Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Public Perception Against Women Education in Central Kalimantan province Katingan Desi Erawati
EDUCATIO : Journal of Education Vol 3 No 1 (2018): May 2018
Publisher : STAI Miftahul Ula Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.104 KB) | DOI: 10.29138/educatio.v3i1.6

Abstract

Women in the different spheres of both educational, religious, social, cultural and even economy became the center of special attention from various circles. This study is more focus on how the public perception of women's education and the factors that influence the public perception of women's education in the province of Central Kalimantan. Results show there is three classifications field public perception. The first group says that women must have high academic spirit in order to quality education d family, while the second shows that may be educated but also vice versa depending on the economic conditions were the pretty situation. The latter suggests that women do not need to be well educated because it focused on domestic work.
Fenomena Joget THR 2025: Eksplorasi Budaya Populer dan Respon Keagamaan melalui Lensa Alfred Schutz Mahda Mahda; Desi Erawati; Nor Afifah
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 7 No. 2 (2025): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v7i2.1638

Abstract

Fenomena viral “Joget THR 2025” di TikTok saat Idul Fitri memunculkan diskursus sosial dan keagamaan yang menarik untuk dikaji secara akademik. Joget ini bukan sekadar hiburan, tetapi merepresentasikan pertemuan antara budaya populer, ekspresi individual, dan respons keagamaan dalam masyarakat digital Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna di balik tren tersebut dengan pendekatan fenomenologi Alfred Schutz, merefleksikan nilai budaya yang terkandung, serta menelaah respons agama yang muncul terhadap fenomena tersebut. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan data primer berupa konten video TikTok terkait, dan data sekunder dari literatur tentang fenomenologi, budaya populer, dan respons keagamaan. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitik menggunakan konsep because motive dan in order to motive dari Alfred Schutz, untuk memahami makna subjektif di balik tindakan para pelaku joget. Hasil penelitian menunjukkan bahwa joget THR merupakan bentuk tindakan sosial yang tidak lahir begitu saja, tetapi dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu seperti tradisi lebaran, kebiasaan di media sosial, dan dorongan untuk tampil. Tujuan para pelaku pun beragam, mulai dari mencari perhatian, mendapatkan THR, hingga membangun eksistensi digital. Respons masyarakat pun tidak seragam ada yang melihatnya sebagai hiburan yang menyenangkan, namun tak sedikit yang menanggapinya dengan nada kritis, bahkan menuduh sebagai bentuk peniruan budaya asing. Fenomena ini mencerminkan bagaimana budaya dan agama berinteraksi dalam ruang digital yang semakin kompleks.