Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KARAKTERISTIK TEPUNG PEPAYA MENGKAL DENGAN PENAMBAHAN KALSIUM PADA PROSES PENGERINGAN VAKUM Melati pratama
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal Agroindustri Halal 6(2)
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.565 KB) | DOI: 10.30997/jah.v6i2.2705

Abstract

Pepaya mengkal adalah salah satu jenis buahan tropis yang mengandung enzim papain, pektin dan kadar air yang tinggi yaitu 89,9% sehingga dapat meningkatkan aktivitas mikroba penyebab kerusakan. Pengurangan kadar air pepaya dalam penelitian ini adalah melalui pengeringan vakum. Namun adanya enzim papain, pektin dan kadar air yang tinggi dalam pepaya menyebabkan pepaya sulit untuk dijadikan tepung. Penambahan kalsium adalah salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut. Berdasarkan hal tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rendemen dan kadar air tepung pepaya mengkal dengan penambahan kalsium. Hasil menunjukkan bahwa perbandingan pepaya mengkal yang diberi kapur sirih berpengaruh sangat nyata terhadap rendemen dan kadar air tepung pepaya mengkal. Pepaya mengkal yang diberi kapur dengan perbandingan 1:1 dan waktu pengeringan selama 7 jam menghasilkan rendemen tertinggi yaitu sebeser 25,65% dan kadar air 2,7%. Berdasarkan polinomial ortogonal diperoleh prediksi rendemen dengan model Y = 7,25+2,71X dan Y = 5,44-0,39X untuk kadar air
Sosialisasi Penggunaan Antibiotik Tepat dan Benar Di Desa Ciwangi Kecamatan Limbangan Ani Yanti Ginanjar; Rika Kartika; Muhammad Hikam; Annisa Fitria; Cici Lestari; Melati Pratama; Risna Aditya
JPM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 3 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jpm.v1i3.2141

Abstract

Tujuan sosialisasi penyuluhan ini adalah untuk membasmi bakteri penyebab penyakit hingga tuntas dan untuk mencegah terjadinya resistensi antibiotik yang berbahaya. Antibiotik menjadi salah satu jenis obat yang sering digunakan dan berakibat terjadinya resistensi. Masyarakat Kp. Cipeujeuh Desa Ciwangi kecamatan BL Limbangan kabupaten Garut masih sangat banyak masyarakatnya yang minim akan pengetahuan tentang penggunaan antibiotik,kami melakukan penyuluhan dalam sosialisasi di Kp. Cipeujeuh. Banyak masyarakat yang tidak tahu apa kegunaan dan cara menggunakannya antibiotik ini sehingga banyak masyarakat yang mudah sakitResintensi antibiotik meningkat karena pengetahuan yang tidak memadai serta penggunaan antibiotik yang tidak rasional. Pelaksanaan kegiatann ini KKN Mahasiswa. Dan setelah kami melakukan sosialisasi masyarakat baru sadar akan cara menggunakan antibiotk yang tapat dan benar
Pelatihan Penggunaan Kemasan Gastronomi pada Lemang Desa Tanjung Sirih Sebagai Daya Tarik Oleh-oleh Kabupaten Lahat Arief Marna Sonjaya; Melati Pratama; Kartika Theresia S
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i4.9844

