Claim Missing Document
Check
Articles

Kelompok Tani Je’nemattallasa di Polongbangkeng Utara, Takalar Yulia, Irma Denada; Ahmadin, Ahmadin; Amirullah, Amirullah
PATTINGALLOANG Vol. 5, No. 3, Desember 2018
Publisher : Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Fakultas Ilmu Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.591 KB) | DOI: 10.26858/pattingalloang.v5i4.9008

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui bahwa kelompok tani je’nemattallasa terbentuk pada tahun 1995. Pembentukkan kelompok tani je’nemattallasa di kecamatan polongbangkeng utara atas permintaan dari pemerintah jika ingin mendapatkan bantuan berupa bibit unggul harus membentuk kelompok dank karena keinginan untuk memperbaiki kondisi sosial ekonomi masyarakat. Dampak dari terbentuknya kelompok tani terjalin kerjasama antar petani yang didukung oleh pembentukan kelompok tani dan meningkatkan status sosial yang dirasakan. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah yang menggunakan metode sejarah melalui tahapan kerja yakni heuristik atau pengumpulan data, kritik sumber, interpertasi, historiografi atau penulisan. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara penelitian lapangan terdiri dari wawancara( Achmad ta’mu ketua kelompok tani, Suardi, Dg. Sutte, Dg. Rate, anggota kelompok tani dan Dg. Ngasseng salah satu istri anggota kelompok tani) dan mengumpulkan sumber arsip ( dokumen dari kantor kelurahan dan BPS Kabupaten Takalar) serta literatur-literatur yang berhubungan. The objective of the research was to find out that farmer group of Je’nemattallasa was formed in 1995. Grouping the farmer of Je’nemattallasa in North Polongbangkeng Utara subdistrict based on request of government, if they needed to get a help like a bit of blood, they had to work in group and because of the willingness to improve the economic social condition in society. The effect of creating the group built a relation between them, it was  supported by the group and enhanced social status that was felt. This paper was historical research that applied historical method  within steps heusristic or instrument for getting the data, source criticism, interpretation, historigraphy or writing. It usedfield research. The data instruments were interview ( the documents of villages and BPS of Takalar regency), and also connected literatures. 
Pendidikan Formal Masyarakat Adat Kajang Ikbal, Muhammad; Ahmadin, Ahmadin; Amirullah, Amirullah
PATTINGALLOANG Vol. 5 No. 2, Agustus 2018
Publisher : Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Fakultas Ilmu Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.818 KB) | DOI: 10.26858/pattingalloang.v5i3.8517

Abstract

Penelitian ini berupaya menjelaskan tentang pendidikan formal masyarakat adat Kajang. Pendidikan formal masyarakat adat Kajang memberikan perubahan pada komunitas adat Kajang sehingga komunitas adat kajang yang awalnya tidak banyak yang mengikuti pendididkan formal dikarenakan takut jika suatu saat anaknya cerdas kemudian diambil oleh pemerintah Belanada untuk dipekerjakan diluar negeri itu tidak benar ,justru masyarakat adat kajang yang mengenyam dunia pendidikan hidupnya lebih baik dari sebelumnya hingga sekarang mengalami peningkatan yang cukup besar.sehingga kehidupan mereka mulai maju kearah kemakmuran dan tidak lagi hidup secara kamase-masea.Komunitas, adat Kajang yang melihat kehidupan orang yang bersekolah,dengan ilmu yang dimilikinya akan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik tidak hanya sekedar menjadi petani atau pengembala ternak.Selain itu,kehidupan mereka menjadi lebih mapan dengan kemampuan ekonomi tinggi,hal ini yang kemudian menyebabkan mulai banyak diantara para orang tua untuk menyekolahkan anak-anak mereka.. Penelitian ini adalah penelitian dengan pendekatan penelitian historis (Historical Research), yang terdiri atas beberapa tahapan yakni: (1) Heuristik, dengan mengumpulkan data mengenai Pendidikan Formal Masyarakat Adat Kajang. (2) Kritik atau proses verifikasi keaslian sumber sejarah. (3) Interpretasi atau penafsiran sumber sejarah, dan (4) Historiografi, yakni tahap penulisan sejarahKata Kunci : Sejarah Pendidikan, Pendidikan Formal, Masyarakat Kajang
Peningkatan Pemahaman Peran dan Nilai-Nilai Perjuangan Tokoh Nasional Bung Karno Dan Hatta Sebagai Proklamator Bagi Guru Sejarah Sma Se-Kabupaten Polewali Mandar Amirullah, Amirullah; Madjid, Saleh; Ahmadin, Ahmadin
Humanis Vol 19, No 1 (2020): Februari-Juli
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/humanis.v19i1.13032

