Yusuf L M
Sekolah Tinggi Teologi Injili Setia Siau

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MAKNA DIALOG YESUS DENGAN FILIPUS DALAM YOHANES 14: 8-14 Yusuf L M
VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN Vol 1 No 2 (2019)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI STAR'S LUB LUWUK BANGGAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35909/visiodei.v1i2.39

Abstract

The text of John 14: 8-14 shows the confusion and failure of the disciples to understand Jesus's teaching. The text seems to contrast with the disciples' closeness to Jesus. They should have understood Jesus' intentions faster because they had lived with Jesus for a long time in the ministry. On the contrary, this dialogue shows if there was a massive dividing wall between Jesus and the disciples. The main factor that prevented the disciples from understanding Jesus' teaching was that the disciples did not yet truly believe in the authority that Jesus had. The disciples are still bound by the OT conceptual understanding of how to see the Father through Theophany's revelation. Therefore, this article examines the meaning of the dialogue by conducting an exegesis analysis of each word and phrase to find the main message emphasized in the text.
INTERPRETASI MURTAD DALAM IBRANI 6: 1-8 Friska Gandaria; Yusuf L M
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46558/bonafide.v1i2.27

Abstract

Konsep Murtad dalam Ibrani 6:1-8 sering menjadi perdebatan di kalangan teolog Kristen. Teks tersebut dianggap sebagai peristiwa yang sedang terjadi kepada orang Kristen sejati dan orang yang tidak sungguh-sungguh percaya Tuhan. Teks ayat 4-5 dianggap memperlihatkan kriteria orang Kristen yang bisa murtad lagi. Apakah benar demikian? Untuk memahami teks ini, penulis menganalisisnya dengan pendekatan studi eksposisi terhadap kata, frasa, dan klausa dalam teks dengan tetap memperhatikan gramatika historisnya untuk mendapatkan pengertian yang benar sesuai konteks aslinya. Berdasarkan analisis tersebut, frasakaὶ parapesόntaV pάlin (ayat 6) tidak menekankan murtad bisa terjadi terhadap orang Kristen sejati atau sungguh-sungguh percaya Tuhan, melainkan mengacu kepada orang Kristen yang tidak sungguh-sungguh percaya sehingga ketika menghadapi penganiayaan pada pada masa Kaisar Nero maka banyak orang Kristen yang meninggalkan imannya. Untuk itu, penulis surat Ibrani memberi peringatan keras akan bahaya menolak Tuhan dalam situasi tersebut. Orang yang tidak beriman sungguh-sungguh pasti akan murtad atau menolak Tuhan dan tidak mungkin dibaharui lagi.
Tinjauan Buku: Apologetika bagi Kemuliaan Allah Yusuf L M
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46558/bonafide.v3i2.123

Abstract

Ilmu apologetika dalam konsep iman Kristen sangat dibutuhkan. Setiap orang Kristen wajib mempertanggungjawabkan imannya dengan benar sesuai kebenaran di dalam Alkitab. Namun tidak semua orang Kristen mampu mempertanggungjawabkan imannya dengan benar. Untuk itu, ulasan Jhon M. Frame dalam buku ini sangat tepat untuk menolong orang Kristen pada saat menghadapi pertanyaan atau memberi jawab terhadap setiap pertanyaan yang sulit terkait dengan eksistensi Allah ataupun wahyu Allah yang dinyatakan dalam Alkitab. Dan memberi metode atau cara pembuktian yang benar dalam berdialog dengan orang-orang yang membutuhkan penjelasan.