Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

OPTIMALISASI PENGUATAN EKONOMI KELUARGA DI PULAU TEGAL SEBAGAI DAMPAK PANDEMI COVID-19 Vina Karmilasari; Bambang Utoyo Sutiyoso; Ani Agus Puspawati; Anisa Utami
Jurnal Pengabdian Dharma Wacana Vol 2, No 4 (2022): Jurnal Pengabdian Dharma Wacana
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Kebudayaan Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37295/jpdw.v2i4.271

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk  mendorong keluarga di Pulau Tegal Desa Gebang untuk  lebih memahami bagaimana mengoptimalkan ekonomi keluarga di masa pandemi covid-19 dan mendorong para perempuan di Pulau Tegal untuk membantu kepala keluraga dalam rangka penguatan ekonomi keluarga. Kondisi demografi Pulau Tegal Desa Gebang yang sebagian besar penduduknya bekerja sebagai nelayan dan pembuat kapal menunjukkan kehidupan penduduk pulau ini masih jauh dari kata ekonomi sejahtera. Perempaun memiliki peran dalam mendukung ketahanan ekonomi keluarga. Pentingnya pemahaman konsep family preneur dan Melek finansial melalui kolaborasi aktor bertujuan agar perempuan di Pulau Tegal Desa Gebang mampu bertahan dan mendukung ketahanan ekonomi keluarga di tengah kondisi pandemic covid 19. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode FGD (Fucus Group Discussion) dengan beberapa tahapan. Metode yang dilakukan ada 3 tahap: A) Analisis situasi dilakukan melalui penelusuran penelitian dan kajian tema yang berkaitan. B) Intervensi Objek dengan ceramah, focus group discussion dan pendampingan. Tema ceramah yaitu 1) Keharmonisan keluarga mendukung ketahanan ekonmi keluaraga; 2) Pentingnya Family Preneur; 3) Melek Finansial; dan 4) Kolaborasi membangun ekonomi keluarga. Evaluasi dilakukan dengan pre dan post test sebagai metode pengukuran kuantitatif terhadap perubahan kognitif sebelum dan setelah pelaksanaan. Secara kuantitatif nilai rata-rata peserta sebelum dilaksanakan kegiatan adalah 63,6 dan mengalami kemaikan menjadi 70,32 setelah dilaksanakan kegiatan pelatihan. Kenaikan rata-rata sebesar 6,72 poin. Perubahan angka kognitif menunjukkan dampak positif kognitif warga tentang penguatan ekonomi keluarga
Analisis Tata Kelola Wilayah Pesisir dalam Perspektif Integrated Coastal Management: Peran Collaborative Governance di Desa Sukajaya Lempasing Anisa Utami; Azzahra Risqi Andania; Aldiva Mukhsin; Muhammad Fauzi Mufti; Ani Agus Puspawati
Administrativa : Jurnal Birokrasi, Kebijakan dan Pelayanan Publik Vol 8 No 2 (2026): Administrativa: Jurnal Birokrasi, Kebijakan dan Pelayanan Publik
Publisher : Jurusan Ilmu Administrasi Publik FISIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/administrativa.v8i2.414

Abstract

Wilayah pesisir Desa Sukajaya Lempasing di Provinsi Lampung menghadapi tekanan lingkungan berupa akumulasi sampah laut dan peningkatan pemanfaatan ruang, sekaligus menjadi tumpuan mata pencaharian masyarakat dari sektor perikanan dan pariwisata. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengelolaan dan tata kelola wilayah pesisir desa tersebut dengan menggunakan pendekatan Integrated Coastal Management (ICM) yang mengintegrasikan dimensi ekologis, sosial-ekonomi, kelembagaan, dan partisipasi pemangku kepentingan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pemerintah desa, nelayan, pelaku usaha wisata, dan tokoh masyarakat, serta analisis dokumen kebijakan terkait. Data dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Sukajaya Lempasing memiliki beberapa modal dasar yang mendukung penerapan ICM, seperti adanya regulasi desa terkait pesisir, mekanisme musyawarah, kondisi ekologis yang relatif terjaga, dan struktur mata pencaharian multisektor. Namun, pengelolaan pesisir masih menghadapi tantangan berupa regulasi yang belum komprehensif, partisipasi masyarakat yang belum terlembaga secara berkelanjutan, program konservasi yang belum terstruktur, serta koordinasi lintas sektor dan lintas tingkat pemerintahan yang belum optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan aspek regulasi, partisipasi, konservasi, dan koordinasi menjadi kunci untuk mewujudkan pengelolaan wilayah pesisir Desa Sukajaya Lempasing yang lebih terpadu dan berorientasi pada keberlanjutan.