Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

NEGOSIASI KEBUDAYAAN LOKAL DAN PENDIDIKAN ISLAM EMAWATI Emawati Emawati
Jurnal Andi Djemma | Jurnal Pendidikan Vol 3, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketika Islam datang ke suatu masyarakat maka akan bertemu dengan budaya lokal yang telah ada. Keberadaan Islam dalam siklus kehidupan masyarakat memberikan warna tersendiri terhadap kebudayaan mereka. Persentuhan itu menjadi bukti bahwa kebudayaan selalu berkembang karena adanya negosiasi antar keduanya. Dalam konteks ini menarik untuk mendiskusikan: bagaimana perkembangan Islam di Jawa; bagaimana negosiaisi antara Islam dengan budaya lokal yang juga menggambarkan proses ketika Islam memasuki praktik budaya lokal dalam pendidikan dan memberi makna baru padanya serta sebaliknya? Artikel ini merupakan library research, dimana semua datanya dikumpulkan dari sumber dokumentasi, berupa buku, artikel dan sumber lainnya yang terkait dengan tema kajian. Kemudian dipilah sesuai relevansinya dengan kajian penulisan artikel. Dari kajian artikel ini menunjukkan bahwa perkembangan Islam di Jawa yang mengalami kemajuan pesat, tidak terlepas dari usaha penyebar Islam. Mereka menggunakan salah satu metode pengajaran yang dapat menyesuaikan dengan situasi- kondisi masyarakat saat itu. Untuk mencapai tujuan pendidikan, maka para penyebar Islam di Jawa bersikap lunak terhadap budaya yang lebih dulu ada. Perlunya dialog antara agama dan budaya lokal.
Sangiang Pengobatan Alternatif Suku Dayak Muslim Di Gohong, Kalimantan Tengah Zainap Hartati; Emawati Emawati; Siti Patimah
MISYKAT Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadist Syari ah dan Tarbiyah Vol 5, No 2 (2020): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33511/misykat.v5n2.53-66

Abstract

Sangiang merupakan sebuah budaya suku Dayak Kalimantan Tengah, yang di dalamnya ada unsur pengobatan. Tujuan dari dilaksanakannya sangiang bukan hanya sebagai sarana pengobatan semata, tetapi seringkali pula sangiang digunakan untuk menjauhkan segala marabahaya suatu kampung dari gangguan roh-roh jahat atau murka leluhur yang disebut mamapas lewu atau tolak bala, ada pula yang mengadakan sangiang di lokasi kerja seperti pertambangan emas, sarang walet dan lokasi-lokasi pekerjaan lainnya, sangiang dilakukan agar lokasi pekerjaan aman dari segala gangguan dan melancarkan segala pendapatan. Dibalik kegiatan sangiang terkandung nilai keislaman yang mengiringi prosesi kegiatannya. Penelitian dilakukan di desa Gohong, Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data dengan pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai keislaman yang ada pada prosesi sangiang sebagai wujud dari keyakinan pada Yang Maha Kuasa, yakni harus percaya atau meyakini bahwa adanya yang ghaib, selain itu setelah upacara sangiang selesai membaca do’a selamat sebagai wujud rasa syukur atas keselamatan peyembuh tradisional  (subat) dan orang yang berobat.