Abstract

Luaran yang dihasilkan melalui program kemitraan masyarakat (PKM) ini adalah guru-guru mata pelajaran Sejarah SMA di Kabupaten Polewali Mandar dapat meningkatan penguasaan kompetensi dasar tentang Peningkatan Pemahaman Peran Dan Nilai-Nilai Perjuangan Tokoh Nasional Bung Karno Dan Hatta Sebagai Proklamator Bagi Guru Sejarah Sma Se-Kabupaten Polewali Mandar.Salah satu prinsip pengembangan profesi guru adalah kemandirian, dimana setiap guru secara terus menerus diberdayakan untuk mampu meningkatkan kompetensinya secara berkesinambungan, sehingga memiliki kemandirian profesional dalam melaksanakan tugas dan fungsi profesinya.Kompetensi inti pada PKM ini untuk ditingkatkan adalah kompetensi profesional. Kompetensi profesional guru , antara lain  kemampuan menguasai bidang ilmu, sumber bahan ajaran, baik dari segi substansi dan metodologi bidang ilmu (diciplinary content knowledge), dan pengemasan bidang ilmu menjadi bahan ajar dalam kurikulum (pedagigical content knowledge).
Pemberdayaan Kelompok Ibu Rumah Tangga (IRT) Nelayan Kelurahan Lappa Kabupaten Sinjai Amiruddin, Amiruddin; Amirullah, Amirullah
Humanis Vol 18, No 2 (2019): Agustus 2019-Januari 2020
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/humanis.v18i2.11414

Abstract

Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) akan di laksanakan di Kelurahan Lappa Kecamatan Sinjai Utara Kabupaten Sinjai. Tujuan kegiatan PKM ini adalah: 1) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan IRT nelayan Lappa dalam mengolah hasil perikanan dan kelautan para nelayan, 2) IRT dapat membuka usaha mandiri dari hasil keterampilan yang diperoleh dan 3) meningkatkan kesejahteraan keluarga. Permasalahan mitra adalah : 1) Rendahnya pengetahuan dan keterampilan IRT nelayan dalam mengolah hasil tangkapan ikan, 2) Belum adanya usaha mandiri IRT nelayan wilayah mitra dan 3) Rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat pada wilayah PKM khususnya wilayah pesisir nelayan di Lappa. Metode yang digunakan adalah melakukan Pendidikan dan pelatihan, pendampingan dan demonstrasi. Pendidikan dan pelatihan dilaksanakan kepada kelompok IRT yang berjumlah 12 orang selama 4 hari dan seterusnya pendampingan dilakukan secara berkala setiap 2 bulan sekali selama 6 bulan. Luaran yang diharapkan adalah : 1) Keterampilan dan perubahan wawasan IRT nelayan Lappa sehingga mampu mengolah hasil tangkapan ikan menjadi produk bakso, Abon ikan., 2) Menambah wawasan pengetahuan dan kewirausahaan kelompok IRT nelayan Kelurahan Lappa Balangnipa Kabupaten Sinjai. 3) Produk Bakso dan Abong ikan dan kerupuk ikan. 
Petani Tambak di Desa Manera Kecamatan Salomekko Kabupaten Bone Tahun 1975-2019 Sari, Suci Indah; Amirullah, Amirullah
PATTINGALLOANG Vol. 8, No. 1, April 2021
Publisher : Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Fakultas Ilmu Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp.v8i1.18608

