Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMAHAMAN PEJABAT FUNGSIONAL PUSTAKAWAN PDII LIPI TERHADAP REFORMASI BIROKRASI Yupi Royani; Rochani Nani Rahayu
Jurnal Pari Vol 5, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : BRSDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jp.v5i2.8771

Abstract

ABSTRAK:Pemahaman Pejabat Fungsional Pustakawan PDII LIPI tentang Reformasi Birokrasi (RB) ditelitimenggunakan metode survey melalui pertanyaan yang disampaikan dalam kuesioner kepada 30orang responden. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman RB khususnya definisi,tujuan, dan manfaat, serta slogan dan tujuan dibuatnya slogan. Kuesioner yang kembali sebanyak26 buah, setelah dilakukan pengolahan data secara kualitatif didapatkan hasil sbb. Respondenyang “tahu” tentang definisi RB sebanyak 84,60 %, tujuan RB yang tahu sebanyak 88,40%, sloganRB sebesar 46,15%, tujuan slogan sebesar 53,85%, manfaat RB 30,77%. Kesimpulan penelitianadalah pejabat fungsional pustakawan PDII LIPI mengetahui definisi dan tujuan reformasi birokrasi,namun lebih dari separo (69,20%) kurang mengetahui tentang manfaat reformasi birokrasi. Hampirseparo dari pejabat fungsional pustakawan PDII LIPIbelum mengetahui keberadaan slogan/motto / reformasi, beserta tujuan dibuatnya slogan tersebut. Disarankan agar dilakukan sosialisasiserta evaluasi secara berkesinambunganABSTRACT:Understanding of Functional Officers of the PDII LIPI Librarian on Bureaucratic Reform (RB)asked to use the survey method through the questions submitted in the questionnaire to 30respondents. The purpose of this study was to find out an understanding of the resolution, goals,and benefits, as well as the slogans and objectives they made. Questionnaires were returned asmany as 26 pieces, after processing data qualitatively, the following results were obtained.Respondents who “knew” about RB resolution were 84.60%, the purpose of RB who knew was88.40%, the slogan of RB was 46.15%, the goal of the slogan was 53.85%, the Benefits of RB were30.77%. The conclusions of the study were librarian functional officials in the resolution andobjectives of bureaucratic reform, but more than half (69.20%) were unaware of the benefits ofbureaucratic reform. Almost separated from functional officials, the librarian PDII LIPI has notfound the slogan / motto / reform, along with the purpose of making the slogan. It is hoped thatongoing socialization and evaluation will be carried out.
TRANSFORMASI PERAN PUSTAKAWAN DI LEMBAGA PENELITIAN DAN AKADEMIK Yupi Royani; Rochani Nani Rahayu
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 29, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v29n2.2020.p73-79

Abstract

Undang-undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, menjelaskan tentang profesi pustakawan beserta tugas dan tanggung jawabnya untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, peran pustakawan mengalami pergeseran dari pelayanan konvensional ke arah digital. Suatu penelitian dengan metode literatur review dilakukan untuk menjelaskan pergeseran peran pustakawan di lembaga penelitian dan akademik dan kompetensi yang perlu dimiliki pustakawan di masa depan. Hasil yang diperoleh diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai masukan kepada lembaga penelitian serta lembaga pendidikan terkait dengan bergesernya peran pustakawan. Berdasarkan hasil telaahan diungkapkan bahwa perubahan peran pustakawan di antaranya adalah sebagai informan riset, dosen/pengajar, penjaga informasi Super Highway, evaluator sumber daya digital, dan pengelola data penelitian. Ke depan, pustakawan harus memiliki kompetensi, di antaranya kompetensi dasar mencakup kemampuan bidang kepustakawanan, kemampuan teknologi informasi, kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan kemampuan inti meliputi pengetahuan subjek mandat institusi, kemampuan pengelolaan data koleksi, data penelitian, dan repositori, kemampuan terkait platform penyimpanan data, serta kemampuan pelestarian data digital.