Abstract

Desa tanjung sirih memiliki salah satu kuliner yang cukup terkenal dan dijadikan sebagai oleh-oleh yaitu lemang. Lemang dikenal karena pengolahannya langsung di tempat jualan dan bambu yang digunakan berasal dari hutan desa ini, namun lemang menjadi tidak menarik karena dikemas menggunakan kertas koran dan kantong plastik hitam. Tujuan pelatihan ini adalah untuk memberikan pemahaman dan melatih para penjual lemang tentang cara mengemas lemang dengan baik dan benar dengan menggunakan kemasan gastronomi. Pelatihan dilaksanakan melalui 3 tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Persiapan pada 1-5 Juni 2023 meliputi pembuatan kemasan gastronomi pada kemasan primer, sekunder dan tersier. Pelaksanaan pada 25-27 Juni 2023 meliputi sosialisasi dan bimbingan teknis. Sosialisasi dilakukan dengan memberikan pemahaman melalui materi standar produk wisata, jenis dan fungsi kemasan. Bimbingan teknis dilakukan dengan memberikan keterampilan terhadap para penjual lemang, tentang teknik mengemas lemang dengan baik dan benar menggunakan kemasan gastronomi. Hasil evaluasi terhadap 50 peserta menunjukkan bahwa peserta yang memiliki pengetahuan dan keterampilan mengemas lemang yang sangat baik berjumlah 20%, nilai baik sebanyak 76% dan tidak baik sebesar 4%. Evaluasi untuk ketiga narasumber yang dilakukan oleh 50 peserta adalah memiliki nilai rata-rata 4,6 yang artinya mendekati sangat baik. Sehingga disimpulkan bahwa pelatihan ini bermanfaat bagi penjual lemang tanjung sirih.Lahat district Tanjung Sirih village had one popular culinary item that was enough to be a souvenir: lemang. Lemang is known because it is processed directly at point sale, and the bamboo is used from the forest in this village. However, lemang was not interested when it was a souvenir because lemang was packed with newsprint and a black plastic bag. The training aimed to give insight and exercise to lemang sellers about the method to pack lemang well and correctly by gastronomic packaging. The training was conducted in three steps: preparation, implementation, and evaluation. The preparation on June 1-5, 2023, includes making gastronomic packaging at primary, secondary, and tertiary packaging. The 25-27 June 2023 include socialization and technical guidance. The socialization was conducted by giving insight into tourism product content, types, and function of packaging. Technical guidance was provided to the lemang seller, including the method of packing lemang well and correctly using gastronomic packaging. The evaluation result showed that the participant had the best insight and skill to pack, which was 20%; good, 76%; and bad, 4%. The evaluation of the three speakers was 4.6. It is very well approached, so it can concluded that this training is useful to sellers of lemang tanjung sirih. 
Strategi Pengembangan Pindang Palembang Menggunakan Model Bisnis Canvas (MBC) Untuk Wisatawan Melati Pratama
Pusaka : Journal of Tourism, Hospitality, Travel and Business Event Vol. 3, No 1 February (2021)
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33649/pusaka.v3i1.67

Abstract

Pindang Palembang is one of traditional culinary in South Sumatra which had uniqe special taste like sour, salty and sweet flavour. But, this culinary was not popular in tourist who come in Palembang. So, strategy of development for Pindang palembang need to be done. Development strategy was conducted based on BMC (Business Model Canvas) method by interview dan share quitioner with 24 hotels tourist. The initial identification showed that there were 24.39% foreign tourists who interest to Pindang palembang, the number of 45.45% taste was be value proposition, only 33.33% hotels gave offers about Pindang , the number of 30.91% unique was be customer relationships, the easy channel to reached was 85.37% online, the number of 66.67% hotels promoted Pindang palembang, 91.67% hotels had chef and 83.33% had website. By 7 elements, 78% cost structure low but it did’t have appreciations. BMC showed that, there were many factors affected Pindang development such as tourist attractions to Pindang , value of Pindang, mitra, promotion, media online, innovation and competence people who can developed Pindang to be interested taste.
REDESIGN OF WET CAKE PACKAGING BASED ON INTELLIGENT PACKAGING AS A SPECIAL SOUVENIRPALEMBANG: CASE STUDY OF BR CAKE SHOP Melati Pratama
Journal Hotspot Vol. 3 No. 2 (2025): December
Publisher : Politeknik Pariwisata Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BR is a cake shop in Palembang city that produces wet cakes, where wet cakes have a short shelf life so it is necessary to re-design the packaging. The purpose of this research is to identify kansei elements for packaging design, redesign packaging based on intelligent packaging and test consumer references to redesign. The method used is a quantitative approach with two stages, namely by distributing questionnaires to 67 respondents in stage 1 and 50 respondents in stage 2. The results show that interesting kansei elements for packaging design are attractive colors, distinctive designs, thick packaging materials, easy to read and provide expiration information. Packaging label redesign results based on kansei elements. Design 1 has the most preference with the highest score compared to other designs. Respondents gave higher ratings to Design 1 in terms of packaging label color (3.89), distinctive design (3.95), font (4.28) and expiration information (3.72).