Adaptasi kebiasaan baru menuntut ASN lebih siap dalam menghadapi tantangan VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity dan Ambiguity) yang diwarnai dengan kompleksitas dan perubahan yang cepat. ASN sebagai salah satu aset dalam membangun birokrasi yang gesit tentu perlu mentransformasi diri baik dari aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap. Pengembangan kompetensi yang berbasis pengetahuan menjadi salah satu syarat utama bagi Widyaiswara untuk dapat menghasilkan aparatur yang profesional di bidangnya. Perumusan masalah dalam penelitian ini yaitu Bagaimana peran online knowledge sharing dalam mengembangkan kompetensi Widyaiswara pada adaptasi kebiasaan baru. Metode penelitian yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Hasil penelitian menemukan bahwa Online knowledge sharing berperan sebagai salah satu sarana dalam mengembangkan kompetensi dan pengalaman widyaiswara pada adaptasi kebiasaan baru. Online knowledge sharing dapat membantu efisiensi anggaran pada organisasi, meskipun di sisi lain kelemahannya yaitu terkait dengan infrastruktur jaringan, kemampuan widyaiswara dalam mengakses teknologi dan gadget yang memadai. Saran yang dapat diberikan yaitu lembaga pelatihan perlu memfasilitasi adanya online knowledge sharing seperti webinar maupun pelatihan online yang terkait dengan pembelajaran, pengembangan profesi, pengalaman maupun isu aktual terkait widyaiswara baik internal maupun lintas organisasi sekaligus menyediakan infrastruktur jaringan dan gadget yang memadai