Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pelatihan Problem Focused Coping untuk Mengurangi Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa Rini Eka Sari; Andreas Yudha Fery Nugroho
SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 7 No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : LP2M Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/sosio.v7i1.8998

Abstract

This research is an experimental study which aims to determine the effectiveness of problem focused coping training in reducing academic procrastination in students. The subjects in this study were students of the Faculty of Psychology, Sarjanawiyata Tamansiswa University Yogyakarta. The measuring instrument used in the form of Academic Procrastination scale with a reliability coefficient value of 0.931. The collected data were analyzed by statistical analysis of different test. Hypothesis testing in this study used Paired sample t-test and independent sample t-test. The results of statistical analysis with different tests in the experimental group obtained the initial t number = 116.731 and the final t = 93,492 meaning that there was a significant influence between providing problem focused coping training for reduce academic procrastination in students. Pair1 test results obtained sig value. (2- tailed) of 0.000 where P <0.05, it can be concluded that there is a difference in the average academic procrastination of students for the pretest and posttest in the experimental group. And the pair2 test results obtained the sig value. (2-tailed) of 0.000 (P <0.05), it can be concluded that there is a difference in the average academic procrastination of students for the pretest and posttest in the control group.
INTERNALISASI AJARAN PANCA DHARMA TAMANSISWA, KEMAMPUAN SELF-REGULATED LEARNING, DAN PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA Andreas Yudha Fery Nugroho
Lensa Budaya: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Budaya Vol. 15 No. 1 (2020): Lensa Budaya: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Budaya
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34050/jlb.v15i1.11082

Abstract

This study focuses on two factors that might correlate with the academic achievement of Sar-janawiyata Tamansiswa (UST) students. These two factors are the internalization of the teachings of the five Dharma Tamansiswa and the ability of self-regulated learning. Academic achievement is a benchmark of student success in each semester or at the end of the lecture period (graduation). Academic achievement is a result that can be fought for by all students in accordance with the tar-gets to be achieved respectively. The purpose of this study is to reveal whether the internalization of the teachings of the five Taman dharma Tamanasiswa and self-regulated leaning abilities corre-late with student academic achievement. The research process starts from curiosity and concern for UST students' academic achievement. Academic achievement is the result of evaluating whether the student is successful or not in each semester. This research is a Quantitative Regression Corre-lation research using a survey method for distributing attitudes and or behavioral scales. The scale is a psychological measurement tool to assess individuals in attitude and action. The scale is a de-scription of students on the variable internalization of the teaching of the five dharma and the abil-ity of self-regulated learning. While academic achievement can be seen from the results of student GPA.Keywords: Internalization of the teaching of the five dharma tamansiswa, self-regulated learning and Student Academic Achievement.
Perilaku Seksual Pranikah Remaja Ditinjau dari Keterlibatan Orang Tua dan Tingkat Religiusitas Andreas Yudha Fery Nugroho; Rini Eka Sari

Publisher : Ilmu Psikologi Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jip.v9i1.3001

Abstract

This study focuses on two factors that may influence the premarital sexual behavior of adolescents in Yogyakarta. The two factors are parental involvement and level of religiosity. Teenage premarital sexual behavior is one of the concerns, especially in Yogyakarta. The purpose of this study was to examine the relationship between the variables of adolescent premarital sexual behavior in terms of parental involvement and level of religiosity. The research method used is quantitative correlation with multiple regression techniques. Based on multiple linear regression testing in this study, the sig value was 0.082 or > 0.05. It is known that the significance value for the influence of parental involvement (X1) and the level of religiosity (X2) simultaneously on Y is 0.082 > 0.05 and F Count 2.559 > F Table 3.07, so it can be concluded that the hypothesis is rejected which means there is no significant effect. Simultaneous relationship between parental involvement and level of religiosity with adolescent premarital sexual behavior.
Efikasi Diri dan Keterlibatan Orangtua dalam Pendidikan dengan Self Regulated Learning Andreas Yudha Fery Nugroho
IJIP : Indonesian Journal of Islamic Psychology Vol 1, No 1 (2019): Indonesian Journal of Islamic Psychology
Publisher : Fakulatas Dakwah IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/ijip.v1i1.125-138

