This Author published in this journals
All Journal PIPER
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Diameter Stum Dan SP-36 Terhadap Pertumbuhan Bibit Karet (Hevea brasilliensis M) Sumartoyo MP
Publikasi Informasi Pertanian Vol 15, No 28 (2019): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v15i28.295

Abstract

Karet (Hevea brassiliensis Muell. Arg) merupakan komoditas yang penting, karena merupakan sumber devisa bagi negara, penghasil bahan baku berbagai industri, dan dapat memperluas kesempatan kerja bagi penduduk di Indonesia umumnya dan kabupaten Sintang khususnya. Badan statistik kabupaten Sintang (2017:166) memaparkan bahwa sebanyak 27.767 kepala keluarga mata pencahariannya adalah dengan berkebun karet dengan total luas 84.930 ha, dari tolat luas tersebut 11.148 ha di antaranya kondisinya telah rusak dan perlu diremajakan. Supaya nantinya kebun karet yang diremajakan mempunyai produktifitas yang tinggi perlu disediakan bibit yang baik. Nazaruddin dan Paimin (2016:148-150) memaparkan bahwa bibit karet yang berkualitas dapat diproleh dengan penggunaan stum yang mempunyai diameter tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar disertai pemberian pupuk, antara lain SP-36. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi diameter stum dengan SP-36 terhadap pertumbuhan bibit karet, dan untuk mendapatkan kombinasi dari perlakuan diameter stum dengan SP-36 yang menghasilkan pertumbuhan bibit karet teringgi. Penelitian ini dirancang secara faktorial, terdiri dari dua faktor, dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap. Faktor pertama adalah diameter stum karet (D), terdiri dari 3 taraf, yaitu 1,0-1,4 cm (d1), 1,5-1,9 cm (d2), dan 2,0-2,4 cm (d3). Faktor ke dua adalah SP-36 (S) terdiri dari 4 taraf dosis, yaitu tanpa sp-36 (s0), 5,00 g per tanaman (s1), 10,00 g per tanaman (s2) dan 15,00 g per tanaman (s3). Masing-masing kombinasi perlakuan diulang 3 kali. Pengamatan dikakukan terhadap peubah tinggi tunas dan diameter tunas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Interaksi antara diameter stum dengan SP-36 berpengaruh terhadap inggi tunas dan diameter tunas. Kombinasi diameter stum 1,50-1,90 (d2) dangan SP-36 sebanyak 10,00 g per tanaman (s2) menghasilkan pertumbuhan bibit karet tertinggi, pada kombinasi perlakuan tersebut menghasilkan tinggi tunas 25,18 cm dan diameter tunas 5,25 mm.
PENGARUH RAPID ROOT TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KARET (Hevea brasiliensis M) KLON PB 260 DI POLYBAG DENGAN MEDIA TANAH PMK Sumartoyo MP
Publikasi Informasi Pertanian Vol 1, No 22 (2016): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v1i22.9

Abstract

Perkebunan karet 2006 = 109.667,99 ha, tahun 2007 = 114.937,31 ha, tahun 2008 = 115.233,50 ha, tahun 2009 = 539.122,58 ha, dan tahun 2010 = 547.122,58 ha. Perkembangan luas kebun karet di kabupaten Sintang untuk masa mendatang perlu disikapi dengan penyediaan bibit yang cukup dan berkualitas. Angka tersebut menunjukkan bahwa perkebunan karet di kabupaten Sintang menglami perkebanagan yang cukup pesat. Perkembangan perkebunan karet tersebut perlu diimbangi dengan penyediaan bibit yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Rapid Root terhadap pertumbuhan bibit karet Klon PB 260 di Polybag Dengan Media Tanah PMK”, dan untuk mendapatkan dosis Rapid Root yang akan menghasilkan pertumbuhan bibit karet Klon PB 260 di Polybag Dengan Media Tanah PMK tertinggi. Penlitian ini bermanfaat untuk menambah khasanah pengetahuan tentang pengaruh Rapid Root terhadap pertumbuhan bibit karet Klon PB 260 di Polybag Dengan Media Tanah PMK dan diharapkan dapat memberi pedoman bagi para petani yang akan berusaha membuat bibit karet Klon PB 260 di Polybag Dengan Media Tanah PMK. Penelitian ini menggunakan metode percobaan lapangan, dilaksanakan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri atas 5 taraf perlakuan, masing-masing perlakuan diulang 5 kali. Lima taraf perlakuan yang dimaksud adlah: r0 = Tanpa Rapid Root. r1 = 1 g Rapid Root per liter air. r2 = 2 g Rapid Root per liter air. r3 = 3 g Rapid Root per liter air. r4 = 4 g Rapid Root per liter air. Pengamata dilakukan terhadap peubah tinggi tanaman, tinggi tunas, diameter batang, dan jumlah daun. Hasil penlitian menunjukkan bahwa Rapid Root dapat meningkatkan pertumbuhan bibit karet klon PB 260 di Polybag. Pertumbuhan tertinggi akibat pemberian Rapid Root dicapai pada konsentrasi 3,0 g Rapid Root per liter air, pada konsentrasi tersebut menghasilkan rerata tinggi tunas (34.400 cm) dan diameter tunas (5.230 mm).
Pengaruh NPK Berimbang Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Kedelai (Glycine max M) Pada Tanah PMK Sumartoyo MP
Publikasi Informasi Pertanian Vol 14, No 26 (2018): Jurnal Piper
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v14i26.132

