Mutia Dewi
Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Komunikasi Krisis Pemerintahan (Studi Kasus Pada Biro Hubungan Masyarakat Sekretariat Daerah Provinsi Riau Pasca Kasus Suap Annas Maamun Tahun 2014) Dwi Gayatri Mistar; Mutia Dewi
Jurnal Komunikasi Vol. 11 No. 2 (2017): VOLUME 11, NOMOR 2, APRIL 2017
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/komunikasi.vol11.iss2.art5

Abstract

Maamun sebelumnya terpilih menjadi Gubernur Provinsi Riau selama periode 2014-2019. Pada 25 September 2014, Annas Maamun ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena menerima suap sebagai usulan untuk menerima revisi konversi hutan di Kuantan Singingi, Riau seharga Rp. 2 miliar. Fakta tersebut menjadikan Pemerintah Provinsi Riau berada dalam situasi krisis. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penjelasan bagaimana Biro Humas Sekretariat Daerah Provinsi Riau melaksanakan kegiatan komunikasi krisis. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini berusaha menjelaskan beberapa cara untuk menangani krisis. Selain itu, juga akan dijelaskan beberapa faktor pendukung dan penghambat komunikasi krisis. Faktor pendukung diantaranya adalah menggunakan sistem komunikasi satu gerbang, menyediakan saluran tatap muka seperti reporter ruangan khusus, strategi pesan yang ditujukan untuk menunjukkan kepedulian, dan memaksimalkan saluran media massa. Sementara itu, untuk faktor penghambatnya, adalah rencana krisis tidak memiliki SOP tetap, isolasi PR di awal krisis, respon krisis yang tidak segera, tim komunikasi krisis yang tidak terstruktur, dan saluran komunikasi daring yang tidak digunakan secara optimal dan kehadiran juru bicara eksternal.
Analisis Strategi Promosi Kesehatan dalam Rangka Meningkatkan Kesadaran Hidup Sehat oleh Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. RM. Soedjarwadi Provinsi Jawa Tengah Ratih Gayatri Setyabudi; Mutia Dewi
Jurnal Komunikasi Vol. 12 No. 1 (2017): VOLUME 12, NOMOR 1, OKTOBER 2017
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/komunikasi.vol12.iss1.art6

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Dr. RM. Rumah Sakit Soedjarwadi, Provinsi Jawa Tengah, sebagai salah satu rumah sakit jiwa yang melayani penderita penyakit jiwa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan pelacakan data secara online. Studi ini menemukan bahwa tim PKRS daerah Rumah Sakit Jiwa Dr. RM. Soeedjarwadi Provinsi Jawa Tengah menerapkan strategi promosi kesehatan. Pertama, advokasi berupa lobi politik, seminar dan/atau presentasi dan advokasi media. Kedua, dukungan sosial (Social Support) dimana strategi tersebut disebut sebagai pengembangan atmosfir atau menumbuhkan suasana yang kondusif. Pendirian atmosfer ini terbagi menjadi tiga bentuk, yaitu perkembangan atmosfir individu, pengembangan atmosfir masyarakat dan suasana masyarakat. Ketiga, pemberdayaan masyarakat (Empowerment Community) yang merupakan proses pemberian informasi kepada kelompok, keluarga dan invidu secara terus menerus. Dengan strategi promosi kesehatan, akan membantu pihak rumah sakit dalam mewujudkan dan meningkatkan kesadaran akan kesehatan dalam kehidupan masyarakat. Kata Kunci: Komunikasi Kesehatan, aktivitas promosi kesehatan, strategi