This Author published in this journals
All Journal Jurnal Bioleuser
Syamsidar Syamsidar
Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Indonesia 23111

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Minuman Berenergi Terhadap Fase Mitosis Akar Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Fas Nurussalami Abdullah; Syamsidar Syamsidar
Jurnal Bioleuser Vol 2, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Syiah Ku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (974.375 KB) | DOI: 10.24815/jobioleuser.v2i2.14884

Abstract

Minuman berenergi memiliki efek positif dan negatif bagi tubuh, terutama pada tingkat sel. Salah satu efek negatif minuman berenergi bagi sel adalah terganggunya proses pembelahan mitosis sel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh minuman berenergi terhadap fase pembelahan mitosis akar bawang merah (Allium ascalonicum L.). Penelitian ini adalah menggunakan pengolahan data dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan konsentrasi minuman sebagai perlakuan. Masing-masing perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak lima ulangan. Waktu perendaman untuk akar bawang yang digunakan adalah 12 jam. Sedangkan konsentrasi minuman yaitu 0% (kontrol menggunakan akuades), 15%, 30%, 45%, dan 60%. Luaran dari penelitian ini diharapkan akan terungkap pengaruh minuman berenergi terhadap fase pembelahan mitosis akar bawang merah (Allium ascalonicum L.), sehingga permasalahan kekurangan informasi data untuk penelitian mitosis dapat diatasi. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan informasi kepada pihak-pihak yang ingin melakukan penelitian tentang mitosis. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa, akar bawang merah yang ditumbuhkan pada larutan minuman berenergi mengalami ketidaknormalan pada proses mitosis. Fase mitosis yang tidak normal paling banyak dapat diamati pada larutan minuman berenergi dengan konsentrasi 30%. Ketidaknormalan dapat diamati pada setiap fase mitosis, dimulai dari interfase, profase, metafase, anafase dan telofase.