Emilia Puspitasari
Akademi Keperawatan Widya Husada Semarang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

GAMBARAN KOPING KELUARGA KLIEN DENGAN HEMODIALISA DI RSUD Dr. ADHYATMA, MPH SEMARANG Ali Imam; Emilia Puspitasari
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.727 KB) | DOI: 10.33655/mak.v1i1.4

Abstract

ABSTRAK Gagal ginjal merupakan ketidakmampuan ginjal dalam melaksanakan fungsinya. Wardani (2015) pasien yang menderita gagal ginjal kronik akan mengalami depresi, ansietas, keinginan untuk bunuh diri, dan keinginan untuk berhenti menjalankan terapi hemodialisa. Keadaan yang dialami oleh klien gagal ginjal juga akan berpengaruh pada keluarga. Menurut Sugiyanto (2015) menjelaskan bahwa keluarga yang mempunyai anggota keluarga yang dirawat di rumah sakit akan mengalami masalah psikososial diantaranya adalah koping keluarga tidak efektif. Menurut Herdman (2015), menjelaskan bahwa ketidakefektifan koping keluarga adalah ketidakmampuan untuk membentuk penilaian valid tentang stresor, ketidakadekuatan pilihan respons yang dilakukan, dan atau ketidakmampuan untuk menggunakan sumber daya yang tersedia Dalam penelitian ini mengkudu akan diolah menjadi bentuk jus mengkudu.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran koping keluarga klien dengan hemodialisa di RSUD Dr. Adhyatma, MPH. Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain studi kasus, dengan menggunakan pendekatan one group pretest-postest. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah pasien yang memiliki hipertensi grade 1 dengan usia 40 sampai dengan 50 tahun di kampung gotong royong semarang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling. Teknik pengambilan data dengan cara observasi menggunakan sphygmomanometer. Analisa data yang digunakan yaitu analisa data deskriptif.Hasil pengkajian sebelum dilakukan terapi, sebagian pasien mengalami hipertensi grade 1. Hasil yang didapatkan setelah pasien meminum jus mengkudu selama 3 hari yaitu terjadi penurunan tekanan darah sebanyak 10 sampai 20 mmHg pada tekanan darah sistoliknya, sedangkan pada tekanan darah diastolik seluruh pasien tidak mengalami penurunan. Hal ini disebabkan karena berat badan, tinggi badan, usia, jenis kelamin, yang mana karakteristik tersebut dapat mempengaruhi pendistribusian dan daya serap obat dalam tubuh. Ada pengaruh jus mengkudu terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di kampung gotong royong semarang. Pasien hipertensi dapat menggunakan jus mengkudu dalam mengatasi hipertensi yang dialami, sebagai bentuk terapi komplementer yang murah, mudah, dan dapat dilakukan secara mandiri. ABSTRACT Hypertension is a condition in which blood pressure in the human body increases, and is a disorder that is difficult to know by the body. The only way to know hypertension is to measure blood pressure. Increased blood pressure that is not treated will cause complications such as stroke, heart failure, kidney failure, diabetes. Mengkudu is a herbal therapy that has many content one of them is scopoletin that works to widen blood vessels and blood circulation. In this study mengkudu will be processed into mengkudu juice form. This study aims to determine whether there is influence of mengkudu juice on the decrease in blood pressure in hypertensive patients. This research is a case study design study, using one group pretest-postest approach. Sampling in this study is patients who have grade 1 hypertension with age 40 to 50 years in the village gotong royong semarang. The sampling technique used is purposive sampling. Technique of collecting data by observation using sphygmomanometer. Analysis of data used is descriptive data analysis. Assessment results before the therapy, some patients experience grade 1 hypertension. The results obtained after the patient drank mengkudu juice for 3 days ie a blood pressure decrease as much as 10 to 20 mmHg in systolic blood pressure, while the diastolic blood pressure of all patients did not decrease. This is because weight, height, age, gender, which these characteristics can affect the distribution and absorption of drugs in the body. There is influence of juice mengkudu against decrease in blood pressure in hypertension patients in the village gotong royong semarang. Hypertensive patients can use mengkudu juice in overcoming hypertension experienced, as a form of complementary therapies are cheap, easy, and can be done independently.
GAMBARAN TINGKAT STRES PADA LANSIA DI PANTI WREDA OMEGA SEMARANG Habibie Habibie; Emilia Puspitasari
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.215 KB) | DOI: 10.33655/mak.v1i2.15

