Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PENYALAHGUNAAN DAN PEREDARAN GELAP NARKOBA (P4GN) OLEH BNNP DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Ecep Endang Komara; Syakdiah Syakdiah; Retno Kusumawiranti
Jurnal Manajemen Publik dan Kebijakan Publik (JMPKP) Vol. 3 No. 1 (2021): Jurnal Manajemen Publik dan Kebijakan Publik (JMPKP)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jmpkp.v3i1.1401

Abstract

Abstract: DIY ranks first in drug trafficking among students, in general Jogja is in the top 8, the government has issued a P4GN policy according to INPRES No. 12 of 2011 but the implementation has not been maximimized therefore BNNP DIY as the National Narcotics Agency functions as the executor of the implementation of P4GN policy.  In implementing P4GN policy among students in Yogyakarta, BNNP DIY as a representative of BNN in the regions do not make policies and programs according to regional conditions. However, BNNP as an extension of BNN is given the authority to determine the priority targets of the program through the implementation of technical guidance by inviting institutions and agencies that are within the scope of DIY. Implementation of the P4GN policy among students has not gone well, because the factors that are considered the most urgent in an implementation have not been fulfilled properly, especially in the field of human resources and budget availability, suggestions for adding extension agents in the prevention section and adding to the existing budget at BNNP DIY
Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) pada Ekosistem Mangrove Di Baros, Tirtohargo, Kretek, Bantul Retno Kusumawiranti
Jurnal Ilmiah Padma Sri Kreshna Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/psk.v1i2.76

Abstract

Kegiatan pengabdian ini merupakan tindak lanjut dari analisis situasi yang terjadi di sekitarpengelolaan hutan mangrove khususnya di wilayah Baros, Tirtohargo, Kretek, Bantul, yangmenunjukkan bahwa pemanfaatan hasil hutan bukan kayu salah satunya berupa wisata hutanmangrove bisa dikatakan belum sesuai dengan harapan. Salah satu sebabnya adalah ekowisatahutan mangrove dirasakan tidak menarik karena kurangnya pengetahuan masyarakat dan sentuhanatau dukungan dari berbagai pihak. Oleh karenanya perlu dilakukan sosialisasi secara terusmenerus kepada masyarakat, melalui berbagai penyebaran informasi, pelatihan, ceramah,penyuluhan, promosi sehingga akan meningkatkan dan menumbuhkan rasa kepedulian untuk ikutmenjaga dan melestarikan hutan mangrove, serta terjadinya transaksi antara masyarakat di sekitarnya dengan pengunjung sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. Metode yangdigunakan adalah metode ceramah dan dialog partisipatif. Upaya pengembangan program dankegiatan pengembangan ekowisata hutan mangrove merupakan peluang untuk dikembangkansebagai objek dan daya tarik. Selain itu lahan mangrove bisa dimanfaatkan untuk budidaya semialami komoditas yang memiliki habitat mangrove seperti kepiting bakau atau kerang bakau tanpaharus mengubah ekosistem mangrove; sementara komoditas lainnya seperti ikan dan udangmemerlukan genangan air yang harus mengubah sebagaian lahan mangrove menjadi tambak.