Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Kuat Arus Listrik DC Pada Selenoid Terhadap Kecepatan Linear Sel Biologis Nuri Nuri
JIPF (Jurnal Ilmu Pendidikan Fisika) Vol 1, No 2 (2016): September 2016
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.981 KB) | DOI: 10.26737/jipf.v1i2.65

Abstract

Sel biologis merupakan kumpulan partikel yang bermuatan listrik. Jika sel biologis didekatkan dengan muatan listrik yang mengalir maka akan terpengaruh akibat adanya medan listrik dari muatan pada kabel penghantar. Hal ini dipicu adanya gaya interaksi antara muatan dalam inti sel dengan awan elektron yang menyelubunginya, terhadap medan listrik luar yang berasal dari aliran muatan kawat selenoid. Dalam kajian ini ditinjau secara mikroskopis pengaruh muatan listrik yang mengalir pada selenoid terhadap sel darah. Penelitian dilakukan pada setetes darah yang ditempatkan pada preparat microscop, di depan pereparat dipasang sebuah selenoida 1000 lilitan dengan panjang 5 cm, tegangan DC konstan 12 volt dengan nilai kuat arus diubah-ubah. Dengan perbesaran  1000 kali untuk memudahkan pengamatan, dibantu dengan camera digital yang terkoneksi langsung dengan laptop. Hasil yang didapatkan adalah dalam keadaan tanpa arus listrik sel darah diam, pada saat arus menaglir 0,05 A - 0,38 A  dihasilkan kecepatan dengan rentang nilai antara 11,11 pixel/sekon hingga 28,57 pixel/sekon. Kesimpulannya perubahan kuat arus pada selenoid berkorelasi positif terhadap kecepatan sel darah.
the Mapping Digital Competence Research in Pre-Service Science Teacher Education through a Scopus-Based Bibliometric Analysis (2020–2025) Nuri Nuri; Putut Marwoto; Bambang Subali; Sulhadi Sulhadi; Lanidana Etni Laos
ISEJ : Indonesian Science Education Journal Vol. 7 No. 1 (2026): October-January
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/isej.v7i1.2215

Abstract

Post-pandemic digital transformation in education requires pre-service science teachers to have strong digital competencies. However, previous studies remain fragmented and have not fully integrated digital learning models with digital competence development. This study aims to map global research trends, identify the intellectual structure, and explore research gaps in this field. A quantitative bibliometric approach was conducted using Scopus-indexed publications from 2020–2025. A total of 30 documents were selected through the PRISMA procedure and analyzed using Bibliometrix (R). The findings show an increasing publication trend, especially in 2021 during the global shift to digital learning. Research was mainly dominated by Asian and European countries, while contributions from developing countries remained limited. Major themes included TPACK, pedagogical innovation, pre-service teacher education, and 21st-century competencies. However, the connection between digital learning design and digital competence development is still limited. This study emphasizes the need for an integrative and sustainable digital learning framework to support the transformation of science teacher education.