Wahyuningsih Wahyuningsih
Akademi Keperawatan Widya Husada Semarang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENERAPAN TERAPI MUSIK TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN PADA PASIEN PRE OPERASI FRAKTUR DI RUMAH SAKIT DARAH K.R.M.T WONGSONEGORO Susi Mulfiroh; Wahyuningsih Wahyuningsih
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.553 KB) | DOI: 10.33655/mak.v2i1.32

Abstract

Latar belakang : Kecemasan merupakan reaksi pertama yang muncul atau dirasakan pasien dan keluarganya disaat pasien harus di rawat mendadak atau tanpa terencana begitu mulai masuk rumah sakit. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengurangi tingkat kecemasan, salah satunya dengan terapi non farmakologis yaitu dengan terapi musik. Pemberian terapi musik merupakan salah satu metode pemenuhan untuk mengurangi tingkat kecemasan. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengurangi tingkat kecemasan pada pasien pre operasi fraktur. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan metode pendekatan studi kasus. Subyek studi dalam penelitian ini adalah dua orang pasien pre operasi fraktur dengan kriteria pasien mengalami kecemasan. Penelitian ini dilakukan di RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang di ruang Nakula 01. Analisis penurunan tingkat kecemasan dilakukan dengan cara memberikan kuesioner tentang penurunan tangkat kecemasan. Hasil analisa dikatagorikan menjadi tidak cemas, kecemasan ringan, kecemasan sedang, kecemasan berat. Katagori ditentukan berdasarkana pengisian kuesoiner dari subyek. Hasil studi kasus menunjukan bahwa ada penurunan tingkat kecemasan dari kecemasan ringan menjadi tidak cemas setelah di berikanterapi musik. Rekomendasi perlu konsisten peawat dalam melakukanterapi musik untuk menurunkan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi fraktur.
PENERAPAN KOMPRES HANGAT UNTUK MENURUNKAN HIPERTERMIA PADA ANAK DENGAN DEMAM TYPOID Firda Nofitasari; Wahyuningsih Wahyuningsih
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33655/mak.v3i2.74

Abstract

Hipertermia merupakan suhu inti tubuh diatas kisaran normal di urnal karena kegagalan termoregulasi. Hipertermia atau suhu tubuh yang tinggi dapat diturunkan dengan berbagai cara. Kompres air hangat metode untuk menurunkan suhu tubuh. kompres air hangat adalah kompres pada area yang memiliki pembuluh darah besar menggunakan air hangat. Tujuan studi kasus ini penerapan terapi kompres hangat untuk menurunkan hipertermia pada anak demam typoid. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan metode pendekatan studi kasus. Subjek dari studi kasus ini adalah dua pasien dengan kriteria inklusi mengalami hipertermia, pasien yang bersedia menjadi responden dan bersedia menandatanhani informed consent. Studi kasus ini adalah anak dengan demam typoid mengalami hipertermia. Hasil studi kasus pasien I dan pasien II terjadi penurunan suhu tubuh. jadi dapat disimpulkan bahwa terapi kompres hanngat dapat menurunkan suhu tubuh pada anak demam typoid yang mengalami hipertermia.
GENGGAM BOLA UNTUK MENGATASI HAMBATAN MOBILITAS FISIK PADA PASIEN STROKE NONHEMORAGIK Nur Azizah; Wahyuningsih Wahyuningsih
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33655/mak.v4i1.80

Abstract

Stroke non hemoragik (SNH) yaitu sumbatan oleh bekuan darah penyempitan sebuah arteri atau beberapa arteri yang mengarah ke otak, atau embolus yang terlepas dari jantung atau arteri ekstrakranial (arteri yang berada di luar tengkorak) menyebabkan sumbatan di satu atau beberapa arteri intrakranial arteri yang berada di dalam tengkorak. Tujuan studi kasus yaitu menyusun resum asuhan keperawatan (pengkajian, diagnosa, perencanaan, implementasi dan evaluasi) dalam penerapan genggam bola untuk mengatasi hambatan mobilitas fisik pada pasien stroke non hemoragik. Jenis studi kasus ini adalah deskriptif, menggunakan metode pendekatan studi kasus dengan instrumen skala nilai kekuatan otot, lembar observasi dan SOP genggam bola. Subyek dari studi kasus ini adalah 2 orang pasien stroke non hemoragik dengan kriteria pasien mengalami hemiparesis sebagian. Studi kasus dilakukan di RSUD Dr. Adhyatma, MPH Semarang di ruang Alamanda selama 6 hari dengan diberikan pemanasan genggam bola dalam waktu 3-10 menit. Hasil studi kasus pada pasien I dan II mengalami peningkatan skala kekuatan otot. Disimpulkan bahwa studi kasus dalam penerapan genggam bola dapat mengatasi hambatan mobilitas fisik pada pasien SNH.