Siswanto Siswanto
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : PARAMUROBI

EVALUASI PROGRAM PENDIDIKAN ISLAM Siswanto Siswanto; Eli Susanti
PARAMUROBI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol 2 No 1 (2019): Paramurobi: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UNSIQ Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/paramurobi.v2i1.817

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah arti evaluasi tersebut, kemudian mengapaguru perlu mengadakan evaluasi program pembelajaran dan apa saja yang menjadi obyekdan sasaran dalam evaluasi serta bagaimanakah cara melaksanakan evaluasi programtersebut. Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya proses evaluasi terhadap hasil belajarsiswa dan evaluasi proses pengajarannya. Bila kita lihat dalam proses evaluasi hanyamementingkan evaluasi hasil belajar, nampaknya kurang komperhensif. Oleh karena itu,perlu membahas evaluasi program. Oleh karena itu evaluasi perlu direncanakan denganmatang, karena berhubungan dan menyangkut banyak aspek. Motode yang digunakandalam penelitian ini adalah pustaka dimana data diambil dari beberapa buku referensiyang berkaitan dengan evaluasi pembelajaran. Kemudian dianalisis dengan menggunakanpendekatan deskriptif. Selanjutnya kesimpulan pada penelitian ini adalah Eveluasiprogram pendidikan Islam merupakan sebuah penilaian tentang rancangana atau kegiatanyang direncanakan dengan seksama untuk memberikan bimbingan terhadap seseorangagar ia menjadi insan yang dapat berkembang secara maksimal sesuai dengan ajaranislam. Selanjutnya sebelum melakukan evaluasi program kita harus memperhatikanterlebih dahulu tujuan institusional dan kemudian dikhususkan dalam bidang study PAIserta mempertimbangkan kompetensi lulusan sebagai berikit: mengenali dan berprilakusesuai dengan ajaran agama Islam, mengenali dan menjalankan hak dan kuwajibandiri, beretos kerja, dan peduli terhadap lingkungannya, berpikir secara logis kritis,dan kkreatif serta berkomunikasi melalui berbagai media, menyenangi keindahan danmembiasakan hidup bersi, bugar dan sehat, memiliki rasa cinta dan bangga terhadapbangsa dan tanah air. Kemudian dalam melaksanakan evaluasi program dapat dilakukanoleh orang-orang dari dalam (orang ikut terlibat dalam kegiatan), dan dapat pula orangdari luar (orang yang tidak ikut terlibat dalam kegiatan program). Guru adalah pelaksanasehingga mereka mengetahui betul apa yang terjadi di dalam proses belajar mengajar.Guru penting atas berbaikan kualitas pengajarn, untuk memperbaiki proses pengajaranyang akan dilaksanakan pada lain waktu. Dan yang terakhir cara melaksanakan evaluasiprogram yaitu dengan menyiapkan instrument angket, pedoman wawancara, pedomanpengamatan dan lain sebagainya. Sebagai cara yangpaling sedarhana adalah menncatatterhadap peristiiwa yang dialami dari kegiatan sehari-hari di kelas.
METODE PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI DALAM GENERASI UNGGUL DAN SUKSES Siswanto Siswanto; Zaelansyah Zaelansyah; Eli Susanti; Jeni Fransiska
PARAMUROBI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol 2 No 2 (2019): Paramurobi: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UNSIQ Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/paramurobi.v2i2.1295

Abstract

This research aims to determine whether the meaning of early childhood education and what methods are used for early childhood. Early childhood education is the right time to lay the foundation for physical abilities, language, social emotional, self-concept, art, moral and religious values. So that efforts to develop the full potential of early childhood should begin so that the child's growth and development are optimally achieved, this must be in accordance with the methods / methods used at that age so that the child does not become bored. The study uses a qualitative research and qualitative descriptive approach. The method of retrieving data by observation and interview, and then analyzed. Next the result is early childhood education, namely children newly born until the age of 6 years. The learning process at this age really determines the formation of character and personality of children. Furthermore, teaching at RA IPKB, the teaching methods in PAUD are playing, telling stories, singing, talking, field trips and hands-on practice. Because of the teaching for early childhood at RA IPKB, I think it is feasible, because not only general knowledge is obtained, but children's religious knowledge is also learned. Thus children can compete later in high school which is not only intellectuals that can be obtained, but also spiritually owned.
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI KARAKTER MENURUT KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT LEMBAK, KECAMATAN BINDURIANG Lena Lena; Nelson Nelson; Siswanto Siswanto
PARAMUROBI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol 3 No 1 (2020): Paramurobi: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UNSIQ Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/paramurobi.v3i1.1429

Abstract

This study aims to find out how the implementation of honest character values, tolerance, social care according to the wisdom of the Lembak community, Lembak Society or also known as the Lembak Tribe which is part of the people of Bengkulu Province, Rejang Lebong Regency. Is a community famous for its local wisdom. attitude of social care, honesty, and tolerance. This research uses a qualitative approach, the data is taken through interviews and observations. Then reduced until a conclusion is drawn. From these results the implementation of honest character values ​​can be seen in the implementation of Rasan Bekulo and also in the implementation of the Pelara Ceremony. While the character of tolerance can be seen in the implementation of Rasan Bekulo and also in the implementation of Sambai / Nandai and social care characters can be seen in the implementation of the death commemoration from death to the hundred daily events. Form of care for the bereaved family by helping both in terms of energy, material, and as much as they help.