Endang Supriyanti
Akademi Keperawatan Widya Husada Semarang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PADA PASIEN POSTPARTUM NORMAL DI RSUD KOTA SEMARANG Angki Bagus Pambudi; Endang Supriyanti
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.385 KB) | DOI: 10.33655/mak.v1i1.3

Abstract

ABSTRAK Postpartum adalah masa sesudah persalinan dan kelahiran bayi, plasenta, serta selaput yang diperlukan untuk memulihkan kembali organ kandungan seperti sebelum hamil dengan waktu kurang lebih enam minggu. Hal ini akan berdampak pada ibu setelah melahirkan salah satunya yaitu nyeri karena kontraksi uterus. Perawat atau bidan memiliki peran penting dalam penanggulangan nyeri melalui pendekatan non farmakologi, salah satunya dengan pemberian aromaterapi lavender. Akses aroma lavender melalui hidung merupakan rute yang jauh lebih cepat dibanding cara yang lainnya, ketika minyak lavender dihirup molekul yang mudah menguap (volatile) dari minyak tersebut dibawa oleh arus udara dan ditransmisikan ke dalam sistem limbic. Hal ini akan merangsang memori dan respons emosional. Hipotalamus berperan sebagai relay dan regulator, memunculkan pesan – pesan yang harus disampaikan ke bagian lain otak serta bagian badan yang lain. Pesan yang di terima itu kemudian diubah menjadi tindakan yang berupa pelepasan senyawa elektrokimia yang menyebabkan euporia, relaks, atau sedatif. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh aromaterapi lavender terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien postpartum normal. Metode pada penelitian ini menggunakan jenis studi kasus dengan metode pendekatan deskriptif. penelitian ini menggunakan Pretest – Posttest Desain. Sampel penelitian ini sebanyak 5 orang diambil dengan teknik Purposive Sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebelum dilakukan pemberian aromaterapi lavender secara inhalasi rata – rata intensitas nyeri pada skala 5.4 sedangkan sesudah pemberian aromaterapi lavender intensitas nyeri mengalami penurunan yaitu rata – rata skala 2.8. Ada pengaruh aromaterapi lavender terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien postpartum normal, sehingga dengan adanya hasil penelitian ini diharapkan tenaga kesehatan khususnya perawat dan bidan dapat mengaplikasikan aromaterapi lavender ini untuk mengurangi intensitas nyeri postpartum atau nyeri akibat hal lainnya.
PERGERAKAN SENDI EKSTREMITAS BAWAH UNTUK MENINGKATKAN PERFUSI JARINGAN PERIFER PASIEN DM TIPE 2 Nurul Azizah; Endang Supriyanti
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33655/mak.v3i2.72

Abstract

Diabetes Melitus merupakan penyakit dengan tingginya kadar glukosa didalam darah, dimana terjadi gangguan pada pembuluh arteri perifer yang disebabkan oleh peningkatan aliran shunting darah, yang berdampak terhadap peningkatan tekanan vena pada kaki dan membentuk edema yang mempengaruhi difusi oksigen dan nutrisi. sehingga, diperlukan pergerakan sendi ekstemitas bawah untuk meningkatkan pompa otot betis dan memfasilitasi difusi oksigen dan nutrisi pada jaringan perifer. Tujuan studi kasus ini menyusun resume asuhan keperawatan (pengkajian, diagnosa keperawatan hiperglikemia, perencanaan, implementasi, evaluasi) penerapan pergerakan sendi ekstremitas bawah terhadap peningkatan perfusi jaringan perifer pada pasien DM tipe 2. Subjek penelitian sebanyak 2 responden dengan memenuhi kriteria inklusi yaitu : menderita penyakit DM lebih dari 3 tahun, nilai ABI dibawah 0,9, tidak pernah mendapatkan intervensi yang sama dari peneliti lain, Kooperatif. Implementasi yang diberikan pasien I dan II yaitu pergerakan sendi ekstremitas bawah dengan frekuensi 2 kali sehari masing-masing gerakan dilakukan 10 kali. Hasil studi kasus menunjukkan peningkatan nilai ABI pada pasien I dari 0,84 mmHg menjadi 0,9 mmHg, pada pasien 2 dari 0,83 mmHg menjadi 1,1 mmHg. Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bahwa penerapan pergerkan sendi ekstremitas bawah dapat meningkatkan perfusi jaringan perifer pada pasien DM. Sehingga pasien dianjurkan untuk melakukan gerakan sendi untuk melancarkan sirkulasi darah perifer.
RELAKSASI OTOT PROGRESIF UNTUK MENURUNKAN KECEMASAN PADA PASIEN ASMA BRONCHIAL Patri Ambarwati; Endang Supriyanti
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33655/mak.v4i1.79

Abstract

Keadaan seseorang yang mengalami asma bronchial dapat menimbulkan rasa berdebar-debar, tangan kaki sering berkeringat, kesemutan, dan merasa tremor. Keluhan tersebut termasuk kedalam tanda dan gejala dari kecemasan. Kecemasan dapat diatasi menggunakan relaksasi otot progresif karena dapat mempengaruhi hipotalamus yang menurunkan kerja sistem saraf simpatis melalui peningkatan kerja saraf parasimpatis, sehingga dapat menurunkan tingkat kecemasan pada pasien asma brochial. Tujuan studi kasus ini adalah menyusun resume asuhan keperawatan (pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi) dengan penerapan relaksasi otot progresif untuk menurunkan kecemasan pada pasien asma bronchial. Subyek dari penelitian ini adalah dua pasien dengan kriteria inklusi pasien dewasa yang mengalami asma serangan berulang dengan tingkat kecemasan sedang dan bersedia menjadi responden. Hasil studi menunjukan bahwa pasien I dan II yang telah dilakukan terapi relaksasi otot progresif mengalami penurunan kecemasan dari tingkat kecemasan sedang menjadi normal atau tidak cemas. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa relaksasi otot progresif dapat menurunkan kecemasan pada pasien asma bronchial. Sehingga pasien dianjurkan untuk melakukan relaksasi otot progresif bila tanda dan kecemasan muncul lagi.