Abstract

 Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri atas empat tahapan yaitu: heuristik (pengumpulan data atau sumber), kritik sumber yang terdiri dari kritik intern dan ekstern, interpretasi atau penafsiran sumber dan historiografi yaitu penulisan sejarah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada sekitar tahun 1960 di Desa Manera, pada saat itu bernama Maroanging dibangun tambak dengan alat sederhana. Kemudian di tahun 1975 datang orang Bulukumba untuk bertani tambak pula. Dari tahun 1975-2019 terjadi perubahan dalam pengelolaan tambak dan terjadi perubahan-perubahan pada kondisi alam Desa Manera.Selanjutnya bahwa dengan keberadaan tambak di Desa Manera sama sekali tidak mengganggu terhadap penduduk setempat yang bekerja selain sebagai petani tambak. Kondisi sosial petani tambak di Desa Manera terjalin hubungan baik antar sesama petani tambak dan masih mengutamakan sifat gotong royong. Terhadap kondisi ekonomi petani tambak, dengan adanya tambak kondisi ekonomi petani tambak dapat meningkat terbukti dengan petani tambak yang menyekolahkan anak-anak mereka ke jenjang pendidikan S1, hal lain dapat dilihat pada pembelian barang-barang skunder dari hasil penjualan ikan tambak. ­­Kata kunci : Petani tambak, sosial ekonomi, perkembangan  
Dinamika Pelabuhan Garongkong di Kabupaten Barru Amirullah, Amirullah; Ridha, Muh Rasyid; Madjid, Muh Saleh
PATTINGALLOANG Vol. 7, No. 2, Agustus 2020
Publisher : Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Fakultas Ilmu Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp.v7i2.15357

Abstract

Studi mengenai pelabuhan Garongkong adalah merupakan studi sejarah dengan pendekatan historis yakni heuristik (pengumpulan sumber), kritik eksterenal dan kritik interenal, interpretasi dan penyajian serta historiografi (penulisan) yang merupakan pengungkapan kisah sejarah secara tertulis. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang didirikannya Pelabuhan Grongkong karena kurangnya daya tampung yang dimiliki Pelabuhan Awerange, yang juga sebagai pelabuhan rakyat di Kabupaten Barru. kedalaman laut yang dimiliki Garongkong sangat strategis untuk disandari kapal-kapal besar. Pelabuhan Garongkong  dibangun pada tahun 2005 dengan penimbunan areal darat dan tanggul, pada tahun 2006 pemancangan tiang trestle, pada tahun 2007 pemancangan tiang platform tahap I, pada tahun 2008 konstruksi pelencengan, pada tahun 2009 penyelesaian catwalk. Perkembangan fungsional yaitu pada tahun 2010 yaitu pembangunan fasilitas darat. Semakin lancarnya aktifitas pelayaran dan bongkar muat barang  dan adanya lapangan pekerjaan baru untuk masyarakat disekitar Pelabuhan Garongkog sebagai tanda perkembangan pelabuhan Larongkong. Pelabuhan Garongkong telah meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat. Kata Kunci : Pelabuhan Garongkong, Kabupaten Barru Abstract The study of the Garongkong port is a historical study with a historical approach, namely heuristics (based on sources), external criticism and internal criticism, interpretation and presentation and historiography (written) which is a written disclosure of historical stories. Based on the results of the research shows that the background of the establishment of Grongkong Port due to the lack of capacity that is owned by Awerange Port, which is also a people's port in Barru Regency. The depth of the sea owned by Garongkong is very strategic for large ships to dock. Garongkong Port was built in 2005 with the stockpiling of land areas and embankments, in 2006 pile erection, in 2007 platform pile erection phase I, in 2008 construction deviation construction, in 2009 catwalk completion The functional development in 2010 was the construction of land facilities. The smoother activities of sailing and loading and unloading of goods and the existence of new jobs for the community around the Garongkog Port are a sign of the development of the Larongkong port. Garongkong Port has improved the welfare of the community.Keywords: Garongkong Port, Barru Regency 
Penggunaan Media Film Dokumenter dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Sejarah Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 8 Bone Wahyuni, Riska; Amirullah, Amirullah; Bosra, Mustari
Attoriolong Vol 19, No 2 (2021): Attoriolog Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action) yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar peserta didik kelas XI IPS 2 SMA Negeri 8 Bone pada Mata Pelajaran Sejarah melalui penggunaan Media Film Dokumenter. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IPS 2 SMA Negeri 8 Bone pada Semester Genap Tahun Pelajaran 2019/2020 dengan jumlah peserta didik 25 orang, yakni terdiri dari 12 orang laki-laki dan 13 orang perempuan. penelitian ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Siklus I dilaksanakan 3 kali pertemuan dan Siklus II dilaksanakan 3 kali pertemuan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket dan lembar observasi.Penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan motivasi belajar sejarah peserta didik setelah penggunaan media film dokumenter, yaitu pada siklus I menunjukkan bahwa skor rata-rata motivasi belajar peserta didik yakni 70,36% berada pada kategori sedang. Siklus II menunjukkan skor rata-rata motivasi belajar peserta didik sebesar 83,92% berada pada kategori tinggi.Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan media film dokumenter dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas XI IPS 2 SMA Negeri 8 Bone.
PKM Pada Remaja sebagai Agen Pengembangan Masyarakat Pedesaan di Kelurahan Paccinongang Kabupaten Gowa Hanafie, Nurharsya Khaer; Ahmad, M.Ridwan Said; Amirullah, Amirullah
Humanis Vol. 20, No. 2, Desember 2021
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/humanis.v20i2.25492

