Nofri Heltiani
Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS KEBUTUHAN TENAGA KERJA BERDASARKAN BEBAN KERJA DENGAN METODE WORKLOAD INDICATOR OF STAFFING NEED (WISN) DI UNIT REKAM MEDIS RUMAH SAKIT RAFFLESIA BENGKUL Nofri Heltiani
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan (Health Information Management) Vol. 1 No. 2 (2016): Health Information and Management
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jmis.v1i2.23

Abstract

Beban kerja merupakan salah satu komponen penting dalam menghitung kebutuhan tenaga. Artinya jumlah tenaga yang dibutuhkan disesuaikan dengan beban kerja yang ada. Metode Workload Indicator of Staffing Need (WISN) adalah metode untuk menghitung kebutuhan tenaga kerja berdasarkan beban kerja nyata yang dilaksanakan oleh tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan tenaga dengan metode WISN. Penelitian ini dilaksanakan di Unit Rekam Medis Rs Rafflesia Bengkulu selama 6 hari. Penelitian ini menggunakn pendekatan kualitatif dengan melakukan observasi, wawancara mendalam dan telaah dokumen. Hasil penelitian didapatkan penggunaan waktu kerja staff adalah 2200 jam/tahun. Hasil perhitungan tenaga dengan metode WISN didapatkan jumlah tenaga Unit Rekam Medis RS Rafflesia Bengkulu adalah 6 orang. Dari hasil penelitian ini dsarankan kepada Manajemen RS Rafflesia Bengkulu perlu adanya pertimbangan menambah tenaga staff dengan lulusan DIII Rekam Medis di Unit Rekam Medis RS Rafflesia Bengkulu sebanyak 4 orang.
ANALISIS INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP PELAYANAN DI UNIT RAWAT JALAN RSUD KOTA BENGKULU Nofri Heltiani
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan (Health Information Management) Vol. 2 No. 1 (2017): Health Information and Management
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jmis.v2i1.28

Abstract

Indeks Kepuasan Masyarakat merupakan data dan informasi tentang tingkat kepuasan masyarakat yang diperoleh dari hasil pengukuran kuantitatif dan kualitatif atas pendapat masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan. Upaya peningkatan kualitas adalah langkah terpenting untuk meningkatkan daya saing usaha pemerintah maupun swasta dibidang kesehatan, karena kesehatan merupakan salah satu hak dasar rakyat sesuai amanat UUD 1945 Pasal 28 H ayat (1). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan di unit rawat jalan RSUD Kota Bengkulu. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang datang dan berobat di unit rawat jalan RSUD Kota Bengkulu, dengan sampel sebanyak 80 pasien yang datang dan berobat di unit rawat jalan RSUD Kota Bengkulu dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Menggunakan data primer, diolah menggunakan rumus pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat berdasarakan Keputusan Menteri Aparatur Negara Nomor 25 Tahun 2004. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli di unit rawat jalan RSUD Kota Bengkulu. Hasil analisa data dari tujuh indikator kepuasan yang diukur yaitu kejelasan petugas pelayanan 2.99 (puas), kedisiplinan petugas pelayanan 2.95 (puas) kecepatan pelayanan 2.48 (cukup puas), keadilan mendapatkan pelayanan 2.53 (puas), kesopanan dan keramahan 2.88 (puas), kepastian jadwal pelayanan 2.75 (puas) dan kenyaman lingkungan 2.94 (puas). Diharapkan Para pejabat RSUD Kota Bengkulu perlu kiranya menetapkan target bahwa indeks kinerja di masing-masing unit pelayanan tidak lagi memiliki kinerja yang cukup baik, akan tetapi semua unit pelayanan memiliki komitmen untuk mencapai kinerja pelayanan yang optimal (sangat baik).
TINJAUAN PELAKSANAAN PEMISAHAN DAN PEMUSNAHAN BERKAS REKAM MEDIS AKTIF DAN INAKTIF DI RUMAH SAKIT RAFFLESIA BENGKULU Nofri Heltiani
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan (Health Information Management) Vol. 2 No. 2 (2017): Health Information and Management
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jmis.v2i2.33

Abstract

Berkas rekam medis inaktif pada rak penyimpanan tidak selamanya akan disimpan, karena jumlah rekam medis di rumah sakit terus bertambah. Pemisahan dan pemusnahan rekam medis merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh pihak rumah sakit dengan tujuan mengurangi penumpukan berkas rekam medis di ruang penyimpanan.Rumah Sakit Rafflesia Bengkulu hanya mempunyai satu ruang penyimpanan rekam medis aktif dan tidak mempunyai ruang penyimpanan rekam medis inaktif secara khusus.Rekam medis inaktif disimpan di ruang penyimpanan rekam medis aktif dikarenakan ruang tersebut sudah penuh, dan ada sebagian rekam medis inaktif yang disimpan di dalam kardus serta hanya diletakkan di lantai dekat rak penyimpanan.Untuk mengurangi berkas rekam medis inaktif tersebut rumah sakit melakukan pemusnahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tinjauan pelaksanaan pemisahan dan pemusnahan berkas rekam medis aktif dan inaktif di Rumah Sakit Rafflesia Bengkulu. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan rancangan cross sectional, populasi dalam penelitian ini adalah berkas rekam medis periode tahun 2012-2016 sebanyak 78.408, dengan sampel sebanyak 78.408 berkas rekam medis dengan teknik pengambilan sampel total populasi. Menggunakan data primer dan sekunder, diolah secara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi.Hasil penelitian ini adalah pemisahan dan pemusnahan berkas rekam medisaktif-inaktif belum sesuai dengan SOP karena banyak tahapan yang tidak laksanakan.Fasilitas yang digunakan untuk melakukan pemusnahan meliputi tempat, alat pencacah dan komputer. Pelaksanaan penilaian berkas rekam medis yang akan dimusnahkan berdasarkan tata cara penilaian yang terdapat pada prosedur pemusnahan berkas rekam medis.Diharapkan Rumah Sakit Rafflesia Bengkulumemiliki SOP tentang pemisahan dan pemusnahan berkas rekam medis.