Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Mengungkap Naskah Kuna koleksi Masyarakat Cirebon: Sebuah Catatan Filologis sebagai Trend Studi Islam di PTAI eL-Mawa, Mahrus
Manuskripta Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Manuskripta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ms.v1i1.416

Abstract

Studi filologi di Kementerian Agama RI, melalui Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI), saat ini tengah menjadi trend. Hal itu bisa dilihat dari beberapa ikhtiar yang telah dilakukannya, baik secara praktis maupun strategis. Di antara PTAI yang dimaksud dalam tulisan ini adalah IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Naskah yang digunakan dalam paparan ini terkait dengan warisan Kraton/Kesultanan Cirebon, terutama Kasepuhan dan Kanoman yang berada di masyarakat. Kedua kraton ini merupakan dua dari empat Kraton di Cirebon. Keduanya mempunyai peran penting dalam peradaban Islam di Indonesia. Di antara peranannya antara lain adanya naskah kuna (manuscript) keagamaan yang hingga kini, sebagiannya diselamatkan para pewarisnya sebagai koleksi masyarakat. Tulisan ini mengungkap akses dan identitas naskah kuna Kraton yang di masyarakat, khususnya setelah digitalisasi bersama-sama PTAIN di Cirebon. Harapannya, terdapat tindak lanjut yang lebih strategis untuk penyelamatan dan pelestarian naskah kuna sebagai bukti dari peradaban Islam Indonesia oleh berbagai pihak. Paparan berikut ini dilengkapi pula dengan deskripsi sederhana dari beberapa naskah tersebut.
KETIKA MOHAMMED ARKOUN MEMBINCANG WAHYU el-Mawa, Mahrus
ULUL ALBAB Jurnal Studi Islam Vol 8, No 2 (2007): Islamic Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2090.501 KB) | DOI: 10.18860/ua.v8i2.6202

Abstract

Expressing of somebody's thought is like open a window of ideas world on a period. Terminology of "wahyu" or revelation in Qur'anic studies, then; often only concentrated on its subject in a past. Hence, impress that researchers less express revelation in modern perspective of science, such as linguistics, anthropology, and so on. Mohammed Arkoun is one among recent thinker of moslem trying to discuss about revelation. In the context of Islamic thought, Arkoun's contribution enough means to open the door of discourse on recent Islamic science. In this article can be known that how Arkoun in reading of revelation has a new perspective.
Suluk Iwak Telu Sirah Sanunggal: Dalam Naskah Syattariyah wa Muhammadiyah di Cirebon * eL-Mawa, Mahrus
Manuskripta Vol 6 No 1 (2016): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v6i1.61

Abstract

One of the characteristics of Syattariyah in Cirebon is the existence of a particular tarekat called “Syattariyah Muhammadiyah”. It results from the development of Syattariyah teachings in Indonesia in the 19th century, especially in the palace of Cirebon Sultanate.Through the text of “Syatariyah wa Muhammadiyah” (abbreviated SWM) which was written in pegon writing system in Javanese,Cirebonese dialect, its genealogy and teaching can be understood and then elaborated. One of the symbolisms reflecting the teaching of this tarekat is iwak telu sirah sanunggal. It is an illustration of three fish with single head. The head is at center and the three fish created a diamond look-alike logo, like in ‘Mitsubishi’ brand. The genealogy of teachers and students of Syattariyah Muhammadiyah in SWM is different from the genealogy of Syattariyah famously known in Java. Whilst in Java, this tarekat is taught through Abdul Muhyi Pamijahan, a student of Abdurrauf as-Singkili, in SWM it is through Abdullah bin Abdul Qahhar. === Salah satu corak tarekat Syatariyah di Cirebon adalah “Syatariyah Muhammadiyah”. Corak tarekat Syatariyah itu merupakan salah satu pengembangan ajaran tarekat Syatariyah di Nusantara pada abad ke-19, terutama di lingkungan keraton Cirebon. Melalui naskah “Syatariyah wa Muhammadiyah” (SWM) di Cirebon, tarekat Syatariyah Muhammadiyah dapat dijelaskan silsilah dan ajaran-ajarannya. Naskah SWM berbahasa Jawa dialek Cirebon dalam aksara pegon. Di antara ajaran tarekat Syatariyah Muhammadiyah itu adalah suluk iwak telu sirah sanunggal (tiga ikan satu kepala). Sebuah ajaran suluk Syatariyah dari ilustrasi ikan dengan satu kepala dan tiga tubuh. Satu kepala berada di tengah dan tiga ikan itu membentuk seperti simbol tiga berlian dalam Mitsubishi. Silsilah guru dan murid dalam tarekat Syatariyah Muhammadiyah yang tertulis dalam teks SWM terdapat perbedaan dengan silsilah tarekat Syatariyah di Jawa yang dikenal selama ini. Silsilah itu melalui tokoh Abdullah bin Abdul Qahhar, berbeda dengan silsilah yang beredar selama ini, yaitu Abdul Muhyi Pamijahan murid dari Abdurrauf as-Singkili.