Abstract

This PKM is expected to be able to inform about the importance and strategic position of youth in the framework of national / regional development both historically and prospectively, provide an understanding of youth about their potential so that it can be actualized in the implementation of development and provide an understanding of the importance of increasing the ability and knowledge and skills of youth in welcoming the future. The output of the PKM is the increased confidence of the younger generation as development agents in their area; increasing the understanding of village officials and the community about the awareness that they carry out community tasks and guidance for future generations; There are several dominant supporting factors that are closely related to the development and development of youth in order to be said to be in harmony, namely the level of education that is owned and active in youth organizations. The final activity of this service was carrying out advocacy at the Paccinongang Village Headquarters, with 33 participants. Furthermore, this activity lasted for 1 day, Saturday. This activity is carried out one day which starts at 08.00- 14.00. This activity is focused on two main materials in relation to the influence of globalization and the role of adolescents as agents of community development. Provision of material is done in two ways, namely the first method using the lecture method and the second method using the question and answer method and discussion.Abstract This PKM is expected to be able to inform about the importance and strategic position of youth in the framework of national / regional development both historically and prospectively, provide an understanding of youth about their potential so that it can be actualized in the implementation of development and provide an understanding of the importance of increasing the ability and knowledge and skills of youth in welcoming the future.The output of the PKM is the increased confidence of the younger generation as development agents in their area; increasing the understanding of village officials and the community about the awareness that they carry out community tasks and guidance for future generations; There are several dominant supporting factors that are closely related to the development and development of youth in order to be said to be in harmony, namely the level of education that is owned and active in youth organizations. The final activity of this service was carrying out advocacy at the Paccinongang Village Headquarters, with 33 participants. Furthermore, this activity lasted for 1 day, Saturday. This activity is carried out one day which starts at 08.00-14.00. This activity is focused on two main materials in relation to the influence of globalization and the role of adolescents as agents of community development. Provision of material is done in two ways, namely the first method using the lecture method and the second method using the question and answer method and discussion
Peran Makkaraeng Daeng Manjarungi dalam Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia di Takalar (1945-1950) Rahmat Azhari Haeruddin; Najamuddin Najamuddin; Amirullah Amirullah
PATTINGALLOANG Vol. 9, No. 1 April 2022
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp.v9i1.25167

