Budiyono Budiyono
Universitas Negeri Malang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Dana Inpres Desa Tertinggal - IDT dan Perannya Dalam Peningkatan Pendapatan Keluarga Miskin di Desa Fajar Baru Lampung Selatan Budiyono Budiyono
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 5, No 2 (1998)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/pg.v5i2.2014

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji dana IDT dan perannya dalam peningkatan pendapatan keluarga miskin di desa Fajar Baru Lampung Selatan. Titik tekan kajian pada besarnya dana IDT dan cara pengembaliannya, jenis usaha dan besarnya pendapatan, kendala atas usahanya, dan perannya dalam pemenuhan kebutuhan pokok keluarga.Metodologi penelitian ini adalah metode deskriptif. Populasinya berjumlah 286 KK miskin penerima dana IDT. Karena keterbatasan peneliti dan homogenitas populasi, maka diambil sampel 10 % (29 KK). Pengumpulan data dikerjakan dengan teknik observasi dan wawancara, dan instrumennya berupa kuesioner. Data disajikan dalam bentuk tabulasi frekuensi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) sebanyak 68,96 % KK menerima dana IDT sebesar Rp. 165.000,00 dan sebanyak 31,04 % KK menerima dana IDT sebesar Rp. 250.000,00. Pengembaliannya secara bergilir dan diperuntukkan bagi keluarga miskin yang belum mendapat dana IDT; (2) jenis usaha ternak kambing sebanyak 82,76 % KK dengan basil Rp. 33.542,00/KKJtahun, sedangkan 17,24 % KK untuk usaha dagang hasilnya Rp. 236.000,00/KKJtahun; (3) kendala usaha ternak kambing yaitu anaknya sering mati dan hasilnya lama, dan pada usaha dagang berupa terbatasnya modal; (4) dana IDT di desa Fajar Baru belum dapat mengentaskan kemiskinan karena hanya dapat memenuhi kebutuhan pokok minimal antara 25,20 % - 24,81 %.
Studi Tentang Bentuk Kemiskinan Penduduk Desa Fajar Baru Sebagai Desa Tertinggal di Wilayah Kecamatan Tanjungbintang Kabupaten Lampung Selatan Budiyono Budiyono
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 6, No 1 (1999)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/pg.v6i1.2035

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji bentuk kemiskinan di desa tertinggal, dengan titik tekan kajiannya pada karak­teristik penduduk miskin, pendapatan dan tingkat pemenuhan kebutuhan pokok, serta harapan penduduk kepada pemerintah untuk mengentaskan kemiskinannya. Populasi penelitian se­banyak 404 KK. Karena berbagai keterbatasan peneliti, diambil sampel lO % yaitu 40 KK. Untuk mengumpulkan data diguna­kan teknik observasi dan wawancara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan mendasarkan pada tabulasi frekuensi dan persentase dalam melakukan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan (1) karakteristik penduduk miskin di desa Fajarbaru dicirikan oleh pendidikan penduduknya berusia produktif dan kepemilikan lahan rata-rata sempit (0,96 ha) dan jumlah tanggungan keluarga banyak (6,2); (2) pendapatan per kapita berkisar antara Rp. 74.255,00-Rp. 186.500,00 per tahun, sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan pokoknya yang sebesar Rp. 389.700,00, dan kemiskinan ini terbentuk karena sempitnya kepemilikan lahan serta rendahnya tingkat pendidik­an dan pendapatan; (3) penduduk berharap dana IDT ini dapat menciptakan model kegiatan baru, yang segera dapat menambah penghasilannya.
Studi Tentang Upaya Pengentasan Keluarga Miskin dengan Bantuan Dana IDT di Wilayah Kelurahan Susunan Baru Kecamatan Tanjung Karang Barat Kotamadya Bandarlampung Budiyono Budiyono; Mas'ud Yusuf
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 7, No 1 (2000)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/pg.v7i1.2047

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji upaya pengentasan keluarga miskin dengan bantuan IDT di wilayah Kelurahan Susunan Baru Kotamadya Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dengan populasi 204 KK miskin yang diambil sampel sebanyak 25 % atau 51 KK. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara clan dokumentasi dengan instrumen berupa kuesioner. Analisis data dilakukan dengan tabulasi frekuensi sebagai dasar deskripsi hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan: (1) ada perbedaan penerimaan bantuan dana IDT, karena keterbatasan dan rencana tiap kelompok, (2) bantuan dana digunakan untuk usaha dagang, ternak kambing, dan usaha tani sayuran, (3) total hasil usaha sebanyak Rp.16.015.000,00/tahun, berarti pendapat­an tiap kepala keluarga Rp.314.020,00/tahun atau Rp.62.804 per kapita/tahun, (4) hasil tes tersebut menyumbangkan 21,16 % terhadap total pendapatan pokok yaitu dari Rp.75.700.000,OO/tahun menjadi Rp. 91.715.000,OO/tahun. Pendapatan perkapita meningkat dari Rp.296.863,OO/tahun menjadi Rp.359.667,OOI tahun belum dapat memenuhi kebutuhan perkapita minimamya sebanyak Rp.1.079.600,00/tahun, dan adanya bantuan dana IDT belum dapat mengentaskan kemiskinan keluarga, (5) usaha yang harus dikembangkan oleh keluarga miskin agar segera menghasilkan adalah bertani sayuran, dagangan, dan usaha ternak ayam potong.