Sutrisno Sutrisno
Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MEDIASI KEPUASAN KERJA ANTARA PENGEMBANGAN KARIR DAN KINERJA PERAWAT RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ABDUL WAHAB SJAHRANIE SAMARINDA Edi Sukamto; Rasmun Rasmun; Sutrisno Sutrisno
Husada Mahakam Vol 10 No 1 (2020): Mei 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur (URL: http://poltekkes-kaltim.ac.id/)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35963/hmjk.v10i1.212

Abstract

Achievement of optimal performance can be done if nurses have career development and competence, besides that nurse satisfaction is also a determining factor in Nurse performance. The purpose of this study was to determine the effect of career development and competence on job satisfaction and performance. The population in this study was the Staff Nurses. The sampling technique is Saturated Sampling (Sensus). The sample in this study were all staff nurses who worked in the inpatient ward of the AWS Samarinda regional general hospital, totaling 201 staff nurses. This research was analyzed using the SmartPLS program. The results of this study indicate that career development has a positive and significant effect on job satisfaction, competence has a positive and not significant effect on job satisfaction, career development has a positive and not significant effect on nurse performance, competence has a positive and significant effect on performance, job satisfaction has a positive and significant effect on Nurses performance, job satisfaction has mediates between career development and performance on Nurses AWS Samarinda regional general hospital. Keywords: Career Development, Competence, Satisfaction, Nurse Performance
Determinan Pernikahan Dini Pada Wanita Di Kecamatan Samarinda Utara Sutrisno Sutrisno; Nilam Noorma; Edi Sukamto; Rivan Firdaus
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 8 No 1 (2020): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (844.208 KB) | DOI: 10.31964/jck.v8i1.147

Abstract

Menikah usia dini adalah pernikahan yang dilakukan remaja usia kurang dari 20 tahun. Data tahun 2017Kecamatan Samarinda Utara mencatat 51,31% dari 612 wanita, menikah diusia kurang dari 20 tahun. Undang-undang No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan menganjurkan wanita yang menikah di bawah usia 20 tahun untuk menunda kehamilan sampai usianya genap 20 tahun. Tujuan penelitian untuk mengetahui determinan utama pernikahan dini pada wanita di Kecamatan Samarinda Utara. Rancangan penelitian menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan cross sectional, pada 60 responden menggunakan tehnik rule of thumb (Dharma). Penelitian dilakukan pada bulan Februari 2019 di wilayah kecamatan Samarinda Utara, Kalimantan Timur. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan uji Regresi Logistik Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa determinan pernikahan dini pada wanita di kecamatan Samarinda Utara adalah pendidikan (0,001), tradisi masyarakat (0,023) dan persepsi orangtua (0,010). Kesimpulan; Faktor pendidikan merupakan determinan utama yang berhubungan dengan pernikahan dini pada wanita di kecamatan Samarinda Utara. Saran; Kepada masyarakat khususnya kelompok remaja kecamatan Samarinda Utara diharapkan dapat menempuh pendidikan yang setinggi-tingginya guna meningkatkan pengetahuan dan wawasan terutama dalam hal pernikahan dini.
Korelasi Dukungan Keluarga dan Ketaatan terhadap Terapi Obat pada Individu dengan Diabetes Melitus Tipe 2 Didan Prama Danutirta; Dwi Hendriani; Yona Palin T; Sutrisno Sutrisno
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v4i3.5424

Abstract

Type 2 diabetes mellitus is a metabolic condition characterized by persistently high blood glucose levels due to impaired insulin production, resistance to insulin action, or a combination of both factors. Emotional support from individuals closely connected to patients plays a vital role in strengthening psychological resilience. Open communication with family allows patients to receive support in managing nutrition, reminders for medication adherence, and moral encouragement during times of fatigue or emotional distress. This study employed a cross-sectional design involving 55 respondents selected through simple random sampling, ensuring equal opportunity for participation. Data analysis was conducted using the chi-square test to assess the relationship between variables. The results showed a statistically significant association between family support and medication adherence (p < 0.000; α = 0.05). These findings underscore the importance of family involvement in improving treatment compliance among patients with Type 2 Diabetes Mellitus. It is hoped that patients will be more open to accepting family support and fostering effective communication. Family involvement should include emotional reinforcement, consistent reminders to take medications, and the sharing of relevant information about dietary restrictions or lifestyle adjustments. Strengthening this supportive relationship can enhance motivation, improve adherence to pharmacological regimens, and ultimately contribute to better disease management outcomes.
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF DAN BERKESINAMBUNGAN (CONTINUITY OF CARE) PADA IBU S DI KLINIK UMUM DAN BERSALIN KUSUMA SAMARINDA TAHUN 2025 Bella Rizki Az Zahra; Jasmawati Jasmawati; Sutrisno Sutrisno; Desy Eka Prastiwi; Ratna Wati
Jurnal Kesehatan Husada Gemilang Vol 8 No 2 (2025): JURNAL KESEHATAN HUSADA GEMILANG
Publisher : STIKES HUSADA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61129/jkhg.v8i2.131

Abstract

Comprehensive Midwifery Care is continuous care for mothers during pregnancy, childbirth, postpartum, newborns and family planning to reduce MMR and IMR. Varney's midwifery management method is in the form of SOAP. Care for Mrs. S, 33 years old, G4P3003, at the Kusuma Clinic and home visits began on January 31 to April 12, 2025, and data collection was carried out through anamnesis, observation, physical examination and supporting. In the comprehensive care that has been carried out, there is a gap between theory and practice, namely: in Antenatal Care examinations only 2 times, in the care of the First Stage of labor went well, in the First Stage the mother used Oxygen assistance, RL infusion installation 20 tpm, the Second Stage for 10 minutes, the Third Stage lasted for 5 minutes, and the Fourth Stage lasted for 2 hours there was a first-degree rupture. The baby was born spontaneously, weighing 3805 grams, body length 53 cm and neonatal visits were carried out 3 times. The postpartum period was normal without any complications. Four visits were conducted, and Mrs. S chose family planning with a 3-monthly injection. These results indicate that the comprehensive care provided to Mrs. S met her needs. Asuhan Kebidanan Komprehensif adalah asuhan yang diberikan secara berkesinambungan kepada ibu selama kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana untuk menurunkan AKI dan AKB. Metode pendekatan dengan manajemen kebidanan pola pikir varney yang dituangkan dalam bentuk SOAP. Asuhan diberikan pada Ny. S umur 33 tahun G4P3003 di Klinik Umum dan Bersalin Kusuma dan kunjungan rumah dimulai tanggal 31 Januari sampai 12 April 2025 serta dilakukan pengumpulan data melalui anamnesa, observasi, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Pada asuhan komprehensif yang telah dilakukan terdapat kesenjangan antara teori dan praktik yaitu : pada pemeriksaan Antenatal Care hanya 2 kali, pada asuhan Kala I persalinan berjalan dengan baik, di kala I ibu menggunakan bantuan Oksigen, pemasangan infus RL 20 tpm, kala II berlangsung selama 10 menit, Kala III berlangsung selama 5 menit, dan kala IV berlangsung selama 2 jam terdapat ruptur derajat I. Bayi lahir spontan, berat badan 3805 gr, panjang badan 53 cm dan dilakukan kunjungan neonatus sebanyak 3 kali. Masa nifas berjalan normal tanpa ada penyulit, dilakukan kunjungan sebanyak 4 kali dan asuhan keluarga berencana Ny. S memilih keluarga berencana suntik 3 bulan. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa asuhan komprehensif yang diberikan pada Ny. S sesuai dengan kebutuhan pasien.