A. Harijanto
Universitas Swadaya Gunung Jati

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Konsentrasi Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Buncis (Phaseolus vulgaris L.) Kultivar Pasira Dan Lebat-3 A. Harijanto; Dudung Abd; Ipan Kurniawan
Agroswagati Jurnal Agronomi Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Pertanian Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/agroswagati.v4i2.1856

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan konsentrasi pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis (Phaseolus vulgaris L.) Kultivar Pasira dan Lebat-3. Percobaan dilaksanakan di lahan sawah UPT BP3K Jalaksana, Desa Manislor, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan. Lokasi penelitian memiliki Jenis tanah lempung berliat, pH 5,88 (agak masam), suhu 220C – 260C, ketinggian 600 m dpl (di atas permukaan laut), kelembaban udara 60 % dan curah hujan 2030 mm/tahun. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2013 sampai dengan Agustus 2013. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor perlakuan adalah konsentrasi pupuk organik cair yang terdiri dari 5 taraf terhadap dua kultivar tanaman buncis, yaitu : 0 ml/l, 1 ml/l, 2 ml/l, 3 ml/l, dan 4 ml/l.Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun per rumpun, jumlah polong per rumpun, panjang polong, bobot polong per rumpun dan bobot polong per petak.  Hasil penelitian menunjukan bahwa kombinasi perlakuan pupuk organik cair dan kultivar buncis berpengaruh terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun per rumpun (30 HST, 35 HST dan 45 HST), jumlah polong, bobot polong per rumpun dan bobot polong per petak.Pada kultivar Pasira, pemberian pupuk organik cair dengan konsentrasi 2 ml/l menghasilkan tinggi tanaman tertinggi yaitu 214,2 cm pada umur 35 HST, 236,33 cm pada umur 40 HST, dan 237,27 cm pada umur 45 HST,  serta bobot polong per petak 3,22 kg/petak yang setara dengan 8,59 ton/ha. Sedangkan pada kultivar Lebat-3, pemberian pupuk organik cair dengan konsentrasi 2 ml/l menghasilkan tinggi tanaman tertinggi yaitu 225,73 cm pada umur 35 HST, 253,93 cm pada umur 40 HST dan 254,53 cm pada umur 45 HST, serta bobot polong per petak 3,94 kg/petak yang setara dengan 10,51 ton/ha.Terdapat korelasi antara tinggi tanaman umur 35 HST, dengan bobot polong buncis per petak dan tidak terdapat korelasi antara jumlah daun dengan bobot polong buncis per petak pada Kultivar Pasira. Sedangkan pada Kultivar Lebat-3, terdapat korelasi antara tinggi tanaman umur 35 HST, 40 HST, dan 45 HST dengan bobot polong buncis per petak dan terdapat korelasi antara jumlah daun umur 35 HST dengan bobot polong buncis per petak.