Parni
Dosen Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Muhammad Syafiuddin Sambas

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KETERAMPILAN MENGAJAR GURU DALAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Parni
PrimEarly : Jurnal Kajian Pendidikan Dasar dan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 1 (2020): PRIMEERLY
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk melaksanakan proses pembelajaran, seorang guru perlu memiliki keterampilan me-ngajar guru, antara lain Keterampilan yang pertama, membuka dan menutup pelajaran yang meliputi Menarik perhatian siswa dan menumbuhkan motivasi, Memberikan acuan mengenai materi yang aka dipelajari, Membuat kaitan dengan materi sebelumnya, Menarik kesimpulan, Mengevaluasi hasil belajar. Yang kedua. Keterampilan menjelaskan pelajaran, meliputi Kejelasan guru dalam menyampaikan materi, Pemberian contoh dan ilustrasi, Pengorganisasi-an materi. Yang ketiga, Keterampilan bertanya, meliputi, Mengungkapkan pertanyaan dengan singkat dan jelas, Pemberian waktu berpikir, Penyebaran pertanyaan. Yang keempat, Keter-ampilan memberikan penguatan, meliputi, Pemberian hadiah dan Bermakna. Kelima, Keter-ampilan mengadakan variasi dalam belajar yang meliputi, Pemilihan metode, media, dan mo-del pembelajaran, Kontrol suara dan mimik wajah. Keenam, Keterampilan membimbing dis-kusi meliputi, Pemusatan perhatian, Menghargai setiap pendapat dan Membimbing siswa menarik kesimpulan. Ketujuh, Keterampilan mengajar kelompok kecil meliputi, Melakukan pendekatan secara pribadi, Membimbing dan memudahkan siswa dalam belajar, dan Mem-bantu siswa mengorganisasi kelompok. Ketujuh, Keterampilan mengelola kelas yang meliputi Kehangatan dan bersahabat, mengerti perasaan, Mengendalikan situasidan Membantu siswa menetapkan tujuan.
HUBUNGAN ANTARA KETERAMPILAN MENGAJAR GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPS DI MADRASAH IBTIDAIYAH SWASTA SEMAYONG TAHUN PELAJARAN 2019-2020 Parni
PrimEarly : Jurnal Kajian Pendidikan Dasar dan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2020): PRIMEARLY
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/prymerly.v3i2.322

Abstract

Prestasi belajar mempunyai peranan yang sangat penting dalam pendidikan, dan kualitas pendidikan dicerminkan oleh prestasi belajar siswa. Peningkatan prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah keterampilan mengajar guru. Keterampilan mengajar guru sangat diperlukan dalam kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab rumusan masalah yang berkaitan dengan “Bagaimanakah Hubungan antara keterampilan mengajar guru dengan prestasi belajar IPS di MIS Semayong Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional yaitu mencari hubungan antara variabel Keterampilan Mengajar Guru (X) dan Prestasi Belajar (Y). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel keterampilan mengajar guru berpengaruh positif terhadap prestasi belajar siswa sebesar 80% dan sisanya 20% dipengaruh oleh faktor lainnya.
PENDEKATAN ANTROPOLOGI DALAM KAJIAN ISLAM Parni
Tarbiya Islamica Vol. 8 No. 1 (2020): JANUARI-JUNI
Publisher : Fakutas Tarbiyah Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan antropologi dalam memahami agama dapat dikatakan sebagai salah satu upaya dalam memahami agama dengan melihat wujud praktik keagamaan yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat. Melalui pendekatan agama sangat akrab dengan masalah-masalah yang dihadapi manusia, berupaya menjelaskan dan memberikan jawabannya. Dengan kata lain lain bahwa cara-cara yang digunakan dalam disiplin ilmu antropologis dalam melihat suatu masalah digunakan pula untuk memahami agama. Berbagai penelitian antropologi agama dapat ditemukan adanya hubungan pasif antara kepercayaan agama dengan kondisi ekonomi dan politik. Melalui pendekatan antropologi dapat dilihat bahwa agama ternyata berkorelasi dengan kerja dan perkembangan ekonomi suatu masyarakat. Dalam hubungan ini seseorang ingin mengubah pandangan dan sikap etos kerja maka dapat dilakukan dengan cara mengubah pandangan keagamaan. Pendekatan antropologi ini dapat dilihat dalam hubungan dangan mekanisme pengorganisasian. Melalui pendekatan antropologis terlihat dengan jelas hubungan agama dengan berbagai masalah kehidupan manusia. Pendekatan antropologis seperti itu diperlukan adanya, sebab masalah kehidupan agama hanya bisa dijelaskan dengan tuntas melalui pendekatan antropologi. Artinya, manusia dalam memahami ajaran agama, dapat dijelaskan melalui bantuan ilmu antropologi dangan cabang-cabangnya.