Abstract

ABSTRAK Stres adalah kejadian eksternal serta situasi lingkungan yang membebani kemampuan adaptasi individu, terutama berupa beban emosional dan kejiwaan. Proses menua dapat menimbulkan berbagai masalah baik secara fisik, biologis, sosial ekonomi maupun mental, Masalah mental dan emosional sama halnya dengan masalah fisik yang dapat mengubah perilaku lansia. Masalah mental yang sering dijumpai pada lansia adalah stres, depresi, dan kecemasan. Lansia yang mengalami masalah mental mulai mengalami perasaan tidak berharga, kesepian, dan kehilangan.Stres dapat di klasifikasikan dalam beberapa jenis stress,Dalam penelitian ini peneliti menggunakan 4 kategori stress untuk mengetahui gambaran tingkat stress yang di alami lansia, Metode pada penelitian ini menggunakan jenis studi kasus dengan metode pendekatan deskriptif dengan metode pendekatan studi kasus, Sampel penelitian ini sebanyak 5 orang, Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tingkat stres pada lansia yang tinggal dip panti wreda omega semarang rata – rata pada skor 46,6 atau termasuk dalam kategori stres berat. sehingga dengan adanya hasil penelitian ini diharapkan keluarga dan orang sekitar mampu mengetahui dan mengklasifikasikan tanda dan gejala stress pada lansia,supaya dapat membantu lansia untuk menjalani masa tua dengan terjamin dan sesuai yang di harapkan oleh lansia.
PEMBERIAN AKTIVITAS BERTAHAP UNTUK MENGATASI MASALAH INTOLERANSI AKTIVITAS PADA PASIEN CHF Nadiah Nur Isnaeni; Emilia Puspitasari
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.355 KB) | DOI: 10.33655/mak.v2i1.28

Abstract

Intoleransi aktivitas merupakan ketidakcukupan energi psikologis untuk menyesaikan aktivitas kehidupan sehari-hari atau yang ingin dilakukan. Intoleransi Aktivitas ditandai dengan Sesak dalam beraktivitas berat, gangguan frekuensi dan irama jantung: aritmia (takikardia, bradiakardia), perubahan pola EKG, palpitasi. Dengan gangguan preload: edema, keletihan, peningkatan atau penurunan tekanan vena sentrat, distensi vena jugularis, murmur, kenaikan BB. Pasien dengan intoleransi aktivitas perlu dilatih aktivitas, salah satunya dengan melatih aktivitas secara bertahap dapat meningkatkan kemampuan aktivitas pasien. Tujuan studi kasus ini untuk memperoleh pembelajaran dalam mengimplementasikan prosedur pemberian aktivitas bertahap untuk mengatasi masalah intoleransi aktivitas. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Subyek penelitian ini 2 orang pasien dengan kriteria inklusi adalah Pasien CHF dengan Intoleransi Aktivitas, laki-laki dan perempuan yang mengalami CHF dengan Intoleransi Aktivitas, kesadaran komposmentis, pasien yang menjalani rawat inap, dan bersedia menjadi responden penelitian. Hasil penelitian pada pasien 1 setelah dilatih aktivitas pasien mampu berjalan dengan jarak 20 meter, pasien ke 2 mampu berjalan dengan jarak 30 meter. Ada pengaruh latihan aktivitas secara bertahap untuk mengatasi masalah intoleransi aktivitas pada pasien CHF, sehingga dengan adanya hasil penelitian ini diharapkan tenaga kesehatan khususnya perawat dapat mengaplikasikan latihan aktivitas secara bertahap untuk meningkatkan toleransi pasien CHF.
Gambaran Masalah Keperawatan Psikososial Di Ruang Gayatri Rs Marzuki Mahdi Bogor Emilia Puspitasari
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 3, No 2 (2015): November 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.776 KB) | DOI: 10.26714/jkj.3.2.2015.78-83

Abstract

Penyakit fisik sangat berhubungan erat dengan permasalahan psikososial, seseorang yang mengalami sakit fisik terutama sakit fisik kronis akan mengalami perubahan kemampuan aktifitas, bekerja, dan perubahan gaya hidup, kondisi tersebut yang mempengaruhi seseorang untuk berespon terhadap situasi dan kondisi yang . Tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah memperoleh gambaran tentang “Gambaran Masalah Keperawatan psikososial di ruang gayatri RS Marzuki mahdi Bogor”. Analisis dilakukan pada 68 klien. Hasil didapatkan masalah psikososial yang dialami klien yang dirawatdi ruang gayatri RS Marzuki mahdi Bogor . Karya ilmiah akhir ini merekomendasikan manajemen asuhan keperawatan psikososial untuk klien dan keluarga dilakukan di rumah sakit.