Mahmudah Fitriyah
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Gaya Bahasa dan Latar Belakang Sosial Budaya dalam Cerita Lisan Refleksi Karya Prie G.S. Mahmudah Fitriyah
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4174.141 KB) | DOI: 10.15408/dialektika.v3i1.4185

Abstract

Abstract: There are many traditional oral literature which is nuanced of reflection is no longer known by people, eventhough this kind of literature anthropologicaly was formed by people tradition. It means that in the oral literature there are values which had been embraced by the owners. Even, many of the oral literature form have myth. The reflective text of an Indonesian humanist, Prie GS, can be categorized as spoken literary discourse by the author through the well known radiobroadcasts such as “Smart” in Jakarta, Manado, Palembang, Medan, Surabaya, Makasar, Jaya Pura, Banjarmasin, Samarinda, Balikpapan, and “Sindi Kasih Semarang”. This study used qualitative method. Qualitative method is known as a research prosedure to result description analysis in the form of words from thr reflection text of Prie GS whis is the research object. The result shows that (a) The story is simply and not simply expressed whic can be seen from the forming of the figure of speech.. (b) The most dominant figure of speeches used are personification, allution, and methaphore. Keywords: reflection; figure of speech act; historical value; social value Abstrak: Banyak sastra tradisi lisan yang bernuansa refleksi tidak lagi dikenal masyarakat, padahal bentuk sastra ini dipandang secara antropologis dibentuk oleh tradisi masyarakat. Ini berarti sastra lisan di dalamnya terdapat nilai-nilai yang pernah dianut oleh masyarakat penciptanya. Bahkan, banyak di antara bentuk sastra lisan itu yang memiliki mitos. Teks reflektif hasil karya budayawan Indonesia bernama Prie GS dapat dikategorikan sebagai wacana susastra yang dilisankan oleh pengarangnya melalui siaran-siaran radio terkenal seperti pemancar radio Smart di Jakarta, Manado, Palembang, Medan, Surabaya, Makasar, Jaya Pura, Banjarmasin, Samarinda, Balikpapan dan Radio Sindi Kasih  Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Metode kualitatif dipahami sebagai suatu prosedur penelitian untuk menghasilkan uraian deskriptif berupa kata-kata dari teks refleksi karya Prie GS yang menjadi objek penelitian ini. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah (a) Kisah cerita diungkapkan dengan cara yang lugas dan tak lugas hal itu tampak dalam penciptaan gaya bahasa; (b) Penggunaan gaya bahasa yang menonjol adalah gaya bahasa personifikasi, alusi, dan metafora. Kata Kunci: refleksi; gaya bahasa; nilai budaya; nilai sosial 
PENGGUNAAN MEDIA FILM PENDEK DALAM KETERAMPILAN MENULIS NASKAH DRAMA KELAS XI MA AL-ITTIHAD PEDALEMAN SERANG Azizatul Atiah; Mahmudah Fitriyah
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v11i1.5781

Abstract

Penelitian ini tentang keterampilan menulis naskah drama dengan menggunakan media film pendek. Penelitian dilaksanakan pada peserta didik kelas XI MA Al-Ittihad Pedaleman. Penelitian bertujuan untuk mengetahui penerapan film pendek dalam menulis naskah drama dan mengetahui hasil kemampuan menulis naskah drama dengan menggunakan media film pendek pada peserta didik kelas XI MA Al-Ittihad Pedaleman Tahun Pelajaran 2020/2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini terdiri dari beberapa hal di antaranya: observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Aspek yang dinilai dalam hasil menulis naskah drama yaitu kesesuaian judul dengan isi, kekuatan tokoh, kekuatan alur, kekuatan prolog, dan kekuatan epilog. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 13 peserta didik memperoleh nilai dengan kualifikasi baik mencapai persentase 65% atau rata-rata nilainya 78. Kemudian, 7 peserta didik memperoleh nilai dengan kualifikasi cukup mencapai persentse 35% atau rata-rata nilainya 69. Maka, peneliti menyimpulkan bahwa keterampilan menulis naskah drama dengan menggunakan media film pendek mampu memperbaiki nilai peserta didik dengan rata-rata nilainya 75. Kata Kunci: Naskah Drama, Media Film Pendek.
Analisis Gaya Bahasa dan Latar Belakang Sosial Budaya dalam Cerita Lisan Refleksi Karya Prie G.S. Mahmudah Fitriyah
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v3i1.4185

Abstract

Abstract: There are many traditional oral literature which is nuanced of reflection is no longer known by people, eventhough this kind of literature anthropologicaly was formed by people tradition. It means that in the oral literature there are values which had been embraced by the owners. Even, many of the oral literature form have myth. The reflective text of an Indonesian humanist, Prie GS, can be categorized as spoken literary discourse by the author through the well known radiobroadcasts such as “Smart” in Jakarta, Manado, Palembang, Medan, Surabaya, Makasar, Jaya Pura, Banjarmasin, Samarinda, Balikpapan, and “Sindi Kasih Semarang”. This study used qualitative method. Qualitative method is known as a research prosedure to result description analysis in the form of words from thr reflection text of Prie GS whis is the research object. The result shows that (a) The story is simply and not simply expressed whic can be seen from the forming of the figure of speech.. (b) The most dominant figure of speeches used are personification, allution, and methaphore. Keywords: reflection; figure of speech act; historical value; social value Abstrak: Banyak sastra tradisi lisan yang bernuansa refleksi tidak lagi dikenal masyarakat, padahal bentuk sastra ini dipandang secara antropologis dibentuk oleh tradisi masyarakat. Ini berarti sastra lisan di dalamnya terdapat nilai-nilai yang pernah dianut oleh masyarakat penciptanya. Bahkan, banyak di antara bentuk sastra lisan itu yang memiliki mitos. Teks reflektif hasil karya budayawan Indonesia bernama Prie GS dapat dikategorikan sebagai wacana susastra yang dilisankan oleh pengarangnya melalui siaran-siaran radio terkenal seperti pemancar radio Smart di Jakarta, Manado, Palembang, Medan, Surabaya, Makasar, Jaya Pura, Banjarmasin, Samarinda, Balikpapan dan Radio Sindi Kasih  Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Metode kualitatif dipahami sebagai suatu prosedur penelitian untuk menghasilkan uraian deskriptif berupa kata-kata dari teks refleksi karya Prie GS yang menjadi objek penelitian ini. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah (a) Kisah cerita diungkapkan dengan cara yang lugas dan tak lugas hal itu tampak dalam penciptaan gaya bahasa; (b) Penggunaan gaya bahasa yang menonjol adalah gaya bahasa personifikasi, alusi, dan metafora. Kata Kunci: refleksi; gaya bahasa; nilai budaya; nilai sosial