Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Pengaruh Capital Intensity, Inventory Intensity, dan Struktur Modal terhadap Agresivitas Pajak Tresya Sugiarto; Agus Afandi
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13565

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh capital intensity, inventory intensity, dan struktur modal terhadap agresivitas pajak pada perusahaan consumer non-cyclical yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena perbedaan tingkat agresivitas pajak antarperusahaan yang dipengaruhi oleh karakteristik aset serta struktur pendanaan, di mana terdapat research gap terkait inkonsistensi hasil penelitian terdahulu mengenai efektivitas pengelolaan aset dan utang dalam meminimalkan beban pajak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan consumer non-cyclical. Teknik analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi data panel. Diperoleh sampel sebanyak 44 perusahaan dengan total 220 observasi selama 5 tahun pengamatan. Secara simultan capital intensity, inventory intensity, dan struktur modal berpengaruh signifikan terhadap agresivitas pajak (p-value 0,000000 < 0,05). Secara parsial, capital intensity (p-value 0,3236) dan inventory intensity (p-value 0,0545) tidak berpengaruh signifikan terhadap agresivitas pajak. Sebaliknya, struktur modal berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ETR (p-value 0,0001 < 0,05), yang mengindikasikan semakin tinggi penggunaan utang maka semakin tinggi tingkat agresivitas pajak. Nilai Adjusted R^2 sebesar 0,4745 menunjukkan variabel independen mampu menjelaskan agresivitas pajak sebesar 47,45%. Implikasi dari penelitian ini menegaskan bahwa efisiensi beban pajak perusahaan lebih didominasi oleh pemanfaatan insentif bunga utang dibandingkan pengelolaan aset tetap maupun persediaan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa struktur pendanaan perusahaan memiliki peran penting dalam menentukan tingkat agresivitas pajak, sementara intensitas aset tetap dan persediaan tidak secara signifikan memengaruhi agresivitas pajak perusahaan.