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui situasi Takalar pada awal kemerdekaan, proses perlawanan Makkaraeng Dg. Manjarungi dalam mempertahankan kemerdekaan RI di Takalar, dan dampak perlawanan Makkaraeng Dg. Manjarungi dalam mempertahankan kemerdekaan RI di Takalar. Penelitian ini bersifat Deskriptif Analitik dengan menggunakan metode penelitian sejarah, yaitu heuristik (mencari dan mengumpulkan sumber), kritik sumber (kritik ekstern dan kritik intern), interpretasi (penafsiran sumber) dan historiografi (penulisan sejarah). Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan penelitian pustaka atau diambil dari sumber tertulis, yakni khasanah arsip nasional (Provinsi Sulawesi Selatan), buku, jurnal, makalah dan hasil riset terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi Takalar pada awal kemerdekaan yaitu membentuk tim-tim penerangan yang bertugas mengunjungi kampung-kampung di Polombangkeng guna menyebar berita proklamasi serta mengadakan perkumpulan logistik yang dapat menunjang perjuangan kelak dengan mengambil alih bahan logistik yang telah dikumpulkan Jepang pada masa pendudukannya. Proses perjuangan yang dilakukan oleh Makkaraeng Daeng. Manjarungi tidak lepas dari kedatangan Sekutu membonceng NICA yang hendak memulihkan Kembali pengaruh dan kedudukan kekuasaan pemerintah kolonial Belanda di Indonesia. Khususnya di wilayah Kabupaten Takalar.  Makkaraeng daeng manjarungi bergabung dengan beberapa wadah perjuangan yakni mulai dari laskar Lipan Bajeng hingga LAPRIS sebagai wadah perjuangan rakyat di daerah Takalar bertujuan untuk menentang penjajahan NICA serta berjuang mempertahankan kedaulatan negara Republik Indonesia.. Dampak dari perjuangan yang dilakukan oleh Makkaraeng Dg. Manjarungi adalah menumbuhkan nilai patriotisme di kalangan pemuda bahkan seluruh masyarakat Takalar untuk mempertahankan kemerdekaan yang telah diproklamirkan pada 17 Agustus 1945.  Kata Kunci : Makkaraeng Dg. Manjarungi, Takalar, Mempertahankan kemerdekaan AbstractThis research aims to determine the situation of Takalar at the beginning of independence, the process of resistance by Makkaraeng Daeng Manjarungi in defending the independence of Indonesia in Takalar, and the impact of the resistance of Makkaraeng Daeng Manjarungi in defending the independence of Indonesia in Takalar. This research is descriptive analytical using historical research methods, namely heuristics (finding and collecting sources), source criticism (external criticism and internal criticism), interpretation (source interpretation) and historiography (historical writing). The data collection method is carried out by conducting library research or taken from written sources, namely the repertoire of the national archives (South Sulawesi Province), books, journals, papers and related research results. The results showed that the condition of Takalar at the beginning of independence was forming information teams whose task was to visit villages in Polombangkeng to spread news of the proclamation and hold logistical associations that could support the struggle in the future by taking over the logistics materials that Japan had collected during its occupation. The process of struggle carried out by Makkaraeng Daeng Manjarungi could not be separated from the arrival of the Allies on a ride with NICA who wanted to restore the influence and position of power of the Dutch colonial government in Indonesia. Especially in the Takalar Regency area. Makkaraeng daeng manjarungi joined several struggles, starting from the Lipan Bajeng army to LAPRIS as a forum for the struggle of the people in the Takalar area aimed at opposing NICA colonialism and fighting to defend the sovereignty of the Republic of Indonesia. The impact of the struggle carried out by Makkaraeng Dg. Manjarungi is to foster the value of patriotism among the youth and even the entire Takalar community to defend the independence that was proclaimed on August 17, 1945. Keywords: Makkaraeng Daeng Manjarungi, Takalar, Maintain Of Independence
Pemerintahan Danny Pomanto di Makassar, 2014-2018 Azrianti Azrianti; Amirullah Amirullah
PATTINGALLOANG Vol. 7, No. 1, April 2020
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.297 KB) | DOI: 10.26858/pattingalloang.v7i1.12536