Abstract

Kedelai merupakan salah satu jenis tanaman pertanian yang penting karena banyak mengandung gizi. Hasil kedelai di kabupaten Sintang masih rendah, oleh karenanya perlu ditingkatkan. Salah satu upaya untuk meningkatkan hasil kacang tanah adalah dengan perbaikan teknik budidaya antara lain melalui pemberian NPK berimbang. Pemberian NPK berimbang mempunyai komponen hara N, P, dan K secara berimbang sehingga diharapkan dapat mengatasi kekurangan tanah PMK yang miskin N, P, dan K. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh NPK berimbang terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai dan untuk mendapatkan dosis NPK berimbang yang dapat menghasilkan pertumbuhan serta hasil keelai tanah pada tanah PMK. Penelitian ini menggunakan metode percobaan lapangan. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri atas 5 perlakuan, masing-masing perlakuan diulang 5 kali. Ke lima perlakuan tersebut adalah: N0 = Tanpa Urea, tanpa SP-36, dan tanpa KCl. N1 = Urea + SP-36 + KCl = 4,0 + 6,0 + 2,5 = 12,5 g per m2. 2 = Urea + SP-36 + KCl = 8,0 + 12,0 + 5,0 = 25,0 g per m2. N3 = Urea + SP- 36 + KCl = 12,0 + 18,0 + 7,5 = 37,5 g per m2. N4 = Urea + SP-36 + KCl = 16,0 + 24,0 + 10,0 = 50,0 g per m2. Pengamatan dilakukan terhadap peubah tinggi tanaman, jumlah polong per tanaman, dan berat biji per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NPK berimbang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai, yang ditunjukkan oleh peubah tinggi tanaman, jumlah polong, dan berat biji per tanaman . Pertumbuhan dan hasil tertingi akibat pemberian NPK berimbang dicapai pada dosis 37,5 g per m2, pada dosis tersebut menghasilkan rerata tinggi tanaman (47,200 cm), rerata jumlah polong per tanaman (47,000 buah), rerata berat biji per anaman (17,067 g).
PENGARUH NPK LAO YING TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL MELON (Curcumis melo L.) Sumartoyo MP
Publikasi Informasi Pertanian Vol 14, No 27 (2018): Jurnal PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v14i27.204

Abstract

Melon (Curcumis melo L.) merupakan salah satu jenis tanaman pertanian yang penting karena banyak mengandung gizi dan diperlukan oleh manusia, oleh karenanya tanaman ini di Kalimantan Barat perlu terus dibudidayakan. Salah satu kendala dalam pembudidayaan melon di Kalimantan Barat adalah tanahnya yang didominsi oleh tanah podsolik merah kuning (PMK). Tanah PMK merupakan jenis tanah yang miskin unsur hara terutama N, P, K, dan Ca. NPK Lao Ying merupakan Janis pupuk yang kaya akan hara N, P, K, dan Ca. Pemberian NPK Lao Ying diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhn dan hasil melon pada tanah PMK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh NPK Lao Ying terhadap pertumbuhan dan hasil melon pada tanah PMK dan untuk mendapatkan dosis NPK Lao Ying yang dapat menghasilkan pertumbuhan serta hasil melon tertinggi pada tanah PMK. Penelitian ini menggunakan metode percobaan lapangan. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok, terdiri atas 6 perlakuan, masing-masing perlakuan diulang 4 kali. Enam perlakuan yang dimaksud: n0 = Tanpa NPK Lao Ying. n1 = NPK Lao Ying 10 g per m2. n2 = NPK Lao Ying 20 g per m2. n3 = NPK Lao Ying 30 g per m2. n4 = NPK Lao Ying 40 g per m2. N5 = NPK Lao Ying 50 g per m2. Pengamatan dilakukan terhadap peubah berat berangkasan dan berat buah per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NPK Lao Ying dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil melon, yang ditunjukkan oleh peubah berat berangkasan dan berat buah per tanaman. Pertumbuhan dan hasil tertingi akibat pemberian NPK Lao Ying dicapai pada dosis 40 g per m2, pada dosis tersebut menghasilkan rerata berat berangkasan per tanaman 0,506 kg dan rerata berat buah per tanaman 2,050 kg.