Abstract

This study aimed at determining the improvement of the quality of students who refered to several factors, namely self-regulated learning, self-efficacy and parental involvement in Education using a quantitative research approach with the Self-Efficiency scale, the scale of parental involvement in education and the scale of self-regulated learning. In this study it could be said that the ability of self-efficacy and parent involvement in education were able to predict the ability of self-regulated learning. Junior high school students realized that their abilities were supported by parents who provided assistance in the learning process would make it easier to regulate teenage learning activities.Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kualitas pebelajar yang merujuk pada beberapa faktor yaitu self-regulated learning, efikasi diri dan keterlibatan orangtua dalam Pendidikan dengan menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan skala Efikasi Diri, Skala keterlibatan orangtua dalam pendidikan dan Skala self regulated learning. Pada penelitian ini dapat dikatakan bahwa kemampuan efikasi diri dan Keterlibatan orangtua dalam pendidikan mampu memprediksi kemampuan self regulated learning. Remaja SMP menyadari akan kemampuan yang mereka miliki didukung oleh orangtua yang memberikan bantuan dalam proses belajar akan mempermudah dalam meregulasi kegiatan belajar remaja.
Hubungan antara hardiness dengan resiliensi perawat rumah sakit PKU Muhammadiyah Yogyakartadi masa pandemi COVID-19 Kurniawati Shella Prasetyo; Siti Hafsah Budi Argiati; Andreas Yudha Fery Nugroho
JURNAL SPIRITS Vol 13 No 2 (2023): Volume 13 no 2 , Mei 2023
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/spirits.v13i2.15312

Abstract

Resiliensi adalah kapasitas untuk mempertahankan kemampuan yang berfungsi kompeten dalam menghadapi stresor yang bermacam-macam dalam kehidupan. hardiness merupakan gaya kepribadian dengan karakteristik komitmen, pengendalian, dan persepsiterhadap masalah sebagai sebuah tantangan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara hardiness dengan resiliensi perawat di rumah sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta di masa pandemi COVID-19. Hipotesis yang diajukan adalah Ha , yang artinya ada hubungan antara hardiness dengan resiliensi perawat di rumah sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta yogyakrta di masa pandemi COVID-19. Subjek dalam penelitian ini adalah perawat yang bekerja di rumah sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta di Yogyakarta yang berjumlah 100 orang. Hasil penelitian hubungan antara hardines dengan resiliensi ini menunjukan adanya korelasi. Hal ini dapat ditunjukan dari hasil nilai uji hipotesis sebesar 0,684 lebih besar dari nilai r tabel 5% 0,195 dengan signifikansi 0,000 kurang dari 0,05. Sehingga hipotesis diterima dengan jenis hubungan antara hardines dan resiliensi bersifat positif. Karena semakin tinggi hardiness pada perawat, maka semakin tinggi pula resiliensi perawat di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta di masa pandemi
Hubungan antara hardiness dengan resiliensi perawat rumah sakit PKU Muhammadiyah Yogyakartadi masa pandemi COVID-19 Shella Prasetyo, Kurniawati; Argiati, Siti Hafsah Budi; Nugroho, Andreas Yudha Fery
JURNAL SPIRITS Vol 13 No 2 (2023): May 2023
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/spirits.v13i2.15312

Abstract

Resiliensi adalah kapasitas untuk mempertahankan kemampuan yang berfungsi kompeten dalam menghadapi stresor yang bermacam-macam dalam kehidupan. hardiness merupakan gaya kepribadian dengan karakteristik komitmen, pengendalian, dan persepsiterhadap masalah sebagai sebuah tantangan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara hardiness dengan resiliensi perawat di rumah sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta di masa pandemi COVID-19. Hipotesis yang diajukan adalah Ha , yang artinya ada hubungan antara hardiness dengan resiliensi perawat di rumah sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta yogyakrta di masa pandemi COVID-19. Subjek dalam penelitian ini adalah perawat yang bekerja di rumah sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta di Yogyakarta yang berjumlah 100 orang. Hasil penelitian hubungan antara hardines dengan resiliensi ini menunjukan adanya korelasi. Hal ini dapat ditunjukan dari hasil nilai uji hipotesis sebesar 0,684 lebih besar dari nilai r tabel 5% 0,195 dengan signifikansi 0,000 kurang dari 0,05. Sehingga hipotesis diterima dengan jenis hubungan antara hardines dan resiliensi bersifat positif. Karena semakin tinggi hardiness pada perawat, maka semakin tinggi pula resiliensi perawat di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta di masa pandemi
Grit As a Predictor of Academic Burnout Among University Students Writing Their Theses Under The Guidance of The Among System Amelia Putri Arnanto; Berliana Henu Cahyani; Andreas Yudha Fery Nugroho
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 14, No 2 (2026): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v14i2.23763

