This Author published in this journals
All Journal EDUKASI
Imam Tholkhah
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Potensi Intoleransi Keagamaan Siswa Sekolah Di Jawa Dan Sulawesi Imam Tholkhah
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan EDUKASI | VOLUME 11, NOMOR 1, APRIL 2013
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32729/edukasi.v11i1.422

Abstract

This particular writing describes research upon the interest of students towards religious education and a developing potency for intolerance in public and religious schools. The research indicates that the students show a rather high interest towards religious teaching in schools. Teachers still can make religious teachings attractive. On the other hand, a minor amount of students still appear to be less interested in religious teachings. The minority stated that this is because of the monotonic and unattractive ways in which the teacher in conveys the information. Fortunately, the majority of the students continue to apply a high level of tolerance to religious teachings. This fact shows that religious teachers are still capable of teaching religious education that is relevant to the national education standards. However, there still remain students who lack tolerance towards religious teaching.  There  are  indications  that  they  provide  support  towards  groups  who  apply  discrimination,  lack  of respect, and intolerance to other groups with different practices or religion. Even though the level of intolerant students is low, the fact that it could expand remains possible, so precaution is still needed. If this particular potential for expansion is taken lightly, it may become a threat towards the nation because it has a potential to be a source of religious conflict. The development of multicultural understanding and tolerance in public or religious schools is one way to resolve this problem. Tulisan ini merupakan temuan penelitian yang menggambarkan minat siswa terhadap pendidikan agama dan potensi intoleransi keagamaan siswa yang berkembang di sekolah dan madrasah. Temuan itu menunjukkan bahwa minat siswa terhadap pendidikan agama sangat tinggi. Dan para gurupun masih menyampaikan pendidikan agama dengan menarik. Sebagian kecil siswa kurang berminat mempelajari agama. Mereka mengatakan metode mengajar guru agama tidak menarik atau membosankan. Mayoritas siswa di sekolah memiliki pandangan keagamaan yang toleran. Fakta ini menunjukkan bahwa guru agama mampu mengajarkan pendidikan agama sesuai dengan standar nasional pendidikan. Hanya saja terdapat sebagian siswa yang memiliki potensi intoleransi keagamaan. Di antara indikasinya adalah mereka memberikan dukungan pada kelompokkelompok yang berprilaku diskriminatif, tidak memberikan penghargaan, tidak menghendaki eksistensi pihak lain yang memiliki paham atau aliran keagamaan berbeda. Meskipun jumlah siswa yang intoleran minoritas di sekolah, pertumbuhan potensi intoleransi ini perlu dicegah, agar tidak berkembang luas. Kalau potensi ini dibiarkan berkembang, maka lama kelamaan dapat menjadi sumber konflik keagamaan yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Di antara cara mencegahnya adalah melalui pengembangan wawasan multikultural dan pengembangan budaya toleransi di sekolah dan madrasah.
PENDIDIKAN TOLERANSI KEAGAMAAN: Studi Kasus SMA Muhammadiyah Kupang Nusa Tenggara Timur Imam Tholkhah
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan EDUKASI | VOLUME 11, NOMOR 2, AGUSTUS 2013
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32729/edukasi.v11i2.432

Abstract

Tulisan ini menggambarkan hasil studi kasus tentang pengembangan budaya toleransi keagamaan yang berlangsung pada SMA Muhammadiyah Kupang Nusa Tenggara Timur. Data dihimpun melalui wawancara dengan para guru, siswa dan kepala sekolah. Proses penelitian, termasuk studi literatur, observasi lapangan dan penulisan berlangsung mulai bulan Juli sampai Nopember 2012. Siswa SMA Muhammadiyah terdiri dari penganut Islam dan Kristen dan Katolik (Kristiani). Pengembangan budaya toleransi di SMA Muhammadiyah dilakukan sebagai bagian dari misi dakwah Islam yang inklusif, mencerdaskan siswa tanpa membedakan latarbelakang agama. Implementasi pengembangan budaya toleransi dilakukan dengan pendekatan budaya, yang bersifat adaptif dengan kondisi masyarakat sekitar sekolah yang beragama Kristiani. Pemahaman dan sikap toleransi antar siswa yang berbeda agama di SMA Muhammadiyah Kupang dikembangkan melalui proses intra dan ekstra kurikuler, sejak siswa masuk di sekolah Muhammadiyah. Hasilnya, siswa dari berbagai agama dapat bekerja sama, saling menghargai perbedaan agama, mengembangkan tradisi berdemokrasi di dalam dan di luar kelas. Di kelas, para siswa berbeda agama memperoleh pendidikan agamanya dan di ajarkan oleh guru yang seagama. Di luar kelas siswa didukung untuk mengadakan kegiatan keagamaan sesuai dengan agamanya masing-masing. Model pengembangan budaya toleransi di SMA Muhammadiyah dapat dipromosikan dan dijadikan sebagai contoh pengembangan budaya toleransi keagamaan untuk sekolah-sekolah yang sejenis. This paper describes the results of a case study of the development of a culture of religious tolerance in SMA Muhammadiyah Kupang of East Nusa Tenggara. Data was collected through interviews with teachers, students and principals. Research, including literature study, field observations and writing took place from July to November 2012. Students of SMA Muhammadiyah consist of adherents of Islam and Christianity, including Catholics. Development of a culture of tolerance in SMA Muhammadiyah was conducted as part of the inclusive mission of preaching Islam, to educate students regardless of religious background. Implementation of the development of a culture of tolerance is done with a cultural approach, which is adaptive to the conditions in surrounding, mostly-Christian communities. Understanding and tolerance among students of different religions in SMA Muhammadiyah Kupang is developed through a process of intra-and extra-curricular activities beginning when students enter school. As a result, students of various religions can work together, respect religious differences, and develop democratic traditions inside and outside the classroom. In class, students of different religions obtain their religious education from teachers who are of that same religion. Outside the classroom students are supported in conducting religious activities according to their respective religions. This model of the development of a culture of tolerance in SMA Muhammadiyah can be promoted and used as an example of religious tolerance for the cultural development of similar schools.
Gerakan Islam Salafiyah di Indonesia Imam Tholkhah
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 1 No. 3 (2003): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32729/edukasi.v1i3.378

Abstract

Gerakan Islam Salafiyah di Indonesia