Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DAPATKAH BINATANG BERKOMUNIKASI SUNARA SUNARA
Biormatika : Jurnal ilmiah fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Vol. 4 No. 02 (2018): BIORMATIKA
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.248 KB)

Abstract

Bahasa merupakan salah satu alat komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan pesan kepada pihak lain yang diantaranya adalah berbentuk ujaran. Ujaran berupa bunyi yang keluar dari manusia atau binatang idealnya memiliki makna dan maksud. Dalam hal tertentu, binatang bisa berujar, karena bunyi yang keluar dari mulutnya sepertinya memiliki makna dan tujuan tertentu. Secara biologis manusia mampu berartikulasi dan berbahasa. Apakah binatang pun bisa disebut berbicara dalam pengertian menggunakan a language as a meaning way. Jika semua mahluk di bumi ini memiliki kemampuan berbahasa berarti seharusnya mahluk mengikuti proses akuisisi (pemerolehan bahasa dari bahasa induk/ibunya sejak kecil, lalu berpotensi berkembang menjadi pembicara yang lebih baik setelah dewasa), dan berpotensi mengajarkan kepada keturunannya dengan bahasa yang sama. Bagaimana dengan binatang terhadap akuisisi tersebut?. Karakteristik bahasa yang dianggap penting adalah 11 karakteristik berikut (Hockett dan Altmann 1968) yaitu 1. use of the vocal auditory channel, 2. Arbitrariness, 3. semanticity, 4. cultural transmission, 5. spontaneous usage, 6. Turn-taking, 7. duality, 8. displacement, 9. structure-dependence, 10. Creativity, 11. ability to read intentions. Apakah karakteristik tersebut terdapat pada manusia dan binatang? apakah terdapat persamaan atau perbedaan karakter pada keduanya? .Pada beberapa binatang memiliki karakteristik tersebut, tapi tidak ada sistem komunikasi binatang memiliki duality dan displacement. Tidak ada sistem binatang dapat dibuktikan memiliki semanticity (makna untuk menggunakan struktur kalimat). Apakah binatang bisa berkomunikasi secara creative dengan binatang lain, atau dapat membaca pikiran dengan mudah dan efesien seperti manusia?. Walaupun binatang tidak bisa berbicara secara natural, tidak berarti bahwa mereka tidak mampu berkomunikasi. Burung dengan training dan usia tertentu, seperti kakatua, dan yang lainnya bisa meniru ucapan manusia seperti bunyi assalamualaikum, good morning, dan lainnya, jika ada orang di sekitar sangkarnya berkata demikian, adalah Mimic yang harus dibedakan dengan pengertian bahasa sebenarnya.
THE INFLUENCE OF GALLERY WALK MODEL TOWARDS STUDENTS’ SPEAKING SKILL ELIS ANDINI; SUNARA SUNARA; SUMPENA ROHAENDI
Biormatika : Jurnal ilmiah fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Vol. 5 No. 01 (2019): BIORMATIKA
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.144 KB) | DOI: 10.35569/biormatika.v5i01.413

Abstract

The purpose of the researchwas to investigate whether or not the influence gallery walk model towards students speaking skill. The resarch was onducted in SMPN 2 Purwadadi. This research use Quantitative method and used non-equivalent control group design categorized as Quasi expeimental design. Two classes were selected from seventh as experiment and control class. The result of the data analysis were as follows. Mean score of pretest in experiment class was 15.66 and standard deviation was 2.057. while, mean score in control class was 16.25 and standard deviaton was 1.586 . further, mean score of posttest in experiment class was 17.81 and standard deviation was 1.533. while, mean score posttest in control class was 17.66 and standard deviation was 1.619. The result of T-test shows that value sig. (2–tailed) was 201in pretest. It was higher than 0.05. Then, there was not diffence of mean between experiment and control class in pretest. The value sig. (2–tailed) was 6.93 in posttest. It was higher than 0.05. Then, there was not difference of means between experiment and control class in posttest. Based on the result of model summary in simple regression, R squere was 0.051 with significance 0.214. it means that the influence of independent variable (questionnaire) towards dependent variable (posstest) was 0.05 %. While, 99.95 % influenced by other variable. Then model of regressing was not good enough as predictors. Based on the coefficient, constant of 20.308 if there was nothing questionnaire, then value of posttest is -0.046. Regression coefficien X of (-0.214) it means each addition 1 value of questionnaire then decline of posttest value of (-0.214). it shows that there was not the significance influence of Gallery walk model toward students speaking skill.