Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengaruh Lamanya Pengalaman Audit, Rotasi Auditor, dan Skala Kantor Akuntan Publik (KAP) terhadap Kualitas Audit: Menilik Peran Fee Audit sebagai Variabel Pendukung Puji Sugiarto; Reskino Reskino
Syntax Idea 2070-2081
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/syntax-idea.v6i5.3250

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh dari audit tenure, rotasi audit, dan ukuran Kantor Akuntan Publik (KAP) terhadap kualitas audit, dengan mempertimbangkan fee audit sebagai variabel moderasi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data dari perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan pendekatan model hierarkis. Hasil analisis menunjukkan bahwa audit tenure memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas audit, dengan adanya indikasi bahwa semakin lama periode audit, semakin berkurangnya kualitas audit yang dilakukan. Selain itu, rotasi audit juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit, menunjukkan bahwa perputaran auditor dapat meningkatkan kualitas audit dengan membawa ide-ide segar dan sudut pandang baru. Namun, ukuran Kantor Akuntan Publik (KAP) tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas audit. Variabel moderasi, fee audit, ternyata secara signifikan memoderasi hubungan antara audit tenure dan kualitas audit. Ini menunjukkan bahwa tingkat fee audit dapat mempengaruhi sejauh mana pengaruh audit tenure terhadap kualitas audit. Hasil ini memberikan pemahaman lebih lanjut tentang faktor-faktor yang memengaruhi kualitas audit dan implikasinya dalam praktik audit serta regulasi yang berkaitan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi praktisi audit, regulator, dan peneliti dalam memahami dinamika antara variabel-variabel yang memengaruhi kualitas audit, sehingga dapat membantu dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi audit di masa mendatang. Selain itu, temuan ini juga memberikan wawasan kepada pihak-pihak yang terlibat dalam pengambilan keputusan terkait dengan pemilihan auditor dan kebijakan rotasi audit. Dengan mengetahui bahwa audit tenure dan rotasi audit memengaruhi kualitas audit, perusahaan dapat mempertimbangkan strategi yang tepat untuk memastikan bahwa audit mereka dilakukan dengan tingkat kualitas yang optimal. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah bahwa perusahaan harus mempertimbangkan secara cermat manfaat dan risiko dari periode audit yang terlalu panjang, serta keputusan untuk melakukan rotasi auditor. Sementara itu, Kantor Akuntan Publik (KAP) dapat mempertimbangkan upaya untuk meningkatkan kualitas audit mereka melalui pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan praktik audit. Secara metodologis, penelitian ini menawarkan pendekatan yang holistik dalam mempertimbangkan faktor-faktor yang memengaruhi kualitas audit, serta memperkenalkan variabel moderasi yang belum banyak dieksplorasi sebelumnya dalam konteks ini. Oleh karena itu, penelitian ini dapat menjadi landasan untuk penelitian lanjutan yang lebih mendalam tentang faktor-faktor yang memengaruhi kualitas audit
Examining Fraud Tendency: Personal Ethics and Love of Money from a Religious Perspective Reskino Reskino; Rafrini Amyulianthy; Nadia Tri Silvi
Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jia.v9i1.70738

Abstract

This research aims to examine the impact of personal ethics and love of money on fraud tendencies, with religiosity as a moderating variable. This research uses primary data through questionnaires given to accounting and finance staff who work at Islamic commercial banks in the DKI Jakarta area. The research sample consisted of 149 respondents, and the analysis was carried out using the Partial Least Square method (PLS-SEM) using the SmartPLS. The results of this study reveal that love of money has a significant influence on fraud tendencies, while personal ethics does not have a significant influence on fraud tendencies. In addition, religiosity could only moderate the influence of the love of money on fraud tendencies, while no moderation occurred in the relationship between personal ethics and fraud tendencies. The novelty of this research lies in examining the complex relationship between factors such as personal ethics, love of money, religiosity, and fraud tendencies in the context of the Islamic banking environment. The results of this research can provide important insights regarding the factors that influence the tendency of fraud in the banking sector, especially Sharia banking, and the moderating role of religiosity in moderating the impact of the love of money. These findings can provide valuable guidance for Islamic banks and other researchers in their efforts to prevent fraud and develop sustainable business ethics.
PENGARUH PENGENDALIAN INTERNAL, WHISTLEBLOWING SYSTEM, DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP PENCEGAHAN KECURANGAN DENGAN MORALITAS INDIVIDU SEBAGAI VARIABEL MODERASI Megawati Anggoe; Reskino Reskino
Jurnal Akuntansi Trisakti Vol. 10 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jat.v10i1.15818

Abstract

The aims of this research were to verify the effect of Internal control, Whistleblowing system, and organizational commitment on Fraud prevention; and to verify whether individual morality moderate the effect of Internal control, Whistleblowing system, and organizational commitment on Fraud prevention. The research method uses explanatory research, data collection techniques use primary data obtained from distributing questionnaires. The research sample consisted of 100 employees at state-owned banks consisting of Bank BNI, Bank BRI, Bank BTN, and Bank Mandiri. Data analysis techniques were carried out with the help of statistics, namely Structural Equation Modeling (SEM). The results of the study show that internal control, whistleblowing systems, organizational commitment, and individual morality have an effect on fraud prevention. Meanwhile, individual morality is able to moderate the influence between internal control, whistleblowing system, and organizational commitment to fraud prevention. Meanwhile, the magnitude of the influence of fraud prevention can be explained from the presence of internal controls, white blowing systems, and organizational commitment, as well as the moderating effect of individual morality at 81.2%.