Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EQ dan AQ dalam pengembangan profesional pustakawan Aris Nurohman
Al Maktabah Vol 12, No 1 (2013)
Publisher : Pusat Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/almaktabah.v12i1.1587

Abstract

Tulisan ini membahas tentang Intelektual Quotient (IQ), Emotional Quotient (EQ) dan Emotional Quotient (EQ) yang ada pada diri pustakawan. Pustakawan dituntut matang dalam mengatur emosi (Emotional Quotient) dan matang dalam mengatasi berbagai tantangan kesulitan (Adversity Quotient). Teori AQ diambil menurut Paul G. Stoltz, yang menyatakan bahwa suksesnya pekerjaan dan hidup terutama ditentukan oleh AQ, sebab AQ akan memberi tahu seberapa mampu bertahan menghadapi kesulitan dan sekaligus memberi tahu akan kemampuan untuk mengatasinya. AQ meramalkan siapa yang mampu mengatasi kesulitan dan siapa yang akan hancur. AQ meramalkan siapa yang akan melampaui harapan atas kinerja dan potensi serta siapa yang akan gagal. AQ juga meramalkan siapa yang akan menyerah dan siapa yang bertahan.  
Pengelolaan Perpustakaan PT-KIN se-Jawa Tengah dan DIY (IAIN Purwokerto, IAIN Salatiga, IAIN Surakarta, IAIN Kudus, IAIN Pekalongan dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) Aris Nurohman
AL Maktabah Vol 5, No 1 (2020): JUNI
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mkt.v5i1.2498

Abstract

Penelitian pada enam perpustakaan PTKIN di jawa tengah dan Yogyakarta ini dilakukan melalui survei dengan pendekatan de- skriptif kualitatif. Studi ini dilakukan dalam rangka menggali kelebihan dan kekurangan manajemen di beberapa perpustakaan PTKIN. Temuan kelebihan atau keunggulan manajemen dapat menjadi masukan dan rekomendasi. Adapun temuan kendala ma- najemen menjadi bahan evaluasi untuk pembenahan. Temuan penelitiannya, perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dianggap telah mapan sehingga layak dijadikan sebagai benchmarking. Perpustakaan IAIN Purwokerto dan IAIN Salatiga baik untuk dijadikan sebagai role model. Perpustakaan IAIN Kudus menjadi contoh perpustakaan yang memiliki motivasi menuju perubahan. Perpustakaan IAIN Surakarta adalah contoh dari manajemen yang stabil yang terus memaksimalkan potensi sumber daya yang ada. Perpustakaan IAIN Pekalongan adalah perpustakan yang kondusif yang terus berupaya menggali potensi yang dimiliki yang ada.