Abstract

This study was carried out to obtain empirical evidence regarding the relationship between grit and academic burnout among final-year students at Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa. The hypothesis stated that the two variables would show a negative association. The sampling process employed a nonprobability technique, specifically purposive sampling, based on criteria such as being an active UST student, currently in the final semester, and in the process of completing a thesis, with both male and female students included. The results indicated a significant negative relationship between grit and academic burnout, thereby supporting the proposed hypothesis. These findings suggest that students with higher levels of grit tend to experience lower levels of academic burnout, whereas those with lower grit are more likely to encounter higher burnout. The analysis produced a correlation coefficient of r = -0.765 with a significance value of p = 0.001 (p < 0.05), and the coefficient of determination (R Square) of 0.585 shows that grit accounts for 58.5% of the variation in academic burnout.Burnout akademik merupakan permasalahan psikologis yang banyak dialami mahasiswa tingkat akhir akibat tuntutan akademik yang berkepanjangan, khususnya dalam proses penyusunan skripsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara grit dan burnout akademik pada mahasiswa tingkat akhir di UST. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik nonprobability sampling dengan metode purposive sampling berdasarkan kriteria mahasiswa aktif UST, berada pada semester akhir, dan sedang menyusun skripsi, baik laki-laki maupun perempuan. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara grit dan burnout akademik, yang berarti hipotesis penelitian dinyatakan terbukti. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat grit yang dimiliki mahasiswa, semakin rendah kemungkinan mereka mengalami burnout akademik, dan sebaliknya. Nilai koefisien korelasi yang diperoleh adalah r = –0,765 dengan nilai signifikansi p = 0,001 (p < 0,05), sedangkan koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,585 menunjukkan bahwa grit memberikan kontribusi sebesar 58,5% terhadap variasi burnout akademik.
Intensitas Penggunaan Media Sosial dengan Kesejahteraan Psikologis pada Siswa SMK Pratama, Dimas Aldi; Cahyani, Berliana Henu; Nugroho, Andreas Yudha Fery
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.8021

Abstract

Kesejahteraan psikologis siswa SMK menjadi isu penting seiring meningkatnya tekanan akademik, tuntutan kesiapan kerja, serta tingginya intensitas penggunaan media sosial pada remaja. Masa remaja sebagai fase transisi juga rentan terhadap berbagai permasalahan kesehatan mental, sehingga kesejahteraan psikologis menjadi aspek yang perlu diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dengan kesejahteraan psikologis pada siswa SMK Negeri 5 Yogyakarta. Hipotesis yang diajukan adalah terdapat hubungan negatif antara kedua variabel tersebut, di mana semakin tinggi intensitas penggunaan media sosial maka semakin rendah tingkat kesejahteraan psikologis siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan sampel sebanyak 151 siswa kelas XI yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang mengukur kesejahteraan psikologis berdasarkan enam aspek, yaitu penerimaan diri, hubungan positif dengan orang lain, otonomi, penguasaan lingkungan, tujuan hidup, dan pertumbuhan pribadi, serta intensitas penggunaan media sosial yang meliputi frekuensi, durasi, keterikatan emosional, dan integrasi dalam kehidupan sehari-hari. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi nonparametrik Spearman rank dengan bantuan perangkat lunak JAMOVI. Hasil analisis menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar r = -0,059 dengan nilai signifikansi p = 0,236 (p > 0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas penggunaan media sosial dengan kesejahteraan psikologis. Dengan demikian, hipotesis ditolak. Temuan ini menunjukkan bahwa kesejahteraan psikologis siswa lebih dipengaruhi oleh faktor lain seperti dukungan sosial, kondisi keluarga, dan regulasi emosi.
Hubungan Intensitas Penggunaan Tiktok dengan Konsentrasi Belajar pada Siswa SMP Kanisius Sleman Prasetyaningrum, Dian Martha; Cahyani, Berliana Henu; Nugroho, Andreas Yudha Fery
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8178

Abstract

Konsentrasi belajar siswa SMP menjadi isu yang semakin penting seiring dengan meningkatnya penggunaan media sosial, khususnya TikTok, yang memiliki potensi untuk memengaruhi fokus dan perhatian siswa dalam proses pembelajaran. Penggunaan TikTok yang semakin meluas di kalangan remaja menimbulkan kekhawatiran terkait dampaknya terhadap aktivitas akademik, terutama dalam hal kemampuan berkonsentrasi saat belajar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara intensitas penggunaan TikTok dengan konsentrasi belajar pada siswa SMP Kanisius Sleman. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah adanya hubungan negatif antara intensitas penggunaan TikTok dengan konsentrasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel penelitian terdiri dari 121 siswa yang dipilih sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen kuesioner yang mengukur tingkat intensitas penggunaan TikTok dan tingkat konsentrasi belajar siswa. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan program Jamovi untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,645 dengan nilai signifikansi p = 0,001 (p < 0,05). Hasil ini menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara intensitas penggunaan TikTok dengan konsentrasi belajar siswa. Dengan demikian, hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini ditolak. Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan TikTok tidak selalu memberikan dampak negatif terhadap konsentrasi belajar, tetapi juga dapat berperan dalam mendukung fokus belajar apabila digunakan secara bijak, terarah, dan dalam batas yang wajar.