Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kemandirian Belajar dalam Pembelajaran Jarak Jauh Panggih Wahyu Nugroho; Muhammad Arief Maulana
Advice: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/advice.v3i1.1429

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran umum mengenai kemandirian belajar dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh. Pembelajaran jarak jauh seperti yang sering kita dengar merupakan pembelajaran yang mengutamakan kemandirian. Guru dapat menyampaikan materi ajar kepada peserta didik tanpa harus bertatap muka langsung di dalam suatu ruangan yang sama. Pada peridoe awal pelaksanaan pembelajaran jarak jauh pastinya meiliki beberapa hal yang menjadi perhatian salah satunya yaitu kesiapan siswa dalam menerima dan mengikuti pembelajaran jarak jauh. Metode penelitian menggunakan studi kepustakaan. Hasil penelitian memberikan pemahaman bahwa kemandirian belajar ditunjukkan dengan adanya kemampuan untuk dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tingkah laku. Dengan adanya perubahan tingkah laku maka anak memiliki peningkatan dalam berfikir, belajar untuk bisa mandiri tanpa mengandalkan bantuan dari orang lain dan tidak menggantungkan belajar hanya dari guru, karena guru berperan sebagai fasilitator dan konsultan sehingga guru bukanlah satu-satunya sumber ilmu, dan dapat mempergunakan berbagai sumber dan media untuk belajar. Pembelajaran jarak jauh yang menuntut siswa untuk lebih proaktif dalam mencari materi pendukung aktivitas belajar, mengambil keputusan yang tepat, bertanggung jawab atas aktvitas yang dilakukan dalam memenuhi tugas dan mengikuti pembelajaran, serta tetap kompetitif mesikipun dengan berbagai keterbatasan dama pelaksanaan PJJ.
Kepemimpinan Pendidikan dan Motivasi Mengajar Guru; Studi Kasus Perubahan Kepala Sekolah di SMPN 1 Jetis Ponorogo janah Nur; Panggih Wahyu Nugroho
Edumanagerial Vol. 4 No. 1 (2025): EDUMANAGERIAL : Journal of Islamic Education Management
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/edumanagerial.v4i1.5127

Abstract

Pendidikan berpusat pada pengembangan potensi manusia melalui pembelajaran terencana, didukung manajemen sekolah yang efektif. Sekolah sebagai ekosistem, melibatkan peserta didik, pendidik, staf kependidikan, guru, dan kepala sekolah. Kepala sekolah, sebagai tokoh sentral, sangat krusial dalam mengelola dan memotivasi seluruh komponen. Pergantian kepemimpinan membawa gaya baru yang menuntut adaptasi, dan ini berdampak pada motivasi mengajar guru yang merupakan kunci utama untuk pembelajaran efektif. Penelitian ini menganalisis dampak kepemimpinan kepala sekolah baru terhadap motivasi mengajar guru di SMPN 1 Jetis. Pendekatan kualitatif digunakan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap guru dan kepala sekolah. Analisis data melibatkan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber dan metode, serta mempertimbangkan lamanya waktu penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah baru menerapkan gaya kepemimpinan demokratis dengan elemen servant leadership, ditandai dengan sikap mengayomi, sabar, dan fokus pada kesejahteraan guru. Kepala sekolah juga beradaptasi dengan budaya organisasi sekolah melalui pendekatan strategis yang menekankan keberlanjutan program, optimalisasi sumber daya, musyawarah, keterbukaan, dan keteladanan. Kepemimpinan ini secara signifikan menciptakan iklim kerja positif melalui kedisiplinan yang suportif, komunikasi terbuka, dukungan pengembangan profesional, dan perhatian pada kebutuhan guru. Iklim kerja kondusif ini berpotensi kuat meningkatkan motivasi mengajar, rasa memiliki, dan kinerja guru. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan kepemimpinan kepala sekolah baru yang adaptif dan berorientasi pada guru memiliki implikasi positif terhadap motivasi mengajar dan iklim kerja di SMPN 1 Jetis