This Author published in this journals
All Journal PIPER
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Kotoran Sapi Terhadap Pertumbuhan Anakan Gaharu Beringin (Aquilaria malaccensis) Pada Tanah Podsolik Merah Kuning Kamal Kamaludin
Publikasi Informasi Pertanian Vol 14, No 26 (2018): Jurnal Piper
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v14i26.124

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang kotoran Sapi dan dosis yang terbaik dalam mempengaruhi pertumbuhan anakan Gaharu Beringin (Aquilaria malaccensis) pada tanah Podsolik Merah Kuning. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pola dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan tunggal adalah komposisi media tanam yang terdiri dari 4 taraf yaitu : Tanpa Pupuk/Kontrol (S0), Pupuk kandang kotoran Sapi 100 gram per anakan (S1), Pupuk kandang kotoran Sapi 200 gram per anakan (S2) dan Pupuk kandang kotoran Sapi 300 gram per anakan (S3). Rancangan ini dipilih karena anakan Gaharu Beringin dan alat yang digunakan dalam penelitian relatif homogen (seragam) Hasil penelitian diketahui bahwa pemberian pupuk kandang kotoran Sapi berpengaruh sangat signifikan terhadap pertambahan tinggi dan pertambahan jumlah daun anakan Gaharu Beringin pada tanah Podsolik Merah Kuning. Perlakuan berupa pemberian pupuk kandang kotoran Sapi sebanyak 300 gram per anakan (S3) adalah yang terbaik dibandingkan dengan perlakuan lainnya, untuk meningkatkan pertambahan tinggi dengan rerata 4,50 cm dan pertambahan jumlah daun anakan Gaharu Beringin dengan rerata 4,67 helai.
Pengaruh Pemberian Kompos Kotoran Sapi Terhadap Pertumbuhan Anakan Salam (Syzygium Polyanthum) Di Persemaian Kamal Kamaludin
Publikasi Informasi Pertanian Vol 13, No 25 (2017): Jurnal PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v13i25.91

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi kompos kotoran sapi yang terbaik dalam mempengaruhi pertumbuhan anakan Salam di persemaian. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah ilmu dan pengetahuan terutama mengenai pengaruh kompos kotoran sapi terhadap pertumbuhan anakan Salam di persemaian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pola dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan tunggal adalah komposisi media tanam yang terdiri dari 5 taraf yaitu : Tanah topsoil (T0) sebagai kontrol, Topsoil dan Kompos Kotoran sapi dengan dosis 150 gram per anakan (T1), Topsoil dan Kompos Kotoran Sapi dengan dosis 250 gram per anakan (T2), Topsoil dan Kompos Kotoran Sapi dengan dosis 350 gram per anakan (T3) dan Topsoil dan Kompos Kotoran Sapi dengan dosis 450 gram per anakan (T4).Hasil penelitian menunjukan bahwa kompos kotoran sapi yang digunakan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pertambahan jumlah daun dan pertambahan tinggi anakan Salam di persemaian. Walaupun melalui hasil analisi sidik ragam tidak ada pengaruh yang signifikan, namun hasil pengukuran dan penghitungan diketahui bahwa perlakuan yang terbaik dalam memacu pertambahan jumlah daun dan tinggi anakan Salam adalah T4 (Kompos Kotoran sapi dengan dosis 450 gram per anakan) dengan rerata pertambahan jumlah daun sebanyak 17,40 helai dan rerata pertambahan tinggi 15,00 cm.
PEMANFAATAN HASIL HUTAN BUKAN KAYU OLEH MASYARAKAT GALIK SEKAM DESA KASRO MEGO KECAMATAN BEDUAI KABUPATEN SANGGAU Kamal Kamaludin
Publikasi Informasi Pertanian Vol 14, No 27 (2018): Jurnal PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v14i27.192

