Sari Widyaningsih
Akademi Kesehatan sapta Bakti Bengkulu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN SIKAP IBU DENGAN KEBERHASILAN TOILET TRAINING PADA ANAK USIA 3-4 TAHUN DI PAUD IT BAITUL IZZAH KOTA BENGKULU Sari Widyaningsih; Weni Lestari
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 2 No. 1 (2017)
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jkb.v2i1.100

Abstract

Toilet trainingadalahsuatuusahauntukmelatihanak agar mampumengontroldalammelakukanbuang air besar dan buang air kecil. Tingkat pendidikan dan sikap ibu merupakan salah satu faktor keberhasilan toilet training pada anak Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dan sikap ibu dengan keberhasilan toilet training pada anak usia 3-4 tahun di PAUD IT Baitul Izzah kota Bengkulu tahun 2017.Penelitian ini menggunakan metode survey analitik. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu yang memiliki anak usia 3-4 tahun sebanyak 30 orang. Sampelnya seluruh ibu yang memiliki anak usia 3-4 tahun dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrument berupakuesioner dan lembar observasi. Data dianalisis dengan univariat dan bivariat. Penelitian ini dilaksanakan pada 14 Juni sampai 17 Juni 2017 di PAUD IT Baitul Izzah kota Bengkulu tahun 2017.Hasil analisis univariat menunjukan bahwa dari 30 ibu yang memilikianakusia 3-4 tahunhampirsebagian yang berpendidikanmenegah 11 orang (36,7%),dan sebagian besar yang berpendidikan tinggi 19 orang (63,3%). Hasil analisis bivariat menggunakan chi-square antara variabel tingkat pendidikan dan keberhasilan toilet training diperolah nilai p velue (0,009) yang berarti ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan keberhasilan toilet training pada anakusia 3-4 tahun di PAUD IT Baitul Izzah kota Bengkulu tahun 2017 dan antara variabel sikap ibu dan keberhasilan toilet trainingdiperolahnilaip velue (0,001) yang berarti ada hubungan yang signifikan antara sikap ibu dengan keberhasilan toilet training pada anakusia 3-4 tahun di PAUD IT Baitul Izzah kota Bengkulu tahun 2017. Disarankan kepada pengelola/guru PAUD IT Baitul Izzah kota Bengkulu dan orang tua untuk melakukan latihan toilet training pada anak usi 3-4 tahun, terutama pada anak yang tidak berhasil dalam melakukan toilet training.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI SUNTIK DI PUSKESMAS LINGKAR TIMUR KOTA BENGKULU Sari Widyaningsih
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 4 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jkb.v4i1.136

Abstract

Kontrasepsi merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk menyelamatkan ibu dan anak akibat melahirkan pada usia muda (fase menunda atau mencegah kehamilan), jarak kelahiran yang terlalu dekat (fase menjarangkan kehamilan) dan melahirkan pada usia tua (fase menghentikan atau mengakhiri kehamilan). Pemakaian kontrasepsi merupakan bagian dari hak-hak reproduksi setiap pasangan atau individu (Andriana, 2009). Tujuan Umum Ingin mengetahui hubungan secara simultan antara umur, pengetahuan, pendapatan keluarga, dukungan suami, peran tenaga kesehatan dengan pemilihan alat kontrasepsi suntik di Puskesmas Lingkar Timur Bengkulu. Penelitian ini merupakan studi analitik dengan desain penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Lingkar Timur Kota Bengkulu selama satu semester tahun 2014. Sampel dalam penelitian adalah 87 responden. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan sekunder. Analisis data yang digunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian ada hubungan antara, umur, pengetahuan, pendapatan, dukungan suami, peran tenaga kesehatan secara simultan terhadappemilihan alat kontrasepsi suntik. Hasil analisis multivariat variabel yang dominan yaitu pengetahuan. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan atau bahan perbandingan bagi peneliti-peneliti selanjutnya.Penelitian ini dapat ditindak lanjuti dengan menambah beberapa variabel penelitian.