p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Dialektika
mohamad jazeri jazeri
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

RAGAM BAHASA DALAM TRANSAKSI JUAL-BELI DI PASAR BERINGHARJO YOGYAKARTA mohamad jazeri jazeri; Dian Nita Zullina; Siti Zumrotul Maulida
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, NO 1 (2019)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2950.487 KB) | DOI: 10.15408/dialektika.v6i1.9622

Abstract

Abstract: This article aims to describe the variety of languages used by sellers and buyers in buying and selling transactions at Beringharjo market, Malioboro, Yogyakarta. This research is a qualitative research with a Sociolinguistic approach. The data of this research is a variety of languages spoken by sellers and buyers in buying and selling transactions. Data is collected by video recording techniques which are then transcribed. Data analysis is carried out based on various language theories and mixed code by Fishman. Based on the results of the data analysis it is known that (1) the trading transactions in Beringharjo market are done by bargaining for goods which leads to agreement and disagreement, (2) the variety of speech used by traders includes unstandardized variety of Indonesian, Ngoko Alus variant Javanese, and the diverse Javanese language of Ngoko Lugu, and (2) the variety of speech used by buyers includes satandardized Indonesian languages, unstandardized Indonesian, and Ngoko Alus Javanese variety. In general, sellers and buyers use mixed code, which is a mixture of Indonesian and Javanese. This happened because the Indonesian language used was influenced by the dialect of the local language. The speech variety used by the speaker is also influenced by the background of their social life. Abstrak: Artikel ini mendeskripsikan ragam bahasa yang digunakan penjual dan pembeli dalam transaksi jual-beli di pasar Beringharjo, Malioboro, Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan Sosiolinguistik. Data penelitian ini adalah ragam bahasa yang dituturkan oleh penjual dan pembeli dalam transaksi jual-beli. Data dikumpulkan dengan teknik perekaman video yang kemudian ditranskripsikan. Analisis data dilakukan dengan berdasar pada teori ragam bahasa dan campur kode Fishman. Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa (1) transaksi jual-beli di pasar Beringharjo dilakukan dengan tawar-menawar barang yang berujung pada kesepakatan dan ketidaksepakatan, (2) ragam tutur yang digunakan oleh pedagang meliputi bahasa Indonesia ragam nonbaku, bahasa Jawa ragam Ngoko Alus, dan bahasa Jawa ragam Ngoko Lugu, dan (2) ragam tutur yang digunakan oleh pembeli meliputi bahasa Indonesia ragam baku, bahasa Indonesia ragam nonbaku, dan bahasa Jawa ragam Ngoko Alus. Secara umum, penjual dan pembeli menggunakan campur kode, yakni campuran bahasa Indonesia dan Jawa, baik Bahasa Jawa ragam Ngoko Lugu, Ngoko Alus, maupun Krama Inggil bergantung mitra tuturnya. Hal tersebut terjadi karena bahasa Indonesia yang digunakan dipengaruhi oleh dialek bahasa daerah asal. Ragam tutur yang digunakan oleh penutur tersebut dipengaruhi pula oleh latar belakang kehidupan sosial mereka. 
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING (BIPA) MELALUI PERMAINAN SOSIODRAMA DI SANGGAR KAMPUNG INDONESIA TULUNGAGUNG mohamad jazeri jazeri; Mokh Mukhlas; Oktavia Winda Lestari; Siti Kameelah Kareng
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v8i2.11547

