Suci Kurniawati
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Rawamangun

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KEBANGKRUTAN DENGAN MODEL ALTMAN Z-SCORE SEKTOR ANEKA INDUSTRI DI BEI PERIODE 2013-2014 Suci Kurniawati
MEDIA STUDI EKONOMI Vol 19, No 2 (2016): Vol 19. No.2 MEDIA STUDI EKONOMI
Publisher : MEDIA STUDI EKONOMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.209 KB)

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this study is to analyze the company's financial distress on various industry sectors as many as 36 companies using the ALTMAN Z-Score model in 2013-2014. The data which used was secondary data, such as Financial Statements of company publication issued by Indonesian Stock Exchange (BEI) and obtained by downloading the website: www.idx.com. This study uses descriptive quantitative method. The finding of Z-Score index in various industry sector in 2013 is occupied by PT SAT Nusa Persada Tbk on electronic subsector and 2014 is occupied by PT. Kmi Wire Cable Tbk on cable subsector, with the first highest rank and healthy condition, whereas the last and lowest rank on textiles and garments subsector is PT. Asia Pacific Fiber Tbk in 2013-2014, with having financial distress condition. The findings of this study are not consistent or even in accordance with the reality which shows that the Altman method can not be used as a tool to indicate a tendency towards company’s financial distress. The implication of this research is expected to provide input for improvements and corrections to avoid distress.Keywords: Financial Distress, Z-Score, Various IndustryABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kebangkrutan perusahaan sektor aneka industri sebanyak 36 perusahaan dengan menggunakan model ALTMAN Z-Score pada tahun 2013-2014. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yakni berupa data Laporan Keuangan Publikasi Perusahaan yang diterbitkan Bursa Efek Indonesia dan diperoleh dari media internet dengan mendownload melalui website: www.idx.com. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil index Z-Score pada perusahaan sektor aneka industri tahun 2013 diduduki oleh PT. SAT Nusa Persada Tbk pada subsektor elektronika dan tahun 2014 diduduki oleh PT. Kmi Wire Cable Tbk pada subsektor kabel dengan peringkat pertama tertinggi dengan kondisi sehat, sedangkan yang menduduki peringkat paling terakhir dan terendah di perusahaan sektor aneka industri di BEI tahun 2013 dan 2014 adalah PT. Asia Pacific Fiber Tbk pada subsektor tekstil & garmen dengan kondisi bangkrut. Serta hasil penelitian ini tidak konsisten/ sesuai dengan kenyataan sebenarnya yang menunjukkan bahwa metode altman tidak dapat dijadikan alat untuk mengindikasikan kecendrungan terhadap kebangkrutan. Implikasi hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan untuk perbaikan dan koreksi sehingga terhindar dari kebangkrutan.Kata kunci : Kebangkrutan, Z-Score, Aneka Industri
ANALISIS KEBANGKRUTAN DENGAN MODEL ALTMAN Z-SCORE SEKTOR ANEKA INDUSTRI DI BEI PERIODE 2013-2014 Suci Kurniawati
MEDIA STUDI EKONOMI Vol 21, No 1 (2018): MEDIA STUDI EKONOMI
Publisher : MEDIA STUDI EKONOMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.742 KB)

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kebangkrutan perusahaan sektor aneka industri sebanyak 36 perusahaan dengan menggunakan model ALTMAN Z-Score pada tahun 2013-2014. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yakni berupa data Laporan Keuangan Publikasi Perusahaan yang diterbitkan Bursa Efek Indonesia dan diperoleh dari media internet dengan mendownload melalui website: www.idx.com. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil index Z-Score pada perusahaan sektor aneka industri tahun 2013 diduduki oleh PT. SAT Nusa Persada Tbk pada subsektor elektronika dan tahun 2014 diduduki oleh PT. Kmi Wire Cable Tbk pada subsektor kabel dengan peringkat pertama tertinggi dengan kondisi sehat, sedangkan yang menduduki peringkat paling terakhir dan terendah di perusahaan sektor aneka industri di BEI tahun 2013 dan 2014 adalah PT. Asia Pacific Fiber Tbk pada subsektor tekstil & garmen dengan kondisi bangkrut. Serta hasil penelitian ini tidak konsisten/ sesuai dengan kenyataan sebenarnya yang menunjukkan bahwa metode altman tidak dapat dijadikan alat untuk mengindikasikan kecendrungan terhadap kebangkrutan. Implikasi hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan untuk perbaikan dan koreksi sehingga terhindar dari kebangkrutan. Kata kunci : kebangkrutan, z-score, aneka industri AbstractThe purpose of this study is to analyze the company's financial distress on various industry sectors as many as 36 companies using the ALTMAN Z-Score model in 2013-2014. The data which used was secondary data, such as Financial Statements of company publication issued by Indonesian Stock Exchange (BEI) and obtained by downloading the website: www.idx.com. This study uses descriptive quantitative method. The finding of Z-Score index in various industry sector in 2013 is occupied by PT SAT Nusa Persada Tbk on electronic subsector and 2014 is occupied by PT. Kmi Wire Cable Tbk on cable subsector, with the first highest rank and healthy condition, whereas the last and lowest rank on textiles and garments subsector is PT. Asia Pacific Fiber Tbk in 2013-2014, with having financial distress condition. The findings of this study are not consistent or even in accordance with the reality which shows that the Altman method can not be used as a tool to indicate a tendency towards company’s financial distress. The implication of this research is expected to provide input for improvements and corrections to avoid distress. Keywords: financial distress, z-score, various industry