Ening Ariningsih
Peneliti Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, Bogor

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kinerja Kebijakan Swasembada Daging Sapi Nasional Ening Ariningsih
Forum penelitian Agro Ekonomi Vol 32, No 2 (2014): Forum Penelitian Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/fae.v32n2.2014.137-156

Abstract

EnglishMeat Self-Sufficiency Program (PSDS) since 2000 has been launched three times. This paper aims to assess implementation, achievement, constraints and problems of National PSDS as well as the solution proposed. The study shows that meat self-sufficiency achievement is dynamic and in general there are some improvement on concept, policy instrument, and program management of PSDS 2014. Nevertheless, many constraints are found from upstream to downstream including bad management of cows’ distribution and import. All of these constraints lead to unrealized target of meat self-sufficiency in 2014. Cows and their derivative products import are still required to sustain cows’ population growth in Indonesia and to stabilize domestic meat price. In order to accelerate the achievement of the target, besides production aspect improvement, distribution system of cows and meat including its infrastructure also needs perfection. Another important issue is data accuracy on domestic supply and demand such that the government can estimate accurate required volume of meat import. Administration, bureaucracy and transparency enhancement on meat import implementation are urgent to avoid disorder of cows, meat and its derivative products import. Support from related institutions is needed for the achievement of national meat self-sufficiency. IndonesianProgram Swasembada Daging Sapi telah dicanangkan sejak tahun 2000 dan hingga kini program tersebut telah tiga kali dicanangkan. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan dan pencapaian Program Swasembada Daging Sapi Nasional beserta kendala dan permasalahan yang dihadapinya, dan alternatif strategi peme-cahannya. Hasil kajian menunjukkan bahwa upaya pencapaian swasembada mengalami dinamika dari waktu ke waktu dan secara umum telah terjadi perbaikan baik dari sisi konsep, instrumen kebijakan, maupun tata kelola program/manajemen pada PSDS 2014. Walaupun demikian, berbagai kendala dan permasalahan yang dihadapi, mulai dari hulu hingga hilir, termasuk dalam sistem distribusi dan impor sapi dan daging sapi yang masih belum tertata dengan baik, menyebabkan swasembada daging sapi masih belum dapat diwujudkan sesuai target, yaitu paling lambat pada tahun 2014. Dengan demikian, impor sapi dan produknya masih dibutuhkan untuk menjaga agar terjadi pertumbuhan populasi sapi potong di Indonesia di samping menjaga agar harga daging sapi tetap terjangkau oleh masyarakat. Dalam upaya mempercepat pencapaian target, selain perbaikan dari sisi produksi, upaya pembenahan sistem distribusi sapi maupun daging sapi beserta infrastruktur pendukungnya mutlak untuk dilakukan. Hal lain yang penting untuk diperhatikan adalah keakuratan data, baik ketersediaan pasokan domestik maupun permintaan domestik, sehingga akan diperoleh data keperluan impor yang juga akurat. Pembenahan dalam administrasi dan birokrasi serta transparansi dalam pelaksanaan impor sangat diperlukan untuk menghindari kekisruhan impor sapi hidup maupun daging sapi dan produk-produk sapi lainnya. Dukungan dari berbagai institusi terkait sangat diperlukan untuk terwujudnya swasembada daging sapi nasional.
Optimalisasi Pemanfaatan Sumber Daya Genetik Padi Melalui Valuasi Ekonomi Ening Ariningsih
Forum penelitian Agro Ekonomi Vol 33, No 2 (2015): Forum Penelitian Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/fae.v33n2.2015.111-125

Abstract

EnglishIndonesia has potency of widely diverse genetic resources of rice useful to assembly the new varieties. This study aimed to analyze (1) diversity of genetic resources and their utilization in the assembly of rice varieties; (2) importance of preserving the diversity of rice genetic resources; (3) a conceptual overview of economic valuation of genetic resources of rice; and (4) economic value of genetic resources of rice. This paper is a literature review related to genetic resources and economic valuation of rice. The results show that the economic valuation of genetic resources of rice necessary to do in order to become a reference for breeders of rice in assembling new varieties of rice in accordance with preferences of rice farmers and consumers, so that the new varieties of rice produced to be widely adopted and provide economic impact on communities. In addition, in the conditions of limited conservation budgets, economic valuation can be used to better focus efforts to manage genetic resources that are considered to provide greater economic benefits. The management of genetic resources could be done through exploration, conservation, characterization and evaluation, documentation, as well as the exchange of material and information between research institutions from home and abroad. IndonesianIndonesia merupakan negara yang memiliki potensi sumber daya genetik padi yang sangat beragam yang dapat dimanfaatkan dalam perakitan varietas unggul baru padi. Tulisan ini bertujuan untuk melakukan kajian mengenai (1) keanekaragaman sumber daya genetik padi dan pemanfaatannya dalam perakitan varietas unggul; (2) pentingnya pelestarian keanekaragaman sumber daya genetik padi; (3) tinjauan konseptual valuasi ekonomi sumber daya genetik padi; dan (4) nilai ekonomi sumber daya genetik padi. Tulisan ini merupakan review dari berbagai literatur terkait dengan sumber daya genetik padi dan valuasi ekonomi, khususnya valuasi ekonomi sumber daya genetik padi. Hasil kajian menunjukkan bahwa valuasi ekonomi sumber daya genetik padi penting untuk dilakukan supaya dapat menjadi acuan bagi para pemulia padi dalam merakit varietas unggul baru padi yang sesuai dengan preferensi petani padi maupun konsumen beras, sehingga varietas unggul baru padi yang dihasilkan dapat diadopsi secara luas dan memberikan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat. Di samping itu, dalam kondisi anggaran konservasi yang terbatas, valuasi ekonomi dapat digunakan untuk lebih memfokuskan upaya pengelolaan sumber daya genetik yang dinilai memberikan manfaat ekonomi lebih besar. Pengelolaan sumber daya genetik tersebut dilakukan dengan eksplorasi, konservasi, karakterisasi dan evaluasi, dokumentasi, serta pertukaran material dan informasi antara lembaga penelitian dari dalam dan luar negeri.