dengan berfokus pada majalah Penghiboer, yang terbit di Palembang, akan tampakbetapa warga kelas menengah Hindia-Belanda memiliki kehidupan yang kosmopolitan,yang memandang dirinya merupakan bagian dari masyarakat dunia, dan, karena itupula, menunjukkan ambivalensi dalam menyajikan identitas nasional.Kata kunci: Penghiboer, bacaan populer, majalah, Hindia Belanda, materialisme kulturalAbstractIndonesian literary history is commonly viewed to have had its beginnings in thepublication and promotion of works by Balai Pustaka as a part of the program of the Dutchcolonial authority under the auspices of the Ethical Policy. However, such Balai Pustaka-centricperspective often ignores the writing and publications carried out by the private sector in variouscities other than Batavia. This piece aims at exposing how the world view of the educated middleclass in the Dutch-Indies in the early twentieth century had gone beyond what is reflected in theworks published by Balai Pustaka. To achieve this objective,the cultural materialist approachis employed, which views literary and non-literary texts as apart of the economy and materialculture. Focusing on the magazine Penghiboer, published in Palembang, it will be apparenthow the members of the middle class in the Dutch Indies lived lives in the view that they were apart of a global society, and, therefore, also shows ambivalence in presenting national identity.Keywords: Penghiboer, popular reading, magazines, Dutch Indies, cultural materialism
Perpindahan dan Perubahan : Transportasi dalam Struktur Naratif Riwayat Perjalanan ke Amerika di Era Viktorian Ari J. Adipurwawijdana
Metahumaniora Vol 7, No 1 (2017): METAHUMANIORA, APRIL 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v7i1.19994

Abstract

ABSTRAKRiwayat yang disajikan penulis Britania era Viktorian tentang perjalannnya ke Amerikamengasumsikan adanya sebuah jaringan prasarana transportasi. Sistem transportasiterkait dengan riwayat perjalanan (travel narrative) dalam tiga hal, yaitu (1) sebagaibasis material bagi perjalanan, (2) sebagai substruktur riwayat, dan (3) sebagai pokokpembicaraan dalam riwayat itu sendiri. Buku Domestic Manners of the Americans (1832)merupakan model bagi cara infrastruktur transportasi menentukan aspek naratologis,yaitu urutan dan perspektif dalam struktur naratif riwayat perjalanan. Karya tersebut jugamenyajikan transportasi sebagai pokok pembicaraan dalam teksnya itu sendiri walaupun tidaksejauh sebagaimana yang tampak pada The Amateur Emigrant (1895) karya Robert LouisStevenson. Dalam hal ini, The American Scene (1907) karya Henry James juga relevankarena, walaupun tidak secara gamblang membicarakan transportasi sebagai topik dantidak pula menampakkan ciri-ciri riwayat perjalanan, karya tersebut merepresentasicara wawasan Britania-Amerika trans-Atlantik dianggap sebagai sesuatu yang lumrah.Wawasan ini juga memandang menganggap perjalanan trans-Atlantik sebagai semacamperjalanan menembus waktu, yang menunjukkan ketidaknyaman para penulis Britaniaabad kesembilanbelas terhadap transformasi sosial ke masyrakat demokratis yangdirepresentasi secara metaforis oleh pemahaman mereka tentang Amerika.Kata kunci: catatan perjalanan Viktorian, transportasi, wisataABSTRACTNarratives presented by Victorian British writers about their travels to America assume theavailability of a transprtation infrastructure system. Such a system is related to the travelnarrative in three things, namely, (1) as a material base for travel, (2) as a narrative substructurehistory, and (3) as the subject-matter of the narratives. Fanny Trollope’s Domestic Mannerof the Americans (1832) is a model for the way transportation infrastructure determinesnarratological aspects, namely order and perspective in the structure of the travel narrative.The piece also presents transportation as a subject-matter in its text although it does notgo so far as do Robert Louis Stevenson’s The Amateur Emigrant (1895). In discussingtransportation Henry James’ The American Scene is also relevant because, despite it’s notexplicitly speaking of transportation as a topic nor does it show the convential characteristicsof the travel narrative, the work represents a British-American trans-Atlantic world viewas a given. This world view also considers trans-Atlantic travels as a kind of voyage acrosstime, implying the discomfort of nineteenth-century British writers concerning the socialtransition into a democratic society represented by America as a metaphor.Keywords: Victorian travel narrative, transportation, tourism