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan hasil hutan bukan kayu oleh masyarakat galik sekam desa kasro mego kecamatan beduai kabupaten sanggau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, pengamatan langsung (observasi), dokumentasi, catatan lapangan dan studi literatur. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Desa Kasro Mego Kecamatan Beduai yang memanfaatkan HHBK. Teknik pengambilan sampel akan dilakukan secara sengaja (purposive sample). Dari hasil penelitian ditemukan 33 Jenis tumbuhan termasuk Kelompok HHBK dan dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Kasro Mego Kecamatan Beduai. Ada jenis-jenis tumbuhan mempunyai kegunaan lebih dari satu bila dilihat dari kategori kelompok HHBK. Potensi HHBK yang masih ada di Hutan Galik Sekam dapat dilihat dari pemanfaatan oleh masyarakat setempat. Pemanfaatan HHBK oleh masyarakat Desa Kasro Mego memiliki peranan penting terutama untuk keperluan dan kebutuhan sendiri, serta beberapa untuk meningkatkan penghasilan atau pendapatan masyarakat itu sendiri.
PENGARUH PERLAKUAN PENGAMPLASAN TERHADAP KECEPATAN BERKECAMBAH BENIH AREN (Arenga pinnata) Kamal Kamaludin
Publikasi Informasi Pertanian Vol 12, No 23 (2016): Jurnal PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v12i23.28

Abstract

Tanaman Aren Merupakan salah satu jenis tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi untuk itu di perlukan cara perbanyakan tanaman yang baik untuk mendapatkan mutu sesuai kita inginkan. Percobaan ini dilakukan dengan eksperimen lapangan, rancangan lingkungan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 (lima) perlakuan dan 4 (empat) kali ulangan. Hasil penelitian secara berurutan menunjukkan bahwa persentase kecambah benih aren tertinggi terdapat pada perlakuan pengamplasan di area calon mata tunas (F1) sebesar 93,75 %; pengamplasan di kedua bagian ujung biji (F4) sebesar 81,25 %; pengamplasan di ujung bawah biji (F3) sebesar 68,75 %; pengamplasan di ujung atas biji (F2) sebesar 62,50 %; dan tanpa perlakuan (F0) sebesar 0%. Daya kecambah benih aren tertinggi secara berutun adalah sebagai berikut perlakuan pengamplasan di area calon mata tunas (F1) sebesar 81,25 %; pengamplasan di ujung atas biji (F2) sebesar 37,50 %; pengamplasan di ujung bawah biji (F3) sebesar 50,00 %; pengamplasan di kedua bagian ujung biji (F4) sebesar 56,25 % dan tanpa perlakuan (F0) sebesar 0%. Rata-rata kecepatan hari berkecambah benih aren secara beurutan adalah perlakuan pengamplasan di area calon mata tunas (F1) pada hari ke 17,47; pengamplasan di ujung atas biji (F2) pada hari ke 21,50; pengamplasan di ujung bawah biji (F3) pada hari ke 22,64 hari; pengamplasan di kedua bagian ujung biji (F4) pada hari ke 23,62 hari dan tanpa perlakuan (F0) hingga akhir penelitian belum ada yang berkecambah.
Inventarisasi Pohon Penghasil Buah Pada Hutan Tembawang Ilik Desa Sepan Lebang Kamal Kamaludin
Publikasi Informasi Pertanian Vol 15, No 28 (2019): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v15i28.287

Abstract

pohon pnghasil buah memilkiki peranan penting dari aspek ekologis, ekonomis dan sosial bagi masyarakat. Penelitian ini dilakukan terhadap pohon penghasil buah yang lansung dapat dikonsumsi dan pohon poenghasil buah yang memiliki nilai ekonomis. Pengamatan menggunakan metode petak tunggal, dimana penentuan petak dilakukan secara purposive sampling, dengan ukuran petak 100 x 60 m. Hasil analisa vegetasi ditemukan 25 jenis vegetasi tingkat semai, 25 jenis vegetasi tingkat Pancang, 25 jenis vegetasi tingkat Tiang, dan 25 jenis vegetasi tingkat Pohon. Indeks Nilai Penting (INP) yang ada pada petak pengamatan diketahui bahwa jenis Tengkawang memiliki nilai yang tinggi dari semua jenis pohon penghasil buah yang ada diareal Hutan Tembawang Ilik Desa Sepan Lebang dengan INP pada tingkat semai =15,2216, tingkat Pancang (INP = 19,8315), Tingkat Tiang (INP = 16,9391), dan Tingkat Pohon (INP = 17,8468). Untuk nilai Indeks Dominasi (ID) yang terdapat pada stadium pertumbuhan tingkat semai (ID= 0,0617) ,tingkat Pancang sebesar (ID = 0,0562) ,Tiang (ID = 0,0749), dan tingkat Pohon sebesar (ID = 0,0444). Indeks keanekaragaman jenis (H) tingkat semai pada petak pengamatan sebesar 0,3055, tingkat Pancang sebesar 1,3901, tingkat Tiang sebesar 1,3769, dan tingkat Pohon sebesar 1,3372.