Wijanarko Heru
Akademi Keperawatan Widya Husada Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH JUS MENGKUDU TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI KAMPUNG GOTONG ROYONG SEMARANG Erlin Kartikasari; Wijanarko Heru
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.992 KB) | DOI: 10.33655/mak.v1i2.21

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan keadaan dimana tekanan darah pada tubuh manusia meningkat, dan merupakan suatu kelainan yang sulit diketahui oleh tubuh. Satu-satunya cara untuk mengetahui hipertensi adalah dengan mengukur tekanan darah. Peningkatan tekanan darah yang tidak ditangani akan menyebabkan komplikasi seperti stroke, gagal jantung, gagal ginjal, diabetes. Mengkudu merupakan terapi herbal yang mempunyai banyak kandungan salah satunya yaitu scopoletin yang berfungsi untuk memperlebar pembuluh darah dan melancarkan peredaran darah. Dalam penelitian ini mengkudu akan diolah menjadi bentuk jus mengkudu.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh jus mengkudu terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain studi kasus, dengan menggunakan pendekatan one group pretest-postest. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah pasien yang memiliki hipertensi grade 1 dengan usia 40 sampai dengan 50 tahun di kampung gotong royong semarang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling. Teknik pengambilan data dengan cara observasi menggunakan sphygmomanometer. Analisa data yang digunakan yaitu analisa data deskriptif.Hasil pengkajian sebelum dilakukan terapi, sebagian pasien mengalami hipertensi grade 1. Hasil yang didapatkan setelah pasien meminum jus mengkudu selama 3 hari yaitu terjadi penurunan tekanan darah sebanyak 10 sampai 20 mmHg pada tekanan darah sistoliknya, sedangkan pada tekanan darah diastolik seluruh pasien tidak mengalami penurunan. Hal ini disebabkan karena berat badan, tinggi badan, usia, jenis kelamin, yang mana karakteristik tersebut dapat mempengaruhi pendistribusian dan daya serap obat dalam tubuh. Ada pengaruh jus mengkudu terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di kampung gotong royong semarang. Pasien hipertensi dapat menggunakan jus mengkudu dalam mengatasi hipertensi yang dialami, sebagai bentuk terapi komplementer yang murah, mudah, dan dapat dilakukan secara mandiri.
PENERAPAN TEHNIK DISTRAKSI NAFAS RITMIK UNTUK MENURUNKAN NYERI PADA PASIEN POST APENDIKTOMI Vivi Rahmatun; Wijanarko Heru
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33655/mak.v4i1.81

Abstract

Apendisitis merupakan suatu kondisi dimana infeksi terjadi pada umbai cacing dan sering dijumpai di negara maju. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh tehnik distraksi nafas ritmik terhadap penurunan tingkat nyeri post apendiktomi di ruang Anggrek dan Amarilis. Desain penelitian ini adalah studi kasus dengan metode deskriptif dan rancangan yang diambil adalah One Group PreTest – PostTest. Instrumen yang digunakan melalui observasi tentang pemeriksaan intensitas nyeri dan penerapan tehnik ditraksi nafas ritmik. Penelitian yang dilakukan di RSUD Dr. Dahyatma, MPH Semarang pada tanggal 28 November – 4 Desember 2018. Dari pengkajian awal kedua responden memiliki tingkat skala nyeri yang berbeda didapatkan data intensitas nyeri skala 4 dan skala 3 (dari 0-10), setelah diberikan terapi distraksi nafas ritmik selama 3 hari berturut-turut dengan kondisi pasien tidak dalam pengaruh obat didapatkan data pada responden 1 dari awalnya skala nyeri 4 menjadi skala 1 dan pada responden 2 awalnya skala nyeri 3 menjadi skala 1. Melihat hasil penelitian ini maka dianjurkan kepada penderita apendiktomi untuk melakukan tehnik distraksi nafas ritmik sebagai terapi alternatif untuk menurunkan tingkat nyeri post apendiktomi selain terapi farmakologis.