This Author published in this journals
All Journal Dialog EDUKASI
Suprapto Suprapto
Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Dialog

PARADIGMA BARU KEDIKLATAN Suprapto Suprapto
Jurnal Dialog Vol 35 No 2 (2012): JURNAL DIALOG
Publisher : Sekretariat Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.561 KB) | DOI: 10.47655/dialog.v35i2.120

Abstract

Permasalahan yang dihadapi dalam pola diklat konvensional adalah sulitnya menjangkau seluruh SDM Kementerian Agama dengan jumlah (kuantitas) yang besar dan tersebar luas di seluruh wilayah NKRI. Jumlah widyaiswara yang mengampu mata diklat pada seluruh balai diklat dan pusat diklat kementerian agama berjumlah 346 orang. Jumlah guru Madrasah, Pondok Pesantren, dan GPAI yang berstatus swasta dan negeri yang berhak mengikuti diklat berjumlah 1.041.890 orang. Jumlah tersebut belum termasuk jumlah tenaga penyuluh, pembina siaran dan tamadun, penyelenggara haji, penghulu, pengelola zakat dan wakaf, pembina kemasjidan dan takmir. Dari segi siklus tahunan diklat baru mencapai 7 tahunan. Artinya seseorang baru dapat mengikuti diklat kembali setelah tujuh tahun berikutnya, dengan asumsi pembagian jatah dan jadwal dilakukan secara adil. Idealnya, setiap pegawai dapat memperoleh kesempatan untuk memperoleh diklat setiap dua hingga empat tahun, atau bahkan setiap saat ia membutuhkannya. Oleh karena itu perlu dilakukan terobosan untuk mengatasi keterbatasan tersebut. Salah satu pendekatan yang dapat dipilih adalah Diklat Jarak Jauh (DJJ), dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). KATA KUNCI:Diklat Jarak Jauh
Kapasitas Alumni Jurusan Pai Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan Uin Sunan Gunung Djati Bandung Suprapto Suprapto
Jurnal Dialog Vol 41 No 2 (2018): Dialog
Publisher : Sekretariat Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47655/dialog.v41i2.302

Abstract

Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung sejak pendiriannnya telah mengeluarkan lulusan yang tersebar di berbagai macam lembaga dan profesi. Permasalahnya, sampai saat ini pendataan (tracer study) terhadap alumni belum terselenggara dengan baik. Padahal tracer study ini memiliki peran startegis dalam melacak alumni, merekam hasil pelacakan, dan menggunakan hasil pelacakan tersebut untuk perbaikan secara akademik maupun non-akademik. Pertanyaannya, kemana dan bagaimana kiprah alumni tersebut di masyarakat? Penelitian ini bertujuan untuk menghimpun dan mendata alumni yang berkarir di lembaga pemerintahan, swasta dan lembaga lainnya. Disamping itu untuk mengetahui kesesuaian kurikulum jurusan PAI dengan karir alumni dan mengetahui pandangan alumni terhadap integritas ilmu-ilmu pendidikan agama Islam di masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, melalui: pertama, teknik studi dokumentasi dengan menghimpun dan menganalisis dokumen-dokumen resmi, dokumen yang keabsahannya terkait dengan keberadaan dan proses penyelenggaraan pelacakan alumni jurusan PAI. Kedua, teknik wawancara mendalam agar permasalahan menjadi jelas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) alumni jurusan PAI sebagian besar menjadi guru PAI di sekolah dan madrasah baik negeri maupun swasta dan hanya sebagian kecil yang berprofesi sebagai karyawan, politikus, wartawan, LSM, pekerja seni dan lain-lain; 2) penilaian stakeholder terhadap alumni pada aspek Integritas, profesionalisme, Kerjasama tim dan pengembangan diri berkategori baik; 3) rendahnya kemampuan bahasa Inggris, bahasa Arab dan penggunaan Teknologi Informasi (TI) di kalangan alumni Jurusan/Prodi PAI. Maka direkomendasikan: 1) perlu review kurikulum Bahasa Inggris dan Bahasa Arab berdasarkan kebutuhan mahasiswa Jurusan PAI; 2) perlu peningkatan kemampuan berbahasa Arab dan Inggris secara berkesinambungan, dengan memfokuskan kegiatan pembelajaran bahasa Arab dan Inggris pada mahasiswa awal, tengah dan akhir studi; 3) perlu pengembangan teknologi informasi dalam perkuliahan dan pelatihan ICT bagi mahasiswa baru.
Evaluasi Program 5000 Doktor Kementerian Agama RI di Sekolah Pascasarjana UPI Bandung Suprapto Suprapto
Jurnal Dialog Vol 42 No 2 (2019): Dialog
Publisher : Sekretariat Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47655/dialog.v42i2.330

Abstract

Program 5000 doktor Kementerian Agama RI bertujuan meningkatkan kapasitas, kapabilitas, dan kualitas sumber daya manusia (SDM) pada Kementerian Agama secara umum dan SDM pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam secara khusus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif pada Program Pascasarjana (SPs) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Hasil penelitian menunjukkan seluruh mahasiswa penerima beasiswa di SPs UPI merupakan beasiswa penuh (full scholarship), masih terjadi ketidaksesuaian antara peraturan dengan pelaksanaan di lapangan. Pada SK No. 226 Tahun 2015 tentang pedoman pemberian beasiswa untuk calon dosen, dosen, dan tenaga kependidikan pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam pada bab iii tercantum biaya penulisan disertasi, batas waktu pemberian beasiswa, dan pada bab iv poin b beasiswa program doktor diberikan pada waktu 8 semester atau 4 tahun dan diperpanjang 1 tahun. Namun, dalam kenyataan di lapangan mahasiswa hanya diberikan uang semester dan biaya hidup saja tidak pembiayaan untuk pembelian buku, penulisan disertasi, publikasi (jurnal internasional), dan transport bagi mahasiswa yang berasal dari luar kota. Dan pemberian beasiswa hanya 6 semester. Jumlah beasiswa yang diterima mahasiswa belum memadai karena belum termasuk biaya pembelian buku, riset, penyusunan disertasi, kursus Toefl, publikasi (jurnal internasional), dan transport domisili. Dijanjikan oleh pengelola program bagi mahasiswa yang memiliki IPK terbaik tiga orang dalam setiap angkatan dapat mengikuti program sandwich kenyataannya tidak ada tindak lanjut. Direkomendasikan Direktorat Pendidikan Tinggi Islam tidak membatasi program beasiswa pada prodi-prodi tertentu akan tetapi didasarkan kepada kebutuhan prodi dari masing masing PTKI. Perlu penambahan nominal beasiswa untuk biaya pembelian buku, riset, penyusunan disertasi, kursus Toefl, transport domisili, dan publikasi (jurnal internasional). Perlu perpanjangan beasiswa dari 6 (enam) semester menjadi 8 (delapan) semester. Perlu direalisasikan program sandwich bagi mahasiswa penerima beasiswa yang berprestasi.