Abstract

AbstrakArtikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan sosiodrama dalam pembelajaran BIPA di Sanggar Kampung Indonesia, Tulungagung yang meliputi pelaksanaan sosiodrama, keterampilan berbahasa, dan nilai-nilai yang diajarkan. Data diperoleh dari kegiatan pembelajaran BIPA dengan menggunakan metode sosiodrama di Sanggar Kampung Indonesia, Tulungagung. Data tersebut dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi digunakan untuk mendapatkan data pelaksanaan bermain sosiodrama. Wawancara digunakan untuk mengetatahui keterampilan dan nilai-nilai yang diajarkan melalui permainan sosiodrama. Kedua teknik tersebut dilengkapi dengan dokumen naskah sosiodrama yang diperankan oleh mahasiswa. Data  dianalisis dengan model interaktif yang diadaptasi dari Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, verifikasi, dan simpulan akhir. Hasil analisis data menemukan bahwa dalam pelaksanaan sosiodrama, seluruh karakter diperankan oleh mahasiswa BIPA. Permainan sosiodrama tersebut bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara sesuai dengan konteks sosial budaya yang meliputi keterampilan mengungkapkan perasaan suka, tidaksuka, bahagia, sedih, dan kecewa. Nilai-nilai yang diajarkan melalui sosiodrama meliputi nilai budaya dan nilai religious. Kata Kunci: Sosiodrama, keterampilan berbahasa, BIPA, nilai budaya, nilai                   religiousAbstractThis artikel aims to describe the implementation of playing sociodrama, language skills, and values taught through playing sociodrama in teaching Indonesian for Foreign Speakers (BIPA) at Sanggar Kampung Indonesia, Tulungagung. The data were collected through technique of observation, interview, and documentation.   The data were analyzed by interactive model adopted from Miles and Huberman, consisted of collecting data, reducing data, displaying data, verifying data, and drawing conclusion. The data analysis revealed some findings as follow: (1) students were divided into four groups and each group played as actors of sociodrama, (2) sociodrama aimed to improve language skills such as expressing like and dislike, happiness, sadness, and disappointed, (3) sociodrama taught cultural values, pragmatics values, and religious values. Keywords: Sociodrama, language skills, BIPA, culture value, religious value
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING (BIPA) MELALUI PERMAINAN SOSIODRAMA DI SANGGAR KAMPUNG INDONESIA TULUNGAGUNG mohamad jazeri jazeri; Mokh Mukhlas; Oktavia Winda Lestari; Siti Kameelah Kareng
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v8i2.11547

Abstract

AbstrakArtikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan sosiodrama dalam pembelajaran BIPA di Sanggar Kampung Indonesia, Tulungagung yang meliputi pelaksanaan sosiodrama, keterampilan berbahasa, dan nilai-nilai yang diajarkan. Data diperoleh dari kegiatan pembelajaran BIPA dengan menggunakan metode sosiodrama di Sanggar Kampung Indonesia, Tulungagung. Data tersebut dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi digunakan untuk mendapatkan data pelaksanaan bermain sosiodrama. Wawancara digunakan untuk mengetatahui keterampilan dan nilai-nilai yang diajarkan melalui permainan sosiodrama. Kedua teknik tersebut dilengkapi dengan dokumen naskah sosiodrama yang diperankan oleh mahasiswa. Data  dianalisis dengan model interaktif yang diadaptasi dari Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, verifikasi, dan simpulan akhir. Hasil analisis data menemukan bahwa dalam pelaksanaan sosiodrama, seluruh karakter diperankan oleh mahasiswa BIPA. Permainan sosiodrama tersebut bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara sesuai dengan konteks sosial budaya yang meliputi keterampilan mengungkapkan perasaan suka, tidaksuka, bahagia, sedih, dan kecewa. Nilai-nilai yang diajarkan melalui sosiodrama meliputi nilai budaya dan nilai religious. Kata Kunci: Sosiodrama, keterampilan berbahasa, BIPA, nilai budaya, nilai                   religiousAbstractThis artikel aims to describe the implementation of playing sociodrama, language skills, and values taught through playing sociodrama in teaching Indonesian for Foreign Speakers (BIPA) at Sanggar Kampung Indonesia, Tulungagung. The data were collected through technique of observation, interview, and documentation.   The data were analyzed by interactive model adopted from Miles and Huberman, consisted of collecting data, reducing data, displaying data, verifying data, and drawing conclusion. The data analysis revealed some findings as follow: (1) students were divided into four groups and each group played as actors of sociodrama, (2) sociodrama aimed to improve language skills such as expressing like and dislike, happiness, sadness, and disappointed, (3) sociodrama taught cultural values, pragmatics values, and religious values. Keywords: Sociodrama, language skills, BIPA, culture value, religious value