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi awal pemerintahan Danny Pomanto, bagaimana pelaksanaan kebijakan-kebijakan dari Danny Pomanto dalam mengembangkan Kota Makassar tahun 2009-2014 dan tahun 2014-2018, dan bagaimana dampak kebijakan pemerintahan Danny Pomano di Kota Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi Kota Makassar sebelum pemerintahan Danny Pomanto memiliki permasalahan yang perlu di tangani baik itu di bidang pendidikan, bidang infrastruktur dan pembangunan, bidang  kesehatan dan bidang ekonomi. Pada periode awal Danny Pomanto memerintah dilakukan berbagai gerakan seperti Gerakan Makassar Bersih (Lisa). Penelitian ini bersifat  desktiptif analisis dengan menggunakan metode historis melalui tahapan: heuristik atau pengumpulan data, kritik, interpretasi, dan tahap penulisan atau historiografi Kata Kunci: Pemerintahan, Dampak, Kebijakan dan Makassar AbstractThis study aims to determine how the initial conditions of the administration of Danny Pomanto, how the implementation of policies from Danny Pomanto in developing Makassar City in 2009-2014 and 201 4-2018, and how the impact of Danny Pomano's government policies in Makassar City. The results showed that the condition of Makassar City before the administration of Danny Pomanto had problems that needed to be addressed either in the fields of education, infrastructure and development, health and the economic sector. In the early period Danny Pomanto governed various movements such as the Makassar Clean Movement (Lisa). This research is a descriptive analysis using historical methods through stages: heuristics or data collection, criticism, interpretation, and writing or historiography stages. Keywords: Governance, Impact, Policy and Makassar 
Co-Authors A Kamaruddin, Syamsu Abdul Wahid Afdinal, Muhammad Noor Ahmad, M. Ridwan Said Ahmadin Ahmadin Ahmadin Ahmadin Amin, Fatimah Hidayahni Amiruddin Amiruddin Andi Aco Agus Aprilian, Nur Alam Asfah, Indrawaty Asmaul Husnah Amiruddin Asmunandar Asmunandar Asmunandar Asmunandar Asmunandar, Asmunandar Astuti Astuti Azrianti Azrianti Babra Kamal Bahri Bahri Bahri Bahri Bahri Bahri Bakhtiar Bakhtiar Bosra, Mustari Bustan Bustan Bustan Bustan Dalilul Falihin Darman Manda Darman Manda Manda Dewi Liesnoor Setyowati Fachry Abda El Rahman Fadli Fadil Fadliah Mubakkira Fatimah Hidayahni Amin Fatimah Hidayahni Amin Fatmawati M Fatmawati Fitra Widya Wati Fitrah Widyahwati Haerianty Rezky Sani Halim, Didin Hanafie, Nurharsya Khaer Hanafie, Nurharsyah Khaer Hariyati Arifin Hasni Hasni Herman H Herman H, Herman Ibrahim Arifin Ilham Samudra Sanur Ishak, Muh. Ishaq Ishaq Jumadi Jumadi Jumadi Jumadi Jumadi Jumadi Jumadi Sahabuddin Jumadi Sahabuddin Jumadi Sahabuddin, Jumadi Junaedy Junaedy Kabubu, Rusmala Dewi Kamaruddin, Syamsu A. Khaeruddin Khaeruddin Khaeruddin Khaeruddin Khaerunisa Khaerunisa, Khaerunisa M. Ridwan Said M. Yunasri Ridhoh Madjid, Muh Saleh Madjid, Saleh Malihu, La MARIA BINTANG Mario Mario Mario Mario Mega Fatimah Rosana Muazzinul Hair Muh Rasyid Ridha Muh Rasyid Ridha Muh Rasyid Ridha Muh. Said Ramadhan Muh. Summung Awar Muhammad Aksha Wahda Muhammad Ikbal Muhammad Syukur Muhammad Syukur Muhammad Takwa Muhammad Zulfadli Muis, Nurhasni Najamuddin Najamuddin, Najamuddin Nengsi Nengsi Nirwana Nirwana Nisa, Fadhilah Ainun Nugra - Widarni Nurhaedah Nurhaedah Nurharsya Khaer Hanafie Nurhasni Muis Nurhasya Khaer Hanafi Nurlinda Nurlinda Nurul Dwiayu S Padli, Feri Palayukan, Kurniati Mana' Patahuddin Patahuddin Patahuddin Patahuddin Patahuddin Patahuddin Patahuddin patahuddin Patahuddin Patahuddin Patahuddin Patahuuddin Qaidah, Nur Rahmat Azhari Haeruddin Randiawan Randiawan Reski ayu Lestari Rifal, Rifal Riri Amandaria Ririn N RISKA WAHYUNI SAHABUDDIN SAHABUDDIN Saifuddin Saifuddin Saifuddin Sakmawati Sakmawati Saleh Madjid Salma Salma Sanur, Ilham Samudra Sari, Suci Indah Seny Luhriyani Sunusi Siti Nurjannah Ashari Sri Indarwati Mansur Subair, Ahmad Sumardin, Oschar Supriadi Torro Tengku Riza Zarzani N Torro, Supriadi Ugo Chuks Okolie Ulul Azmi Mustari Usman, Alwi Usra Wahyu Wardana Yulia, Irma Denada